Pengajian Akbar [Karanganyar, 1-2 Januari 2011]

Pengajian Akbar di Karang Anyar (01-02/01/2011)

Hadirilah dengan mengharap ridlo Allah Ta'ala

Pengajian Akbar Islami Ilmiah

Kajian 01
Tema :Mengenal Manhaj Salaf
Bersama Al Ustadz Syafruddin, Jogjakarta
(Murid Syaikh Muqbil bin Hadi al Wadi'i, Yaman)

Kajian 02 :
Tema: Sabar Terhadap Bencana
Bersama Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc
(Alumnus Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia)

Tempat :
Masjid Agung Karang Anyar

Waktu : Sabtu -Ahad, 24 Muharam 1432 H - 01-02/01/2011
Pukul 07.30 - selesai

Rute Bus ke lokasi :
Dari Jogja / Klaten / Semarang :
Turun Terminal Tirtonadi Solo, ganti naik bus jurusan Tawang Mangu, turun di alun2 Karang Anyar

Dari Sragen :
Turun di Palur, naik bus jurusan Tawang Mangu/Matesih, turun di alun2 Karang Anyar

Peserta :
Umum (Putra/Putri)

Kontribusi : GRATIS

Info :
Putra
Ustadz Muslim 081904578876
Muslim 081393156873
Marsana 081393897116
Abu Rifqi 081904578876

Putri :
Ummu Yahya 081904581331
Ummu Hamid 08562522344

Penyelenggara : Majelis Ta'lim Nashirussunnah, Karang Anyar
Ma'had Tahfidz Al Ausath, Gotanon, Jaten, Karang Anyar

Demikian informasi ini semoga bermanfaat.

Dauroh Du'at II Peduli Merapi: Satu Peserta Kajian Satu Kilogram Beras


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Dalam rangka mengurangi beban bagi kaum muslimin yang tertimpa musibah meletusnya Gunung Merapi, panitia Dauroh Du'at II dan Donasi Bencana Merapi Radio Suara Quran 94.4 FM Solo membuka posko bantuan Merapi di lokasi Dauroh Dua't II. Panitia menghimbau bagi para peserta Dauroh Du'at II untuk membawa beras minimal 1 Kg (membawa lebih juga boleh, sedikit pun tetap diterima). Beras tersebut insya Allah akan diberikan kepada saudara-saudara kita kaum muslimin korban Merapi. Jazakumullahu khairan.


Selain itu, bagi ikhwan dan akhawat yang ingin berpartisipasi menyukseskan acara Dauroh Du'at II, bisa menyalurkan donasinya melalui nomor rekening:
BCA 3940147955 atas nama Ahmad Sarsito, Amd.

Silakan konfirmasi donasi Anda melalui SMS dengan format:
Nama#Alamat#Jumlah Donasi
Kirim ke nomor HP: 081329045923

Semoga Allah membalas kebaikan kita semua dengan balasan terbaik di dunia dan akhirat. Jazakumullahu khaira.
Proposal bisa dilihat di http://www.facebook.com/l/7ff60Hut_zHgAIpq7yJcjcy-_Vw;salafiyunpad.wordpress.com/2010/12/13/donasi-dauroh-duat-solo/ atau http://www.facebook.com/l/7ff60TKmp4bBLno87X8kuDl1Q-w;suaraquran.com/dauroh-duat-ii-solo-25-26-desember-2010/

Informasi lengkap dauroh Du'at:

Hadirilah
Dauroh Du'at II
"Memahami Prinsip Dakwah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam"
lanjutan pembahasan kitab "Usus Manhaj Salaf fi Da'wati Ilallah"

Waktu dan Tempat Pelaksanaan:
Sabtu-Ahad, 25-26 Desember 2010
Bertempat di Kompleks Masjid An-Nuur, Karangpandan, Karanganyar, Solo
Jl. Solo-Tawangmangu, Km 27, sebelah barat kantor kecamatan Karangpandan

Pemateri:
# Kajian Pembuka "Pentingnya Ilmu dalam Berdakwah"
Bersama Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin, Lc. (Pimpinan Ma'had Imam Bukhari, Solo / Pimpinan Umum Majalah As-Sunnah)
Sabtu (25/12) Pukul 15.00 s.d. 16.30 WIB

# Pembahasan Kitab "Usus Manhaj Salaf fi Da'wati Ilallah"
1. Ustadz Abdullah Taslim, M.A. (Lulusan Magister Hadits Universitas Islam Madinah, KSA)
Sabtu (25/12) Pukul 16.30 s.d. 21.00 WIB

2. Liqo' Du'at Bersama Ustadz Aris Sugiyantoro (Pimpinan Ma'had Al-Ukhuwah, Sukoharjo / Murid Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin)
Ahad (26/12) Ba'da Subuh s.d. 08.00 WIB

3. Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A. (Rektor STDI Imam Asy-Syafi'i, Jember, Jawa Timur)
Ahad (26/12) Pukul 08.00 s.d. 14.30 WIB

Dauroh ini terbuka untuk umum, muslim dan muslimah

# Buku materi (kitab Arab/ terjemahan) disediakan di tempat kajian.
# Peserta menginap khusus putra, biaya Rp 20.000,-
Pendaftaran peserta menginap via SMS ketik: NAMA#ALAMAT#UMUR kirim ke 081329215149

Rute Bus kota:
Dari Jogja/Semarang/Jakarta: Dari Terminal Tirtonadi Solo, naik bus jurusan Tawangmangu, turun di Masjid An-Nuur Karangpandan
Dari Sragen/Madiun/Surabaya: Dari Palur, naik bus jurusan Tawangmangu turun di lokasi kajian (sebelah kanan jalan)

Penyelenggara:
Forum Dakwah Suara Quran Surakarta
Ma'hadul Uluum Karanganyar
CP: 085293155252 - 081329777662

Kajian Islam Ilmiyyah [Solo, 2 Januari 2011]

Hadirilah......!!!

