Inilah 10 Media Islam Indonesia Terbesar di Awal 2014

Dakwatuna - Arrahmah - Islampos
Pertumbuhan media Islam online di Indonesia semakin pesat. Sepanjang 2013, tak kurang dari 20 media Islam baru lahir di Indonesia, menambah jumlah media Islam menjadi 70 web. Ada yang melesat tajam, ada pula yang akhirnya ‘syahid’ tidak bisa diakses lagi. Berpedoman pada alexa global, berikut ini 10 media Islam berbahasa Indonesia terbesar per 1 Januari 2014 ini:

1. dakwatuna.com (alexa global: 12.423)

2. arrahmah.com (alexa global: 16.268)

3. islampos.com (alexa global: 17.743)

4. voa-islam.com (alexa global: 18.693)

5. eramuslim.com (alexa global: 30.754)

6. bersamadakwah.com (alexa global: 37.523)

7. fimadani.com (alexa global: 52.391)

8. hidayatullah.com (alexa global: 60.568)

9. islamedia.web.id (alexa global: 83.899)

10. akhwatmuslimah.com (alexa global: 85.654)

Demikian 10 Media Islam Indonesia Terbesar di Awal 2014. Beberapa media yang sebelumnya masuk dalam daftar media Islam kini tidak masuk dalam daftar ini karena telah dimasukkan daftar lainnya. Misalnya Republika.co.id yang masuk dalam daftar media umum, nu.or.id masuk dalam daftar media organisasi, dan pkspiyungan.org masuk dalam daftar media partai. [IK/bersamadakwah]

Sebelum Meninggal, Aden "Edcoustic" Mimpi Dikafani

Aden "Edcoustic"
Jagad nasyid berduka. Aden, vokalis grup nasyid Edcoustic berpulang ke rahmatullah, Senin (30/12) malam.

Sebelum meninggal, pelantun nasyid "Muhasabah Cinta" ini mimpi aneh. Ia bermimpi dikafani dan dimasukkan ke liang lahat.

"Mimpi tadi malam malam kebayang terus. Dikafanin. Dimasukkan ke liang lahat. Jujur saya belum siap.." tulis Aden di akun twitternya @adenlife, 28 September lalu.

Sejumlah follower Aden pun mengomentari twit yang mengharukan tersebut. "Bayangan kang nanti kang, saya juga belum siap" tulis Defitriliana.

" Katanya yang mimpi meninggal gitu panjang umur kang. Aamiin," seorang follower lainnya mendoakan.

Siapa sangka, tepat 95 hari setelah mimpi itu, Allah benar-benar memanggil song writer ini.
Twit Aden menceritakan mimpinya
Kematian merupakan rahasia Allah Subhanahu wa Ta'ala yang tak seorang pun dapat mengetahui dengan pasti kapan datangnya. Namun, Aden telah meninggalkan karya dalam mewarnai dunia musik Indonesia dengan nasyidnya.

Selain album Masa Muda dan single Muhasabah Cinta, salah satu karya Aden adalah Hyme PKS. [IK/bersamadakwah]


Awas, Terompet dan Topi Tahun Baru Lambang Pemurtadan

Topi Sanbenito dan Terompet Yahudi
Tahun baru masehi identik dengan terompet dan topi kerucut. Tidak sedikit masyarakat Muslim yang ikut merayakannya, juga dengan meniup terompet dan memakai topi kerucut tersebut.

Tetapi, Muslim yang ikut-ikutan merayakan itu, tahukah mereka makna topi dan terompet tahun baru? Ternyata, topi tahun baru berbentuk kerucut sama dengan bentuk topi Sanbenito.

Sanbenito (dalam bahasa Spanyol disebut sambenito) adalah pakaian "tobat" untuk kalangan Kristen yang menyimpang dari paham gereja. Jika mereka mau kembali ke paham gereja Katolik Roma dengan memakai Sanbenito yang meliputi jubah dan topi kerucut, mereka diampuni dari inkuisisi.

