7 Tangan Di Balik Kudeta Mesir

7 Tangan Di Balik Kudeta Mesir

Judul : Al-Riddah `an al-Hurriyyah
Penulis : Muhammad Ahmad Rasyid

Militer Mesir tidak sendirian. Ternyata di balik kudeta militer atas Presiden Morsi pada 3 Juli lalu ada tujuh tangan yang bermain sehingga As Sisi berani mengumumkan kudeta yang kemudian menelan korban ribuan umat Islam. Siapakah mereka? Ustadz Muhammad Ahmad Rasyid melalui buku Al-Riddah `an al-Hurriyyah ini mengungkap wajah-wajah mereka beserta perannya.

1. Amerika
Peta kudeta yang terjadi di Mesir adalah peta buatan Amerika yang sudah cukup dikenal, dengan cara memperdaya militer setelah terjadi chaos, serta peran sosmed. Cara yang dilakukan adalah: mengumpulkan orang-orang jahil, para pelaku kriminal. Menyuntikkan dana kepada mereka. Kemudian meminta mereka turun ke jalan untuk memprotes kebijakan politik. Kemudian militer datang dengan melakukan kudeta, seolah-olah kudeta itu adalah sebagai jawaban dari keinginan rakyat, beriringan dengan peran sosmed yang memutarbalikkan fakta. Kemudian mengalirlah bantuan dana internasional, memberikan pinjaman untuk mengukuhkan kudeta dengan cara mengambil hati rakyat dengan memberikan kehidupan mewah yang sifatnya temporal dari sebagian bantuan tersebut, sementara sebagian yang lain digarong oleh para militer dan konco-konconya. Campur tangan Amerika, bukanlah sesuatu yang baru, dan juga bukan sebab kesalahan aktivis dalam memerintah, sebagaimana yang diyakini oleh sebagian orang.

2. Israel
Ahmad Rasyid menegaskan bahwa Israel memberikan saham mempercepatkan keinginan Amerika untuk menghancurkan pemerintahan DR. Morsi di Mesir. Dan Israel terus memaksa Amerika agar keinginan ini segera diwujudkan.

3. Negara Teluk
Ahmad Rasyid mengatakan bahwa harta kekayaan milik penguasa teluk terutama Saudi dan Emirat, telah digunakan untuk merusak citra Presiden Morsi. Mengapa? Karena mereka ini adalah sekutu Amerika dari satu sisi. Dan dari sisi yang lain kemunculan Mesir akan akan membuat rakyat mereka memberontak kepada penguasanya. Yang terpenting dari itu semuanya adalah aspek ekonomi yang cukup jelas kenapa negara teluk menyokong kudeta di Mesir. Aspek ekonomi itu nyata sekali pada “Proyek Terusan Suez” yang dijadikan oleh DR. Morsi sebagai proyek unggulannya. Proyek itu akan memberikan income kepada Mesir ratusan miliyar dolar setiap tahun dan akan memberikan 1.000.000 peluang pekerjaan bagi orang Mesir. Akan tetapi Emirat merasa bahwa proyek ini akan memberikan dampak buruk pada proyek yang ada di Dubai. Bukan saja memberikan dampak buruk bahkan bisa mematikan. Karena itu Emirat menyokong kudeta. Yang kelihatan sekali begitu penguasa kudeta berkuasa seminggu langsung projek Terusen Suez dibatalkan.

4. Syiah dan Rakyat Iran
Ahmad Rasyid juga menegaskan bahwa wajah Iran juga ada dalam kudeta di Mesir, ia mengatakan bahwa Iran berkongsi dalam tindakan kriminal ini. Merekalah yang mengatur agar semua Syiah Arab bangkit melawan Morsi. Sebagai buktinya adalah dukungan yang diberikan oleh Dr. Morsi terhadap Krisis Syiria, dan juga sikap Morsi yang menolak usulan-usulan Iran agar dibolehkan mereka untuk bebas menziarahi peninggalan-peninggalan Daulah Fathimiyyah.

5. Qibthi Nasrani
Qibthi Nasrani juga terlibat dalam mendukung kudeta, walaupun di sini Ahmad Rasyid menegaskan bahwa tidak semua qibthi demikian.