Kajian Islam Ilmiyyah
Gratis Untuk Umum Putra dan Putri

Bersama Al Ustadz Afifi Abdul Wadud
(Dari Yogyakarta)

Hari/Tgl : Ahad, 2 Januari 2011
Waktu : 08.30 WIB  -Selesai



Dengan Tema :
"Tegar Sampai Mati"

Tempat : Masjid Umar bin Khaththab, Jl Amarta Raya Ngabeyan Kartasura Sukoharjo.

Informasi : Abu Abdirrahman (0898 520 1542)


Penyelenggara :
Ta'mir Masjid Umar bin Khaththab

Bimbingan bagi Para Pemuda yang Ingin Kembali ke Jalan Allah


Oleh: Asy Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Soal:
Saya adalah seorang pemuda yang ingin bertaubat, kembali ke jalan Allah. Apa yang harus saya lakukan agar bisa menjauh dari perbuatan maksiat?


Jawab:
Bertaubat kepada Allah adalah perkara yang wajib, demikian juga bersegera dalam taubat adalah perkara yang wajib. Tidak boleh mengakhirkan taubat sampai terlambat, karena seseorang tidak tahu kapan maut menjemputnya.
Allah ta’ala berfirman,
{إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوَءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُوْلَـئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ}
“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kebodohan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang taubatnya diterima Allah.” (An Nisa: 17)
Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,
(أتبِعِ السَّيِّئة الحسنة تَمحُها)
“Ikutilah kejelekan dengan kebaikan, dia akan menghapuskan kejelekan itu.” (HR. At Tirmidzi dalam Sunannya [6/204], dari hadits Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu)
Mengikuti kebaikan di sini maknanya adalah bersegera, karena termasuk dari adab taubat adalah bersegera dan tidak mengakhirkannya.
Demikian juga jika Anda bertaubat kepada Allah, hendaknya Anda menjauhi sebab-sebab yang dapat menjerumuskan diri Anda ke dalam perbuatan dosa. Jauhilah teman yang jelek, jauhi teman duduk yang jelek, karena merekalah yang menyebabkan Anda terjerumus ke dalam dosa-dosa.
Pergilah Anda kepada orang-orang yang shalih, duduklah bersama mereka, hadirlah di majelis-majelis ilmu, bersegera datang ke masjid, memperbanyak membaca Al Qur’an dan berzikir kepada Allah subhanahu wata’ala. Inilah yang sepantasnya diperbuat oleh seseorang yang bertaubat kepada Allah: menjauhi segala sebab kemaksiatan, dan mendekatkan diri dengan perkara-perkara yang baik serta sebab-sebab keta’atan.
(Sumber: Al Muntaqa min Fatawa Asy Syaikh Al Fauzan, Jilid I, no 168)

Donasi Daurah Du'at II [25-26 Desember 2011]

Alhamdulillah, setelah sukses menyelanggarakan Dauroh Du’at I pertengahan tahun 2010 yang lalu -dengan izin dan taufiq dari Allah-, insya Allah Forum Suara Quran Surakarta kembali akan menyelenggarakan Dauroh Du’at II yang insya Allah akan diselenggarakan selama dua hari, yaitu 25-26 Desember 2010.
Bagi ikhwan dan akhowat yang ingin berpartisipasi menyukseskan acara ini, bisa menyalurkan donasinya melalui nomor rekening:
BCA 3940147955 atas nama Ahmad Sarsito, Amd.
Silakan konfirmasi donasi Anda melalui SMS dengan format:
Nama#Alamat#Jumlah Donasi
Kirim ke nomor HP: 081329045923
Semoga Allah membalas kebaikan kita semua dengan balasan terbaik di dunia dan akhirat. Berikut ini adalah proposal donasi dakwah Daurah Du’at II. Jazakumullahu khairan.

===========

FORUM SUARA QURAN SURAKARTA
FORUM KOMUNIKASI KAJIAN ISLAM WILAYAH SURAKARTA
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إن الحمد لله نحمده و نستعينه و نستغفره ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا ، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلن
تجد له ولياً مرشداً، وأشهد أن لا إله الله وأشهد أن محمد عبده ورسوله.أما بعد ، فإن خير الكلام كلام الله ، وخير الهدي هدي محمد وشر الأمور محدثاتها ، وكل محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار .
Sesungguhnya menyerukan agama Allah adalah sesuai dengan cara-cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para pengikutnya. Bahkan, menyerukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan cita-cita para rasul dan seluruh pengikutnya untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya terang, dari kekufuran rnenuju keimanan, dari kemusyrikan menuju ketauhidan dan dari neraka menuju surga. Tidaklah layak orang-orang yang bodoh menjadi seorang da’i, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam,”Katakanlah, ‘Inilah jalan (agama)-ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata.’” (QS. Yusuf : 108).
Dalam rangka meningkatkan kualitas keilmuan para da’i Salafiyyin di Solo dan sekitarnya, kami berencana akan mengadakan kajian Dauroh Du’at ke-2 selama dua hari, yaitu Sabtu-Ahad, 25-26 Desember 2010 dengan mengundang 100 peserta. Materi dalam dauroh ini melanjutkan pembahasan kitab Usus Manhaj Salaf fi Dakwati Ilallah yang insya Allah akan disampaikan oleh Ustadz Dr. Ali Musri M.A, Ustadz Abdullah Taslim, M.A dan Ustadz Aris Sugiyantor, bertempat di Kompleks Masjid An-Nuur, Karangpandan, Karanganyar.
Untuk menyukseskan acara ini, kami mengajak Bapak/Ibu untuk ikut berpartisipasi dalam acara ini, yaitu sebagai donatur, tentunya setelah berharap bantuan dan kemudahan dari Allah. Rincian dana yang dibutuhkan ada pada halaman lampiran. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan dalam menyukseskan acara ini, dan membalas kebaikan Bapak/Ibu dengan sebaik-baik balasan. Atas perhatian dan bantuannya kami ucapkan jazakumulah khairan.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Surakarta, 6 November 2010
Mengetahui,
Ketua Panitia Penasihat
Amirulhuda Romadhoni Ustadz Aris Sugiyantoro