Pada perkembangannya, topi Sanbenito dipaksakan kepada kaum Muslimin Andalusia. Ketika kaum Frank menyerang Spanyol Muslim (Andalusia), mereka menangkap dan membunuh umat Islam yang tidak mau tunduk kepada mereka. Kaum Kristen Trinitarian itu juga melaksanakan inkuisisi kepada pemeluk Islam. Namun bagi mereka yang mau "bertobat" kembali ke Kristen, mereka dibebaskan dengan kewajiban -salah satunya- memakai topi Sanbenito.

Jika topi Sanbenito identik dengan "pertobatan" Kristen, terompet identik dengan ritual Yahudi. Sejarah mencatat sejak tahun 63 SM, Yahudi sudah akrab dengan penggunaan terompet. Dan hal itu berlangsung hingga zaman Rasulullah Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam.

Oleh karena itulah, Rasulullah menolak ketika ada yang mengusulkan memakai terompet untuk memanggil kaum muslimin menjelang shalat berjama'ah. "Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang Yahudi," sabda beliau seperti diabadikan dalam hadits riwayat Abu Daud.

Hadits yang lebih umum juga mengingatkan dengan tegas. Man tasyabbaha biqaumin fahuwa minhum. Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut. Na'udzu billah min dzalik. [IK/Bersamadakwah]

Selamat Jalan, Kang Aden

Aden - Edcoustic
Inna lillahi wa inna ilaihi roji’uun. Kalimat itu serta merta terucap dari lisan kami ketika mendengar kabar duka dari Kota Kembang, Bandung. Adalah Aden, satu dari dua personil Duo Band Edcoustic, menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Islam Bandung Jawa Barat. Kang Aden, sebelumnya menderita maag dan sudah bolak balik dibawa ke rumah sakit. Informasi terakhir yang kami dapatkan, beliau terindikasi Virus Toxo.

Berdasarkan penulusuran kami, Virus Toxo ini, salah satu penyebabnya adalah memakan daging atau telur yang kurang matang. Bisa juga dari kotoran hewan, seperti ayam, kucing dan utamanya tikus. Virus ini terbilang serius dan harus dilakukan pengobatan secara langsung. Diantara ciri dari pengaruh virus ini antara lain, pembengkakan kelenjar limfe, panas badan tinggi, mual dan pusing. Untuk memastikan apakah seseorang terjangkit virus ini, harus dilakukan pemeriksaan serogolis.

Deden sendiri adalah salah satu aktivis dakwah di ITB. Beliau tergabung dalam Keluarga Remaja Islam Salman (KARISMA) ITB. Sebagaimana umumnya aktivis dakwah, maka sejak muda dia sudah mengambil aneka ‘lahan’ untuk menyemai benih-benih dakwahnya. Dan dakwah melalu nasyid, adalah jalan yang dia pilih. Sehingga kemudian berdirilah Edcoustic pada tanggal 25 Mei 2002.

Edcoustic sendiri sudah menjadi kegemaran muda-mudi masa kini, khususnya pemuda pemudi muslim masa kini. Dimana lagu-lagu yang digubah tak hanya melenakkan fikiran sebagaimana lagu pop umumnya, namun lagu-lagu edcoustic ini bisa menenangkan hati, menggairahkan fikir dan menyemangati raga untuk bergerak melakukan aneka amal shalih.

Album pertama dari Duo Band ini, bertajuk Muda-Mudi, terjual sekitar 20.000 keping dan terus menanjak seiring berjalannya waktu dan kualitas album. Pretasinya semakin menanjak ketika Aden berduet dengan Melly Goeslaw dalam menciptakan Ost. Ketika Cinta Bertasbih.

Kabar kepulangan Kang Aden sendiri, beredar dari akun twitter Taufik Ridho, Sekjen PKS yang juga Munsyid Shoutul Harokah. Tulis beliau di akun twitternya, “Inna Lillahi wa Inna iahi Roji’uun, telah dipanggil keharibaan Ilahi Akh Deden Ecoustic munsyid Muhasabah Cinta dan penulis Hymne PKS.”

