Catatan Hitam, Iran Larang Muslim Sunni Rayakan Idul Adha

Catatan Hitam, Iran Larang Muslim Sunni Rayakan Idul Adha

Presiden Iran Rouhani (foto naharnet.com)
Kelompok hak asasi manusia (HAM) internasional, Human Right Work (HRW) memperingatkan Pemerintah Iran agar memenuhi janjinya dalam melindungi kebebasan beribadah kelompok minoritas Muslim Sunni.

Data HRW menunjukkan, hingga saat ini Iran masih memperlakukan Muslim Sunni secara diskriminatif. Pada Idul Adha 1434 H kemarin, misalnya. HRW mencatat ada puluhan agen berseragam petugas keamanan mengelilingi Masjid Shadiqiyah di sebelah barat laut Teheran, salah satu masjid terbesar dan paling penting untuk Muslim Sunni di provinsi Teheran.

Mereka mencegah jamaah Sunni memasuki masjid sehingga tidak dapat merayakan Idul Adha. Atas perlakuan diskriminatif itu, seorang Sunni dan mantan anggota parlemen melaporkannya kepada HRW.

Aktivis Sunni juga melaporkan, pasukan keamanan mencegah jamaah memasuki masjid di Saadatabad, di Teheran utara.

Selain itu, HRW juga menyertakan data-data pelanggaran terhadap HAM Muslim Sunni lainnya sejak beberapa tahun silam. HRW mendesak rezim Rouhani untuk mengakhiri diskriminasi tersebut.

"Sunni Iran harus diizinkan untuk mempraktikan agama mereka secara bebas, seperti halnya rekan-rekan syiah mereka," kata Direktur Timur Tengah HRW Sarah Leah Whitson yang dilansir di situs resmi HRW, Sabtu (9/11) lalu. [IK/bersamadakwah]

0 komentar:

Posting Komentar