==================
DAUROH DU’AT SURAKARTA
19-20 MUHARRAM 1432 H/25-26 DESEMBER 2010
MASJID AN-NUUR KARANGPANDAN KARANGANYAR
SUSUNAN PANITIA INTI

1. Penasihat
- Ustadz Ahmas Faiz Asifuddin (Pimpinan Ma’had Imam Bukhari)
- Ustadz Aris Sugiyantoro (Pimpinan Ma’had Al-Ukhuwah)

2. Ketua
- Amirulhuda Romadhoni (Sragen)
- Pudi Abu Muhammad (Kartasura)

3. Sekretaris
- Abu Yumna (Klaten)

4. Bendahara
- Yusuf (Solo)

5. Acara
- Ustadz Adi Abdul Jabbar (Ma’had Imam Bukhari)
- Ustadz Agus Santoso (Ma’had Imam Bukhari)

6. Humas
- Ustadz Abdul Qahhar (Radio Suara Quran)

7. Transportasi
- Ma’hadul Uluum Karanganyar

8. Panitia Pelaksana
- Ma’hadul Uluum Karanganyar

============
ANGGARAN DANA

A. PEMASUKAN
Kontribusi Peserta Undangan (100 x Rp.10.000) : Rp 1.000.000
Pengumpulan Infaq : Rp 4.000.000
Donatur : Rp 4.500.000

B. PENGELUARAN
Kesekretariatan : Rp. 500.000
Perlengkapan : Rp 1.000.000
Akomodasi Pemateri : Rp 5.000.000
Transportasi : Rp 1.000.000
Sound System : Rp 500.000
Konsumsi Peserta (3 x 100 x Rp. 5.000) : Rp 1.500.000 +
TOTAL Rp 9.500.000


Contact Person: 0852 931 55252

Jadwal Kajian Klaten

1 ) Ahad ke-1, 3, 4, dan 5 Pagi (06.30 – 08.00)
Tempat : Masjid AL-ITTIBA’ Yayasan Mutiara Hikmah, Tlogorandu, Juwiring, Klaten
Ustadz : Muhammad Wasitho, Lc (*)
Materi : Hadits, Fiqih dan Manhaj
Peserta : Umum (putra dan putri)
(*) Alumnus Fakultas Hadits Islamic University Of Madinah, KSA,
Pendiri/Pembina Yayasan Mutiara Hikmah, dan Staf Pengajar di Ma’had Ukhuwah, Sukoharjo, Jateng, Dewan Redaksi Majalah Pengusaha Muslim, Kontributor Majalah Nikah Sakinah)



2 ) Ahad ke-2, Pagi (06.30 – 08.00)
Tempat : Masjid AL-ITTIBA’ Yayasan Mutiara Hikmah, Tlogorandu, Juwiring, Klaten
Ustadz : Abdurrahman Abu Ahmad Al-Hafizh (**)
Materi : 10 Hak dalam Islam
Peserta : Umum (putra dan putri)
(*)Pengasuh Pondok Putri Ma’had Ukhuwah Sukoharjo, Jawa Tengah.

3 ) Selasa ke-1 dan 3, malam (20.00 – 21.30)
Tempat : Masjid AL-HIKMAH, Tlogorandu, Juwiring, Klaten
Ustadz : Uthon Fauzi, Lc (***)
Materi : Akhlaq dan Adab
Peserta : Putra (remaja/bapak2/Ikhwan)
(***) Alumnus Fakultas Dakwah Islamic University Of Madinah, KSA,
Ketua Yayasan Mutiara Hikmah dan Staf Pengajar di Ma’had Islamic
Center Bin Baz, Yogyakarta.

4 ) Selasa ke-2, 4 dan 5, malam (20.00 – 21.30)
Tempat : Masjid AL-HIKMAH, Tlogorandu, Juwiring, Klaten
Ustadz : Muhammad Wasitho, Lc
Materi : Hadits (Arba’in Nawawi) dan Al-Aqidah Al-Wasithiyah
Peserta : Putra (remaja/bapak2/Ikhwan)

5 ) Jum’at Ke-1, 2, 3, 4 dan 5, malam (20.00 – 21.30)
Tempat : Masjid AL-HIKMAH, Tlogorandu, Juwiring, Klaten
Ustadz : Muhammad Wasitho, Lc
Materi : Tafsir Al-Qur’an (Juz ‘Amma dan Ayat-ayat Pilihan)
Peserta : Putra (remaja/bapak2/Ikhwan)

6 ) Rabu Ke, 1, 2,3, 4 dan 5 Malam (20.00 – 21.30)
Tempat : Studio Radio Suara Qur’an Sukoharjo, Jawa Tengah.
Ustadz : Muhammad Wasitho, Lc
Materi : Aqidah (Ushul As-Sunnah, Karya Imam Ahmad bin Hanbal)
Peserta : Umum, Para Pendengar Radio SQ, 94.4 FM (LIVE).

NB:
-         Bila ada perubahan jadwal kajian/materi/ustadz, kami akan informasikan di blog ini, insya Allah.
-         CP. 081548402244 (Abu Fawaz)

Baiklah Jika Anda Masih Belum Bisa Meninggalkan Lagu&Musik, Simaklah Kisah Berikut Ini


Semoga Bermanfaat setelah anda membacanya dan terketuklah hati kita untuk sesegera mungkin bertaubat...