Sedangkan penulusuran kami di akun Facebook Kang Aden, banyak bertebaran ucapan bela sungkawa dan doa yang terlantun tulus. Salah satunya dari akun Indra Primathena, salah satu alumni SMUN 8 Bandung yang pernah belajar di Universitas Padjajaran Bandung. Tulisnya, “Inalillah... Selamat jalan Kang Aden.. teringat segala bimbingan beliau selama menjadi pementor saya di Discovery With Karisma ITB thn 2001. Segala kebaikan almarhum adalah teladan bagi saya. Semoga segala amalan teladannya bermultilevel pahala baginya. Dan mengundang rahmat Alloh SWT. Selamat jalan kang Aden. Selamat menikmati dekapan cinta Sang Maha cinta di sana.”

Yang penting untuk kita catat, kematian yang sudah dialami oleh Kang Aden ini, cepat atau lambat akan mengahampiri kita. Jika beliau sudah melakukan yang terbaik dengan menginspirasi dan menyemangati umat dengan nasyid-nasyidnya, apakah bekal yang sudah kita siapkan? Apakah bekal itu benar-benar bisa menyelamatkan kita kelak di akhirat? Semoga, Allah memudahkan kita untuk menjadi orang yang cerdas. Yang ingat mati dan bersungguh-sungguh untuk mengumpulkan bekal selepas ajal menjelang. Aamiin

Kang Aden... Semoga khusnul khotimah. Semoga Allah semakin menyayangimu, dan kita semuanya. Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.

Terakhir, tak ada salahnya jika akhir tahu ini, kita sama sama menghayati lantunan Musahasah Cinta gubahan Almarhum Kang Aden dan Edcousticnya ini.



Penulis : Pirman
Redaksi Bersamadakwah.com

Banyak Mualaf, Islam Akan Jadi Agama Terbesar Kedua di Irlandia

Muslim Irlandia (foto islaireland.ie)
Kantor Pusat Statistik Irlandia melaporkan, populasi umat Islam naik 10 kali lipat dalam dua dekade. Kantor Pusat Sttistik juga menyebut Islam sebagai agama yang paling cepat berkembang dan akan menjadi agama terbesar kedua di Irlandia pada tahun 2043 nanti.

“Penduduk Irlandia yang beragama Islam naik dari 0,1 persen pada 1991, menjadi 1,1 persen dari keseluruhan populasi pada 2011,” tulis laporan tersebut, seperti dikutip World Bulletin, Senin (30/12).

Angka tersebut belum termasuk penduduk asli Irlandia yang berpindah keyakinan menjadi Muslim. Sensus tersebut mengklaim, pertambahan penduduk yang dicatat itu baru berdasarkan angka kelahiran dan imigrasi saja.

Seperti diketahui, tidak sedikit penduduk Irlandia yang menjadi mualaf. Hal ini seiring penurunan populasi pemeluk Katolik –agama terbesar di Irlandia- dari 91 persen pada 1991 menjadi 84 persen pada 2011. [AM/]

Dialog Terbalik Pengantin Baru vs Pengantin Lama

Pengantin baru (ilustrasi ipb.ac.id)
Suami : “Aku sudah menunggu saat seperti ini sejak lama. Akhirnya kesampaian juga.
Istri : “Apakah kau rela kalau aku pergi meninggalkanmu?”
Suami : “Tentu tidak! Jangan pernah kau berpikiran seperti itu.”
Istri : “Apakah kau benar-benar mencintaiku?”
Suami : “Tentu! Selamanya akan tetap begitu.”
Istri : “Apakah kau akan selingkuh?”
Suami : “Tidak! Aku tak akan pernah melakukan hal buruk itu.”
Istri : “Maukah kau menciumku?”
Suami : “Ya.”
Istri : “Hmmmmm… Sayangku…”


Dialog yang ditulis Ustadz Cahyadi Takariawan dalam buku Wonderful Husband ini sungguh menggelitik. Jika dibaca dari atas ke bawah, dialog ini adalah dialog pengantin baru. Romantis, mesra.

Tetapi, dialog ini juga dapat menggambarkan ‘prahara’ rumah tangga pengantin lama. Jika, dialognya dibaca dari bawah ke atas.

Lalu bagaimana agar dialog keluarga kita selalu ‘dari atas ke bawah’? “Maka selalu rawat dan sirami cinta kasih dalam keluarga Anda,” nasehat Ustadz Cahyadi usai mengetengahkan dialog tersebut, “selamanya Anda akan menjadi pengantin baru…”

Ustadz Fauzil Adhim menjelaskan, langkah pertama merawat cinta agar bersemi indah adalah menerima pendamping kita ada adanya. Dengan tidak berharap terlalu banyak. Dalam bahasa hadits, ini disebut dengan ridha.

