DMI Minta Politisi Golkar Minta Maaf Secara Terbuka

DMI Minta Politisi Golkar Minta Maaf Secara Terbuka

Nurul Arifin (foto okezone)
Atas pernyatannya yang menyudutkan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Nurul Arifin diminta untuk meminta maaf secara terbuka.

"Atas pernyataannya yang merupakan insinuasi terhadap JK dan Dewan Masjid, ada baiknya Nurul Arifin harus meminta maaf secara terbuka," kata Sekjen Dewan Masjid Indonesia (DMI) Imam Addaruqutni kepada hidayatullah.com, Senin (18/11).

Imam Addaruqutni menyebut politisi partai Golkar Nurul Arifin telah melakukan insinuasi terhadap Ketum DMI Jusuf Kalla (JK) dengan pernyataanya yang menyudutkan.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Nurul Arifin dalam sebuah pernyataannya di sebuah koran terbitan Jakarta, menuding JK menggunakan kerja sosial di Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) sebagai institusi politik pribadi.

Addaruqutni menerangkan, keterpilihan JK untuk memimpin DMI semata-mata karena sosoknya yang dianggap punya kemapanan untuk merevitalisasi masjid sebagai pusat kegiatan pembinaan aqidah, ibadah, akhlak, ukhuwah, keilmuan, keterampilan dan kesejahteraan umat.

"Karena latar belakang dan peranannya dalam pengembangan masjid, JK dimohon dan dipilih secara aklamasi oleh peserta muktamar DMI untuk menjadi ketua pada muktamar organisasi tahun 2012," tukasnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Departemen Komunikasi DMI Munawar Fuad.

"Pak JK tidak pernah mencalonkan jadi Ketum DMI, tapi dimohon, didaulat dan dipilih secara aklamasi oleh Muktamar DMI, bahkan pada saat Pak JK berada di luar negeri," kata Fuad kepada Tribunnews.

Ia menjelaskan, Jusuf Kalla diminta menjadi Ketua Umum DMI lantaran pengaruh dan ketokohannya di Indonesia sangat kuat. "Sejak kecil dan latar keluarga besarnya yang menjadi pengurus masjid dan berlatar santri dan keluarga muslim yang taat," ungkapnya.

Sementara itu, Nurul Arifin menyangkal telah menyudutkan Jusuf Kalla. Ia mengaku, mengapresiasi peran Kalla di DMI dan PMI. "Tidak ada kata-kata dari saya yang isinya, menggunakan atau memanfaatkan. Saya, Nurul Arifin apresiasi langkah JK," tegas politisi perempuan ini sembari menjelaskan bahwa ada kesalahan interpretasi tentang pernyataannya. [Jj/Hidayatullah/Bersamadakwah]


0 komentar:

Posting Komentar