Tatkala masih di bangku sekolah, aku masih hidup bersama kedua orang tuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do'a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang. Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri : "Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar mengherankan!" Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan…Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk bermunajat kepada Allah.


Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasehat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing. Di sana aku tak mendengar lagi suara bacaan Al Qur'an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati. Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan. Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi. Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas. Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.

Ketika kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengalihkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban. Kejadian yang sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil dalam kondisi sangat kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.

Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat. Ucapkanlah “LAA ILAAHA ILLALLAAH… LAA ILAAHA ILLALLAAH…" perintah temanku. Tetapi sungguh mengherankan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding. Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat. Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi…keduanya tetap terus saja melantunkan lagu. Tak ada gunanya…Suara lagunya semakin melemah…lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak…keduanya telah meninggal dunia.

Kami segera membawa mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama perjalanan hanya ada kebisuan, hening. Kesunyian pecah ketika temanku memulai berbicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su'ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata : "Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia". Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir dan batin. Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat. Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat khusyu' sekali. Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu.

Aku kembali pada kebiasaanku semula…Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.

Kejadian yang menakjubkan…Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…Sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku. Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota. Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.

Aku dengan seorang kawan, -bukan yang menemani- ku pada peristiwa yang pertama-cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapat penanganan. Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya. Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an…dengan suara amat lemah. "Subhanallah!" dalam kondisi kritis seperti itu, ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati.

Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan Al-Qur'an seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: "Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu…apalagi aku sudah punya pengalaman". Aku meyakinkan diriku sendiri. Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur'an yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rongga. Tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, detak jantungnya, nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia. Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Ku kabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.

Sampai di rumah sakit…kepada orang-orang di sana, kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya.

Salah seorang petugas rumah sakit menghubungi rumah laki-laki tersebut*. Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan sebetulnya laki-laki tersebut hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin. Di sana ia juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil. Bila ada yang mengeluhkan padanya tentang kejenuhan dalam perjalanan, ia menjawab dengan halus. “Justru saya memanfaatkan waktu perjalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian, aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan.” kata laki-laki tersebut. Aku ikut menyalati jenazah dan mengantarnya sampai ke kuburan. Dalam liang lahat yang sempit, ia dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat. “Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah.” Pelan-pelan, kami menimbuninya dengan tanah...Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu, sesungguhnya dia akan ditanya...Ia menghadapi hari petamanya dari hari-hari akhirat...

Dan aku...sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia. Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidup yang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga.

Amin...

Sumber: “Saudariku, apa yang menghalangimu untuk berhijab?”
Oleh : Syaikh Abdul Hamid Al Bilaly.

Kajian Islam [Semarang, 27 Desember 2010-2 Januari 2011]

Hadirilah....!!!

Kajian Islam bersama Para Ustadz Ahlussunnah wal Jama'ah
Gratis Untuk Umum Pria dan Wanita...

Insya Allah akan di buka oleh Walikota Semarang
Drs. H. Sumarmo Hs, M.Si

Tempat : Masjid Baiturrahman Simpang Lima Semarang



Waktu :
- Jam 10.00-13.00 WIB
- Jam 15.00-20.00 WIB

Pemateri :
1. Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi (Makasar)
- Bekal Pertanyaan Alam Kubur (Kitab Ushulust Tsalatsah)
- Empat Kaidah Dalam Bertauhid (Kitab Al Qowaidul Arba')
- Waktu : Senin-Rabu, 21-23 Muharram 1432 H/ 27-29 Desember 2010

2. Al Ustadz Andul Barr Kaisenda (Jakarta)
- Pembatal-pembatal Keislaman (Kitab Nawaqidh Al Islam)
- Waktu : Kamis-Jum'at, 24-25 Muharram 1432 H/ 30-31 Desember 2010

3. Al Ustadz Ali Basuki (Jakarta)
- Enam Pilar Kemuliaan Islam (Kitab Ushulus Sittah)
- Waktu : Sabtu-Ahad, 26-27 Muharram 1432 H/ 1-2 Desember 2011

Fasilitas : Kitab, Bloknote dan Alat Tulis.

Contac Person : Samodra, ST (081 325 888 015) dan Abu Zaki (024 7025 2246)
 
Diselenggarakan Oleh :
- Majlis Ta'lim Al Barokah Semarang

Didukung oleh :
CV. Barokah Abadi Semarang

Kajian Islamiyyah [Pekalongan, 17 Desember 2010]

Hadirilah......!!!

Daurah Islamiyyah
Gratis Untuk Umum Putra dan Putri

Bersama Al Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri
(Alumni S3 Universitas Islam Madinah Saudi Arabia)

Hari/Tgl : Jum'at, 17 Desember 2010
Waktu : 16.00 WIB-Selesai

Dengan Tema :
1. "Sanjungan Maut" (Ba'da Ashar)
2. "Meneladani Rumah Tangga Nabi" (Ba'da Maghrib)


Beliau Juga sebagai Khotib Sholat Jum'at.


Tempat : Masjid Imam Syafi'i, Jl. Toba No. 30, Pekalongan

Informasi :
- Muflih (085 742 493 157)
- Bari Musthofa (085 876 177 804)


www.ahlussunnah-batang.blogspot.com

Salafiyyah dan Politik

Oleh: Syaikh Salim bin 'Ied Al Hilaly 

Sesungguhnya salafiyah meniadakan untuk uluran apa saja kepada Hizbiyah Siasiyyah (gerakan politik) yang menjadikan kekuasaan sebagai tujuan dan bukan sebagai wasilah (perantara), mereka yang berusaha mencapai kekuasaan dengan segala makar, kelicikan dan tipu daya, serta menjadikan Islam sebagai syiar (simbol). Jika mereka telah mencapai apa saja yang diinginkan, merekapun berpaling dari jalan Islam !