Ridha adalah pekerjaan pertama dalam mencintai dan merawat cinta suami istri. Sebaliknya, saling menuntut tanpa memperhatikan kondisi adalah awal dari keretakan hubungan. Seorang suami yang ridha dengan istrinya, ia memberikan perhatian kepadanya. Pun istri yang ridha pada suaminya, ia pun akan memberikan perhatian pada sang imam dalam rumah tangganya itu.

Namun untuk merawat dan menyirami cinta, suami istri tidak boleh berhenti di sini. Ia harus melanjutkan dengan tahap berikutnya: penumbuhan. Pada mulanya ia menerima segala kondisi pendampingnya. Namun dalam cinta, ia memberikan sentuhan edukasi pada hubungan keduanya. Jadilah istrinya lebih shalihah, lebih cerdas, lebih dewasa, dan seterusnya.

Jika kita lihat keluarga Nabi, sungguh beliau menerima setiap istrinya apa adanya. Meski, tentu, setiap istri memiliki kelebihan dan kekurangannya. Baik dalam aspek fisik maupun karakter dan sifatnya. Namun kemudian, beliau memperbaiki mereka ketika ada kesalahan. Seperti saat mereka menuntut nafkah yang lebih, atau dibakar oleh api cemburu hingga memecahkan nampan. Di saat-saat seperti itu, Nabi tampil melakukan edukasi; menumbuhkan pribadi, merawat cinta.

Dari kehidupan Rasulullah, kita juga mendapati petunjuk merawat cinta dengan menyeimbangkan pemenuhan fisik-biologis dan ruhiyah-spiritual. Dalam aspek pertama kita dapati contoh beliau bercanda mesra, berlomba lari dengan istrinya, hingga acara mandi berdua. Sedangkan dalam aspek kedua, beliau membangunkan istrinya untuk qiyamul lail, mengajak mereka i’tikaf, bersama-sama berpuasa, dan seterusnya.

“Allah merahmati laki-laki yang bangun di tengah malam, ia shalat lalu membangunkan istrinya. Jika istrinya enggan bangun, ia meneteskan air ke wajahnya. Allah juga merahmati wanita yang bangun di tengah malam, ia shalat lalu membangunkan suaminya. Jika suaminya enggan bangun, ia meneteskan air ke wajahnya.” (HR. Abu Daud)

Apa yang beliau contohkan dan kemudian beliau ajarkan kepada umatnya ini adalah salah satu kunci turunnya rahmat Allah. Dan bukankah rahmat adalah kasih sayang? Bukankah rahmat adalah cinta? Jika Allah yang memberikan rahmat kepada suami istri, subhanallah… cinta keduanya akan bersemi, terawat dan tersirami. Jika demikian, tidak masalah telah berapa lama ia berumah tangga, kehidupan suami istri insya Allah bahagia dan penuh cinta. [Abu Nida]

(Video) Mengerikan, Beginilah Jenazah Ratusan Korban Kebrutalan Rezim Assad di Aleppo

Video korban bom gentong
Selama dua pekan terakhir ini, pesawat-pesawat tempur dan helikopter-helikopter rezim Bashar al-Assad melakukan pengeboman besar-besaran di berbagai kawasan Aleppo. Berbagai jenis artileri, bom gentong dan vacuum bombs yang digunakan tentara rezim Syi’ah Nusairiyah secara brutal mengakibatkan ratusan warga Aleppo tewas (syahid, insya Allah) dengan kondisi jenazah memprihatinkan.

Seperti dilansir sahabatsuriah.com, pada satu hari saja, Sabtu (28/12), lebih dari 80 orang sipil dibunuh di sedikitnya tujuh kawasan pemukiman di dalam dan di sekitar Aleppo. Pembantaian paling mengerikan terjadi di kawasan Tariq al-Bab ketika sebuah helikopter menjatuhkan bom gentong tepat di tengah pasar sayur. Sedikitnya 30 orang warga syahid (insya Allah) seketika, sementara puluhan lainnya luka-luka parah.