6. Islam Palsu
Mereka adalah para masyayikh yang mengubah kebathilan menjadi haq dan haq menjadi bathil.

7. Kaum Sekuler
Ahmad Rasyid menjelaskan bahwa tokoh-tokoh kudeta sekarang sudah punya hubungan intim dengan Amerika sejak masa Husni Mubarak. Sebut saja misalnya Baradai, Sabahi dan Amar Musa. Mereka ini punya hubungan yang kuat sebelumnya dengan Amerika, bahkan mereka telah menjadi bagian dari peta jalan mereka di Timur Tengah. Sebagai bukti laporan Baradai tengan senjata nuklir yang ada di Irak, dimana dia telah memuluskan jalan masuknya Amerika. Begitu juga dengan usaha Amar Musa untuk menekan HAMAS agar mengakui Negara Israel, dan berusaha untuk melupakan permusuhan dengan Israel. Begitu juga sokongan yang telah diberikan oleh Amerika kepada Sabahi, karena Amerika memandang bahwa Sabahi ini adalah orang yang paling bisa menolong karena banyak ide-ide Amerika yang diterima olehnya. Di samping itu juga PM Kudeta Hazim al-Bablawy, karena ternyata bahwa dia ini adalah salah seorang yang ikut menyokong pemindahan kekuasaan kepada Jamal Mubarak dari ayahnya. Ditambah lagi dengan negara-negara yang loyal kepada Mubarak, dimana mereka ini menjadi batu sandungan bagi Presiden Morsi dalam setiap langkah perbaikan yang ingin dilakukannya.

Kewajiban Dakwah
Dari sisi dakwah Ustadz Ahmad Rasyid meemfokuskan pembahasan pada “kewajiban dakwah setelah terjadi kudeta ini”, yaitu kontinu untuk demonstrasi damai, dan terus menjaga “kedamaiannya” sekalipun berjatuhan ratusan atau ribuan syuhada. Semuanya harus yakin bahwa ini adalah pilihan satu-satunya yang benar, yang cocok bagi Mesir pada hari-hari ini, dan pada tahapan ini, walaupun bisa jadi lebih sesuai cara yang lain (selain demonstrasi damai) di negara lain, baik secara syar`i maupun realitasnya, akan tetapi situasi Mesir berbeda. Yang diinginkan oleh musuh adalah kita bertindak “ganas” sehingga ada alasan mereka untuk memukul kita, menjadi kewajiban kita untuk “tidak memberikan” peluang ini kepada mereka.

Menjadi kewajiban dakwah juga “mentarbiyah pada duat dan penyokong dakwah dan yang loyal kepada dakwah untuk terus meningkatkan iman, `iffah dan menjaga akhlaq keprajuritan dan menanamkan rasa rindu untuk syahid di jalan Allah.”

Begitu juga kewajiban duat untuk menyebarkan kesadaran politik kepada rakyat melalui berbagai macam somed dan sarana tarbawiyyah, membangkitkan semangat untuk terus maju, berfikiran positif, selalu berada di garda terdepan, berani menantang untuk mengukir sejarah kehidupan”.

Beberapa Manfaat
Pada bagian akhir buku ini Ustadz Ahmad Rasyid menjelaskan beberapa manfaat. Bahwa beliau melihat bahwa kudeta telah memberikan dampak positif bagi dakwah, diantaranya:
1. Bahwa dakwah telah berhasil memperoleh loyalitas mayoritas rakyat Mesir, juga mayoritas masyarakat Arab, dan kaum muslimin di dunia Islam, dan juga kebanyakan masyakarat dunia di dunia ketiga, sama saja di Barat ataupun di Timur. Dan ini adalah tahapan baru bagi sebaran dakwah yang telah berhasil pertama sekali dalam sejarah dalam capaian sebesar ini.
2. Kita telah mendapatkan seorang “pahlawan” yang kaya dengan kebaikan, pemimpin Qur`ani, faqih, yang telah mengingatkan umat Islam semuanya bukan hanya di Mesir saja.
3. Kudeta ini telah melahirkan tingkat tertinggi dari pengerahan potensi kekuatan Islam, bersamaan dengan tingkat keyakinan yang paling tinggi terhadap nilai “kontribusi”, “pengorbanan”, “sabar”, “tsabat”, begitu juga kudeta ini telah meledakkan potensi wanita yang selama ini tersembunyi.
4. Kudeta menyingkap orang-orang yang menyelinap masuk ke dalam barisan Islam dan menimbulkan kedustaan.
Di akhir bukunya Ahmad Rasyid menegaskan pentingnya tsiqah kepada Allah bahwa masalah Mesir telah menjadi masalah umat Islam semuanya, kemenangan umat Islam di Mesir akan menjadi kunci bagi kemenangan berikutnya di seluruh negara. []

Resensi diterjemahkan dari EgyptWindow
Oleh Ustadz Usman Jakfar, Ketua Bidang Kaderisasi PIP PKS Malaysia


0 komentar:

Posting Komentar