Yang demikian itu karena makna politik didalam benak mereka adalah : “kemampuan memperdaya dan menipu, dan seni membentuk jawaban-jawaban yang bermuatan (politis), serta perbuatan-perbuatan yang mempunyai halusinasi, yang diibaratkan dalam bentuk bejana yang diletakkan didalamnya baik itu warna, rasa dan baunya.”

Politik seperti ini dalam pandangan salafiyyin (mereka yang mengikuti pemahaman salafus shalih) serupa dengan kemunafikan ; karena dalam politik seperti ini ada sikap tidak konsisten pada aqidah, mereka mengotori jiwa Islam, merusak keimanan, melepaskan ikatan Al-Wala' (loyalitas) dan Al-Bara' (kebencian), serta menipu kaum muslimin, para dai yang fajir (jahat) tersebut menjadikan politik sebagai tangga saja, mereka menggembor-gemborkan dakwaan untuk menolak kedzaliman, menolong kaum muslimin, meringankan bahaya atau menghilangkan kemungkaran. Dan kami telah melihat kebanyakan mereka itu berubah dan tidak merubah. Dan orang yang berbuat seperti cara mereka, tidak akan keluar dengan selamat dari permainan politik, dan tidak akan kembali dengan kemenangan.

Akan tetapi hal ini tidak berarti bahwa salafiyah (dakwah yang menyeru kepada Al Qur’an dan sunnah dengan pemahaman sahabat nabi) tidak memperhatikan urusan kaum muslimin, tidak memahami keadaan/kondisi mereka, tidak berusaha dengan sunguh-sungguh memulai kehidupan Islam yang berlandaskan kepada Manhaj Nubuwah (ajaran nabi), kemudian setelah itu mewujudkan hukum Allah dimuka bumi, agar agama itu seluruhnya menjadi milik Allah tiada sekutu bagi-Nya, agar tersebar keadilan dimana-mana. Oleh karena itu salafiyah menjadikan hal diatas sebagai salah satu dari tujuan-tujuannya, berusaha merealisasikan, beramal untuk mencapainya, serta mengajak kaum muslimin, khususnya para da’i “salafi” untuk bersatu diatasnya, agar kalimat mereka satu.

Meskipun demikian, kami melihat sebagian orang yang masih ingusan, menyangka/menuduh bahwasan dakwah salafiyah pada saat ini tidak ada politik didalam manhajnya ! dia beralasan bahwa memulai kehidupan Islam bukan dari tujuan mereka, yang tercantum pada sampul belakang kitab-kitab mereka.

Sesungguhnya tuduhan ini hanyalah untuk merobohkan dakwah Salafiyyah, sekalipun ia berusaha mengatakan akan mendirikannya, semua itu ia lakukan untuk mengelabui teman-temannya. Dibawah ini ada keterangan yang sepatutnya untuk diketahui :
1. Sesungguhnya memulai kehidupan Islam diatas Manhaj Nubuwah (ajaran nabi) dan menumbuhkan masyarakat Rabbani, dan merealisasikan hukum Allah dimuka bumi adalah hal yang ditegaskan oleh dakwah salafiyah dengan (tiada rasa harap dan takut), karena dakwah salafiyah akarnya kembali kepada generasi sahabat, dan metodenya adalah dasar-dasar yang telah ditetapkan oleh ulama Rabbani. Manhaj salafiyah dalam merubah adalah seperti para sahabat nabi dan ulama, yaitu dengan mengikuti sunnah bukan berbuat bid’ah. Dan manhaj seperti ini bertolak belakang dengan dakwah-dakwah masa kini yang mendakwahkan telah mendahului dalam segalanya dan dakwah-dakwah ini bagaikan tunas yang telah dicabut akar-akarnya dari permukaan bumi tidak dapat tegak sedikitpun.
2. Sesungguhnya tujuan umum yang ditegaskan dakwah salafiyyah semuanya untuk merubah (kepada yang baik) :
- Mengembalikan umat kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan pemahaman sahabat Nabi , ini adalah merubah kondisi umat.
- Membersihkan kotoran yang masih melekat pada kehidupan kaum muslimin berupa kesyirikan dengan berbagai macam bentuknya. Memperingatkan mereka dari perbuatan bid'ah yang munkar dan pemikiran-pemikiran batil yang masuk, mensucikan sunnah dari riwayat-riwayat yang dha’if dan palsu yang mengotori kebersihan Islam dan menghalangi kemajuan kaum muslimin, ini dalam rangka merubah kondisi umat.
- Menyeru kaum muslimin untuk mengamalkan hukum-hukum Islam, berhias dengan keutamaan-keutamaan dan adab-adab agama yang membuahkan ridha Allah didunia dan akhirat, serta mewujudkan kebahagiaan dan kemuliaan bagi mereka : ini juga dala rangka merubah kondisi umat.
- Dan sesungguhnya menghidupkan ijtihad yang benar sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah serta pemahaman sahabat Nabi untuk menghilangkan sikap fanatik madzhab, serta melenyapkan fanatik golongan agar kaum muslimin kembali bersaudara, dan bersatu diatas ajaran Allah sebagai saudara, ini juga merubah kondisi umat.
3. Ini yang pertama, adapun hal lainnya, sesungguhnya tujuan-tujuan itu semuanya untuk memulai kehidupan Islam akan tetapi diatas manhaj Nubuwah (metode nabi), dan penyebutan masalah ini pada pembahasan setelahnya adalah termasuk dalam bab penyebutan hal yang khusus sesudah hal yang umum.
4. Adapun sesudah itu sesungguhnya salafiyin menempuh manhaj (metode) perubahan berdasarkan Al-Qur'an yang tidak terdapat kebatilan didalamnya yaitu firman Allah :

"Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sebelum mereka merubah diri-diri mereka." (Ar-Ra'du 11)
Maka medan perubahan ini adalah jiwa-jiwa manusia agar jiwa-jiwa itu tegak, istiqomah diatas manhaj Allah , dan siap untuk menjadi pemimpin.
Allah telah berjanji untuk mengokohkan (Islam dan kaum muslimin) tapi dengan syarat mereka mau merubah diri-diri mereka sendiri :

"Jika kalian menolong Allah niscaya Allah akan menolong kalian dan mengokohkan kedudukan kalian." (Muhammad 7)
Oleh karena itu kami melihat guru kami Syaikh Al-Albani memuji kata-kata yang masyhur dibawah ini :

"Tegakkanlah daulah Islam dalam jiwa-jiwa kalian niscaya daulah Islam itu akan tegak dibumi kalian."
Beliau memuji kalimat tersebut karena sesuai dengan Al Qur’an dalam metode memperbaiki masyarakat bukan lantaran beliau terpengaruh dengan pencetusnya.

Barangkali ada orang yang akan berkata : Sesungguhnya metode “Tasfiyah dan Tarbiyah” (mensucikan dan mendidik) itu tidak jelas, untuk orang-orang seperti ini telah dikatakan : "Sesungguhnya manhaj ini lebih terang dari matahari akan tetapi terkadang mata mengingkari cahaya matahari karena tertutup dengan debu."

Sesungguhnya manhaj ini adalah metode Rasulullah yang Allah mengutus beliau untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya dan melahirkan umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, menyuruh kebaikan serta melarang kemungkaran dan beriman kepada Allah :

"Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya pada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (As-Sunnah)." (Al-Jumu'ah 2)
Sesungguhnya ini adalah ilmu dan tazkiyah (pensucian) dan kita tidak akan memperoleh ilmu kecuali dengan tasfiyah (pemurnian), dan sekali-kali tidak akan bisa mewujudkan pensucian melainkan dengan tarbiyah (mendidik).
Ini adalah pemahaman para pewaris Nabi, umat yang adil, yang mana Allah menyingkapkan kekaburan dengan mereka dan menghilangkan serta menghancurkan kezaliman, sebagaimana hal ini disebutkan dalam hadits yang hasan :

"Ilmu ini akan dibawah oleh orang-orang yang adil, mereka meniadakan penyimpangan orang-orang yangmelampaui batas, melenyapkan orang-orang yang batil dan orang-orang yang bodoh."
Manhaj salaf menyelamatkan para pemuda/generasi umat dari jaring-jaring hizbiyyah, sebagaimana dalam hadits Bukhari dan Muslim :

"Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sesudah Allah memberikan kepada kalian akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan kematian para ulama hingga jika tidak tersisa seorang ulama manusia menjadikan pemuka-pemuka mereka orang-orang yang bodoh lalu mereka ditanya maka mereka berfatwa tanpa ilmu hingga mereka menyesatkan dan mereka sendiri tersesat."
Dakwah salafiyah tidak mengarahkan untuk bentrok (secara frontal) dengan para penguasa dan undang-undang karena dakwah ini menginginkan perbaikan dan bersungguh-sungguh dalam memperbaiki. Karena hukum dan penguasa bukanlah tujuan menurut dakwah salafiyah tetapi hal itu adalah wasilah / sarana untuk beribadah kepada Allah semata dan agar agama ini menjadi milik Allah seluruhnya.

Bentrok dengan penguasa / kudeta dapat mengakibatkan urusan yang lebih besar, jika tidak percaya maka lihatlah fakta!
Demikian juga sesungguhnya peraturan Islam harus mempunyai penopang dan pembela dari rencana busuk musuh-musuh Islam dan para dai yang menghalangi jalannya :

“Dialah yang menguatkanmu dengan pertolongan-Nya dan dengan orang-orang yang beriman.” (Al anfal : 62)
Dan tidaklah kaum muslimin menjadi penopang para rasul sesudah Allah, melainkan jika mereka terdidik diatas manhaj Rasulullah dan sahabat-sahabat beliau (semoga Alla h meridhai mereka)..(contoh) jihad Afghanistan, jihad ini mempunyai pembela dan penopangnya dari rakyat Afghanistan...akan tetapi kaidah tasfiyah dan tarbiyah ini terlalaikan dengan perlawanan (terhadap musuh) sebelum tarbiyah, sehingga tatkala mencapai singgasana kekuasaan bercerai-berailah sesudah sebelumnya kuat, bermusuhan diantara mereka dan mereka menjadi lemah, dan hilang kekuatan mereka, runtuh dan hancur, dan para musuh pengintai mereka menunggu kesempatan....

Jika demikian (kenyataannya) haruslah dilakukan tashfiyah (pembersihan) dan tarbiyah (pendidikan) diatas manhaj Nabawi yang bersih yang terlahirkan darinya generasi yang menjadikan Muhammad dan para sahabatnya sebagai panutan.
Disamping itu sesungguhnya salafyin tidak mengingkari orang-orang yang melakukan perubahan, akan tetapi mereka mengingkari metode perubahan, yang tidak bisa “mengenyangkan dan tidak bisa menghilangkan rasa lapar”, bahkan orang-orang yang tergesa-gesa dan orang-orang yang mengambil manfaat (dunia) menaiki metode itu untuk mengorbankan para pemuda muslim, mereka membuat kerusakan yang pada akhirnya mereka berguguran di sarang musuh dengan sebab ketergesa-gesaan mereka, dan sunnah Allah menimpa mereka sebagaimana yang dikatakan para ulama :

"Barangsiapa tergesa-gesa sebelum waktunya maka diharamkan mendapatkannya."