Bom gentong adalah jenis bom yang memang berupa gentong diisi dengan TNT dan berbagai bahan peledak lainnya.

Video ini menunjukkan suasana pasar sayur Myassar segera sesudah dijatuhi bom gentong. (Bagi yang tidak kuat, mohon tidak membuka video ini)


Pengkhianatan-Pengkhianatan Syiah

Pengkhianatan-pengkhianatan Syiah
Judul : Pengkhianatan-pengkhianatan Syiah
Judul Asli : Khiyanat Asy Syi'ah wa Atsaruha fi Hazaa-im Al Ummah Al Islamiyah
Penulis : DR Imad Ali Abdus Sami'
Penerjemah :Hafidz Muhammad Amin, Lc
Penerbit : Pustaka Al Kautsar, Jakarta
Cetakan ke : 3
Tahun terbit : Januari 2012
Dimensi : 17,5 cm; xx + 216 hlm
ISBN : 979-592-337-4

Melihat sepak terjang Syiah akhir-akhir ini, khususnya di Irak dan Suriah, sebagian umat Islam mungkin bertanya-tanya. Mengapa mereka demikian sengit berhadapan dengan ahlus sunnah? Mengapa mereka mati-matian membela rezim Assad di Suriah hingga harus mensuplai tentara dari Iran dan Hezbullat Lebanon?

DR. Imad Ali Abdus Sami' menyusun sebuah dokumentasi berharga yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Pertama, dimulai dari masalah aqidah, yang dipaparkan pada halaman 13 sampai 28.

Menurut aqidah Syiah, orang yang tidak beriman terhadap otoritas Imam Itsna Asyariah (iman dua belas) adalah kafir. Aqidah tersebut dapat dijumpai di berbagai literatur Syiah. Misalnya Al I'tiqadaat karya Muhammad bin Ali bin Husein bin Bawabih Al Qummi yang digelari Ash Shaduq, Al Alfain fi Imamah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib karya Jamaludin bin Al Husein bin Muthahar Al Hully, Bihar Al Anwar karya Al Mulla Muhammad Bakir Al Majlisi, dan lain-lain.

Persoalan aqidah kedua, Syiah meyakini bahwa ahlus Sunnah memusuhi Ahlul Bait, dan karenanya mereka harus dilawan. Bahkan, keyakinan ini membawa implikasi pada permusuhan besar Syiah yang meyakini bahwa ahlus sunnah halal darah dan hartanya.

"Darah kaum sunni itu halal, akan tetapi saya mengingatkan Anda, jika Anda mampu untuk memendamnya di bawah dinding atau menenggelamkannya di dalam air agar mereka tidak menyaksikan hal tersebut, maka lakukanlah," demikian fatwa dalam kitab Ilal Asy Syara'i. (hlm 23-24). Penulis juga mengutip fatwa Ruhullah Khumaini dalam kitab Tahrir Al Wasilah yang menghukumi ahlus sunnah sebagaimana ahlul harb yang boleh dirampas hartanya sebagai ghanimah.

Setelah memaparkan aqidah di balik pengkhianatan Syiah, halaman 29 hingga 193 dalam buku ini memotret pengkhianatan-pengkhianatan Syiah di berbagai zaman. Sejak zaman sahabat hingga zaman modern.

Pengkhianatan pertama Syiah adalah pengkhianatan kepada ahlul bait, yang justru mereka mengklaim diri sebagai penerus ahlul bait tersebut. Pengkhianatan kepada Ali bin Abu Thalib radhiyallahu 'anhu, diantaranya, adalah pembangkangan mereka yang saat itu berpusat di Kufah ketika Ali hendak berperang ke Syam. Ali pun menyebut mereka sebagai "serigala-serigala penipu." (hlm. 30)

Pengkhiantan Syiah kepada Hasan dan Husein lebih parah lagi. Mereka membujuk Hasan agar berperang melawan Muawiyah. Namun mereka justru mengkhianati Hasan dan berencana menyerahkannya kepada Muawiyah. Hasan pun melaknat mereka: "Aku memandang Muawiyah lebih baik terhadapku daripada orang-orang yang mengaku mendukungku tetapi justru ingin membunuhku dan mengambil hartaku." (hlm. 33)

Setelah wafatnya Muawiyah pada tahun 60 H, mereka membujuk Husein bin Ali agar datang ke Kufah untuk memimpin mereka. Namun pengkhianatan kembali terjadi. Mereka membiarkan Husein dan keluarganya dibunuh oleh Ibnu Ziyad.