Salafiyyun menolak metode-metode yang mendukung ahli batil serta menghina kaum muslimin menjadikan kaum muslimin berpecah-pecah, berkelompok-kelompok (berpartai-partai), permusuhan diantara mereka sangat sengit. Kemudian dilecehkannya aqidah serta syariat Islam.

Inilah yang diingkari salafyyin, dan mereka selalu memperingatkan darinya, pendorong mereka dalam hal ini seluruhnya adalah firman Allah :

"Aku tidak bermaksud kecuali mendatangkan perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada petunjuk bagiku melainkan denga pertolongan Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nyalah aku kembali." (Hud : 88)
Dan Allahlah yang menjanjikan……..

Maraji':
Diterjemahkan dari majalah al-Asholah edisi 18 hal 29

Siapakah Yang Berhak Berpolitik?? Dan Kapan??

Oleh : Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Menyibukkan diri dengan politik pada saat ini adalah membuang-buang waktu ! Meskipun kami tidak mengingkari adanya politik dalam Islam, hanya saja dalam waktu yang sama kami meyakini adanya tahapan-tahapan syar'i yang logis yang harus dilalui satu per satu.

Kami memulai dengan aqidah, yang kedua ibadah, kemudian akhlak, dengan mengadakan pemurnian dan pendidikan, kemudian akan datang suatu hari dimana kita pasti masuk dalam fase politik secara syar'i, karena berpolitik berarti mengatur urusan-urusan umat. Dan yang mengatur urusan-urusan umat ? Bukanlah Zaid, Bakar, ataupun Umar, yang mendirikan kelompok atau memimpin gerakan atau suatu jama'ah !! Bahkan urusan ini khusus bagi ulil amri yang dibaiat di hadapan kaum muslimin. Dia (ulil amri) lah yang diwajibkan mengetahui politik dan mengaturnya. Apabila kaum muslimin tidak bersatu -seperti keadaan kita saat ini- maka setiap ulil amri hanya berkuasa dan memikirkan sebatas wilayah kekuasaannya saja.


Adapun menyibukkan diri dalam urusan-urusan (politik) maka seandainya pun kita benar-benar mengetahui urusan-urusan tersebut, pengetahuan kita itu tidak memberi manfaat kepada kita, karena kita tidak memiliki keputusan dan wewenang untuk mengatur umat. Satu hal ini pun sudah cukup menjadikan usaha kita sia-sia.

Kami akan memberikan suatu contoh : Peperangan yang terjadi melawan kaum muslimin pada kebanyakan negeri-negeri Islam. Apakah bermanfaat jika kita menyulut semangat kaum muslimin untuk menghadapi orang kafir padahal kita tidak memiliki "jihad wajib" yang diatur oleh imam yang bertanggung jawab yang telah dibaiat ?! Tidak ada gunanya perbuatan tersebut. Kami tidak berkata bahwa menolong orang-orang yang tertindas itu tidak wajib, akan tetapi kami mengatakan bahwa menyibukkan diri dengan politik bukan sekarang waktunya. Oleh karena itu, wajib atas kita untuk mengajak kaum muslimin kepada dakwah, untuk memahamkan mereka kepada Islam yang benar dan mendidik mereka dengan tarbiyah yang benar.

Adapun menyibukkan mereka dengan urusan-urusan emosional yang menyentil semangat, maka hal itu termasuk dalam hal-hal yang dapat memalingkan mereka dari kemantapan dalam memahami da'wah yang wajib ditegakkan oleh setiap muslim mukallaf, seperti memperbaiki aqidah, ibadah, dan akhlak. Dan hal itu termasuk fardhu 'ain yang tidak bisa dimaklumi orang yang melalaikannya. Sedangkan urusan-urusan lain yang dinamakan pada saat ini dengan "fiqhul waqi" dan sibuk dengan urusan politik yang merupakan tanggung jawab ahlul halli wal aqdi, yang dengan kekuasaan mereka, mereka bisa mengambil manfaat dari hal yang demikian secara praktek. Adapun sebagian orang yang tidak memiliki kekuasaan, maka mengetahui politik dan menyibukkan mayoritas manusia dengan sesuatu yang penting daripada sesuatu yang lebih penting adalah termasuk sebagai hal-hal yang memalingkan mereka dari pengetahuan yang benar!.

Dan inilah yang kami rasakan sesungguhnya pada kebanyakan dari manhaj kelompok-kelompok dan jama'ah-jama'ah Islam pada saat ini. Dimana kami mengetahui bahwa sebagian mereka berpaling dari mengajari pemuda-pemuda muslim yang berkumpul disekitar da'i itu untuk belajar memahami aqidah, ibadah dan akhlak yang benar. Karena sebagian para da'i itu sibuk dengan urusan politik dan masuk ke parlemen-parlemen yang berhukum dengan selain apa-apa yang Allah turunkan!! Sehingga hal itu memalingkan mereka dari hal yang lebih penting dan mereka sibuk dengan hal-hal yang tidak penting dalam kondisi seperti sekarang ini.

Adapun tentang apa-apa yang termuat dalam pertanyaan yaitu tentang bagaimana seorang muslim berlepas diri dari dosa (tanggung jawab) atau bagaimana seorang muslim berperan serta dalam mengubah kenyataan yang pahit ini, maka kami katakan : Setiap muslim berkewajiban berbuat sesuai dengan kemampuannya masing-masing, seorang ulama mempunyai kewajiban yang berbeda dengan yang bukan ulama. Dan sebagaimana yang saya sebutkan dalam kesempatan seperti ini bahwa sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah menyempurnakan nikmat-Nya dengan kitab-Nya, dan dia menjadikan Al-Qur'an sebagai undang-undang bagi kaum mukminin. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Artinya : Maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahuinya". [Al-Anbiya : 7].

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menjadikan masyarakat Islam menjadi dua bagian yaitu orang yang berilmu dan yang bukan berilmu (awam). Dan Allah mewajibkan kepada masing-masing di antara keduanya apa-apa yang tidak Allah wajibkan kepada yang lainnya. Maka kewajiban atas orang-orang yang bukan ulama adalah hendaknya mereka bertanya kepada ahli ilmu. Dan kewajiban atas para ulama adalah hendaknya menjawab apa-apa yang ditanyakan kepada mereka. Maka kewajiban-kewajiban berdasarkan pijakan ini adalah berbeda-beda sesuai dengan perbedaan individu itu sendiri. Seorang yang berilmu pada saat ini kewajibannya adalah berda'wah mengajak kepada da'wah yang hak sesuai dengan batas kemampuannya. Dan orang yang bukan berilmu kewajibannya adalah bertanya tentang apa-apa yang penting bagi dirinya atau bagi orang-orang yang berada dibawah kepemimpinannya seperti istri, anak atau semisalnya. Sehingga apabila seorang muslim dari masing-masing bagian ini menegakkan kewajibannya sesuai dengan kemampuannya, maka dia telah selamat, karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.

"Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya". [Al-Baqarah : 286]

Kami -dengan sangat prihatin- hidup ditengah-tengah penderitaan dan kejadian-kejadian tragis yang menimpa kaum muslimin yang tidak ada bandingannya dalam sejarah, yaitu berkumpul dan bersatunya orang-orang kafir memusuhi kaum muslimin, sebagaimana yang dikhabarkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam seperti dalam hadits beliau yang dikenal dan shahih.

"Artinya : 'Telah berkumpul umat-umat untuk menghadapi kalian, sebagaimana orang-orang yang makan berkumpul menghadapi piringnya'. Mereka berkata : Apakah pada saat itu kami sedikit wahai Rasulullah ? Beliau menjawab : 'Tidak, pada saat itu kalian banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan, dan Allah akan menghilangkan rasa takut dari dada-dada musuh kalian kepada kalian, dan Allah akan menimpakan pada hati kalian penyakit Al-Wahn'. Mereka berkata : Apakah penyakit Al-Wahn itu wahai Rasulullah?. Beliau menjawab :'Cinta dunia dan takut akan mati". [Haadits Shahih, diriwayatkan oleh Abu Daud (4297), Ahmad (5/287), dari hadits Tsaubah Radhiyallahu anhu, dan dishahihkan oelh Al-Albani dengan dua jalannya tersebut dalam As-Shahihah (958)]

Kalau begitu, maka wajib atas para ulama untuk berjihad dengan melakukan tashfiyah dan tarbiyah dengan cara mengajari kaum muslimin tauhid yang benar dan keyakinan-keyakinan yang benar serta ibadah-ubadah dan akhlak. Semuanya itu sesuai dengan kemampuannya masing-masaing di negeri-negeri yang dia diami, karena mereka tidak mampu menegakkan jihad menghadapi Yahudi dalam satu shaf (barisan) selama mereka keadaannya seperti keadaan kita pada saat ini, saling berpecah-belah, tidak berkumpul/bersatu dalam satu negeri maupun satu shaf (barisan), sehingga mereka tidak mampu menegakkan jihad dalam arti perang fisik untuk menghadapi musuh-musuh yang berkumpul/bersatu memusuhi mereka. Akan tetapi kewajiban mereka adalah hendaknya mereka memanfaatkan semua sarana syar'i yang memungkinkan untuk dilakukan, karena kita tidak memiliki kemampuan materi, dan seandainya kita mampu pun, kita tidak mampu bergerak, karena terdapat pemerintahan, pemimpin dan penguasa-penguasa dalam kebanyakan negeri-negeri kaum muslimin menjalankan politik yang tidak sesuai dengan politik syar'i, sangat disesalkan sekali. Akan tetapi kita mampu merealisasikan -dengan izin Allah Subhanahu wa Ta'ala- dua perkara agung yang saya sebutkan tadi, yaitu tasfiyah (pemurnian) dan tarbiyah (pendidikan). Dan ketika para da'i muslim menegakkan kewajiban yang sangat penting ini di negeri yang menjalankan politiknya tidak sesuai dengan politik syar'i, dan mereka bersatu di atas asas ini (tasfiyah dan tarbiyah), maka saya yakin pada suatu hari akan terjadi apa yang Allah katakan :

"Artinya : Dan di hari itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah". [Ar-Ruum : 4-5]


[Disalin dari buku At-Tauhid Awwalan Ya Du'atal Islam, edisi Indonesia TAUHID, Prioritas dan Utama, oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hal 44-51, terbitan Darul Haq, Penerjemah Fariq Gasim Anuz]

Kajian Islamiyyah [UNDIP, Semarang, 8 Desember 2010]

Hadirilah...!!!

Kajian Islamiyyah Gratis untuk Umum Ikhwan dan Akhowat

Tema : "PEMUDA PEMINANG BIDADARI SURGA"

Pemateri : Al Ustadz Mahful, Lc. (Hafidzohullah)
Hari & Tanggal : Rabu, 8 Desember 2010
Waktu : Pukul 15.00-17.30 WIB
Tempat : Masjid Baitul 'Ilmi Fakultas Teknik UNDIP, Semarang

Live Radio Nurussunnah 107.7 FM

Penyelenggara :
- Panitia Kajian Bersama Mahasiswa Semarang
- Radio Nurussunnah 107.7 FM

Sekretariat Masjid Nurussunnah Bulusan, Tembalang-Semarang
Contact Person : 081 564 445 13