Pengkhianatan Syiah yang lain terus terjadi sepanjang sejarah Islam. Entitas terbesar Syiah terwujud pada Daulah Fathimiyah pada tahun 296 H. Dengan dimilikinya kekuatan senjata yang besar dalam institusi daulah inilah, Syiah melakukan berbagai macam usaha untuk melenyapkan orang-orang ahlus sunnah (hlm.47). Mereka bekerja sama dengan Eropa untuk merebut Alexandria dari tangan Shalahuddin Al Ayyubi. Bahkan mereka merencanakan pembunuhan terhadap Shalahuddin Al Ayyubi pada tahun 569 h. (hlm. 109).

Di zaman modern, pengkhianatan Syiah juga membentuk daftar yang cukup panjang. Di Bahrain, 12 pemimpin Syiah menggerakkan revolusi dan menciptakan kerusuhan besar-besaran. (hlm. 176). Di Kuwait, huru hara yang hampir sama juga terjadi setelah Syiah berulah melalui tokohnya Ahmad Abbas Al Muhri yang mendapatkan dukungan penuh Khomeini.

Pada 1925, organisasi Syiah didirikan di bagian timur Saudi. 23 tahun kemudian gerakan mereka meluas hingga sampai ke Jubail dan meresahkan kalangan ahlus sunnah di Saudi. Hingga pada 1950 pemerintah Saudi membasmi gerakan tersebut. Tahun 1970 Syiah di Saudi bangkit lagi, bahkan menggelar demonstrasi dan kerusuhan hingga ledakan pada 1978. Bersamaan dengan revolusi Iran, Syiah di Syiria dan Lebanon juga bangkit.

Di Irak, Syiah mendukung serangan AS ke negara itu. Begitu AS menang, pengikut Syiah segera tumpah ruah ke jalanan, beraksi menjarah dan menghancurkan aset-aset ahlus sunnah. Pengkhianatan Syiah di Irak ini dibahas sepanjang 10 halaman hingga halaman 193. Sayangnya, buku ini terbit satu dekade lalu sehingga tidak dapat mengetengahkan perkembangan terbaru saat Nuri Al Maliki, perdana menteri Irak boneka AS, mengusulkan Karbala menjadi kiblat umat Islam menggantikan Makkah. Andaikan buku ini terbit tahun ini, mungkin akan menjadi semakin tebal dengan pengkhianatan Syiah di Suriah dan dukungan mereka secara militer terhadap rezim Bashar Assad sejak 2012. [Abu Nida]

Penguasa Kudeta Mesir Cegah Bantuan Masuk Gaza

Pemerintahan kudeta Mesir membuat hidup rakyat Gaza semakin susah. Setelah menghancurkan terowongan yang menghubungkan Gaza – Mesir, aparat pemerintah kudeta juga menghalangi bantuan yang akan masuk ke Gaza.

Sedikitnya, tiga delegasi kemanusiaan dihalangi oleh aparat Mesir untuk masuk ke Gaza, Sabtu (28/12) lalu. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Dinas Perlintasan, Maher Abu Subha.

InfoPalestina melansir, sedianya akan masuk tiga delegasi solidaritas kemanusiaan ke Jalur Gaza pada hari itu, melalui perlintasan Rafah. Ketiga delegasi tersebut adalah delegasi kemanusian dari Yordania, dari Italia dan ditambah konvoi Miles of Smiles yang membawa bahan bantuan dan hadiah untuk anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Namun, ketiganya tidak bisa masuk ke Gaza karena dicegah oleh pemerintahan kudeta saat hendak melewati perlintasan Rafah. [AM/InfoPalestina/BersamaDakwah]


Program YKS "Goyang Oplosan" Trans TV Meresahkan Masyarakat

Goyang Oplosan YKS Trans TV
Program Yuk Keep Smile (YKS) yang ditayangkan Trans TV dinilai meresahkan dunia anak-anak dan remaja. Pasalnya, program tayangan yang mengudara pada pukul 19.30 WIB itu menampilkan goyangan-goyangan yang erotis dan memamerkan bagian tubuh dengan dandanan yang seksi.

Acara yang dipandu Soimah ini melibatkan SPG-SPG cantik berbusana minim sambil bergoyang oplosan. Joget yang terkesan sensual dan tayang pada jam belajar anak-anak, dinilai meresahkan. Terlebih tak sedikit anak-anak kecil yang mulai meniru dari goyang oplosan tersebut.

“Ya, itu memiliki pengaruh terhadap dunia anak-anak. Apalagi jam tayangnya di jam belajar,” ujar Ketua Satgas Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) M Ihsan saat dihubungi merdeka.com, Ahad (29/12).

Ihsan menegaskan, sebuah tayangan acara seharusnya juga mempertimbangkan budaya adat di negeri sendiri. Jika menampilkan joget sensual dan seronok, alangkah baiknya tidak ditayangkan pada jam anak-anak.

Lebih lanjut, kata Ihsan, pihaknya sampai saat ini memang mengaku belum menerima laporan atau aduan dari masyarakat terkait acara tersebut. Namun, jika ada keluhan masyarakat, pihaknya segera mungkin akan mengkaji dan membawanya ke KPI (Komisi Penyiaran Indonesia).

“Kami akan laporkan ke KPI, yang memiliki kewenangan pengawasan penyiaran adalah KPI. Ada mekanisme-mekanisme dan tahapan yang akan dilakukan KPI terhadap tayangan tersebut,” jelas Ihsan seperti dikutip Merdeka.

Ihsan menegaskan, bila kajian KPI memutuskan bahwa suatu tayangan itu melanggar dan menyalahi aturan, maka sudah pasti pihak stasiun TV bakal menerima teguran.

“Ada teguran tertulis, peringatan keras, larangan program tayangan hingga pencabutan izin siaran,” ucapnya.

Program YKS di stasiun TransTV sendiri terkenal dengan goyangan cesar tetapi lambat laun goyangan baru muncul dan kreatif. Setelah goyangan cesar, ada kereta malam, icikiwir, dan yang sedang populer saat ini goyang dangdut terbaru yaitu goyang oplosan. Goyang oplosan dinilai lebih parah dan meresahkan daripada goyang-goyang sebelumnya. [Fimadani/Bersamadakwah]

Usai “Zina Natal” Pemuda Ini Mencari Kebenaran dan Akhirnya Masuk Islam

Ilustrasi skandal gereja
Hidayah bisa datang dari arah yang tak disangka-sangka. Seperti yang dialami oleh Daniel. Pemuda Kenya ini mendapatkan hidayah setelah berzina di acara ‘malam mematikan lampu’ pada perayaan Natal di gereja Nairobi.

Kisah keislaman Daniel bermula saat ia dan para jemaat lainnya dijemput dengan bis-bis besar menjelang malam 25 Desember, tujuh tahun yang lalu. Sesampainya di gereja di ibu kota Kenya itu, mereka melaksanakan sejumlah ritual kebaktian.

“Malam itu kami di dalam gereja berdoa khidmat, menangis-nangis, setelah itu makan-makan” tutur Daniel.

“Setelah makan-makan, pengurus gereja mengajak untuk mematikan lampu dan memilih satu atau dua wanita untuk dijadikan pasangan buat berdansa, meminum khamr sampai pada ‘halal’-nya berzina. Kami seperti hewan satu dengan lainnya. Hingga setelah peristiwa mengerikan itu aku mencoba berpikir betapa kami ini kotor dan menjijikan,” lanjut Daniel.

Menyadari dosa besar di acara yang digelar gereja itu, Daniel mulai mencari kebenaran dengan melihat agama lainnya.

“Aku melihat orang yang beribadah di lain tempat, laki-laki sendiri dan perempuan sendiri. Mereka bersuci dan berseragam. Aku melihat mereka beribadah dan beribadah tak pernah menyalahkan satu dengan yang lain,” kata Daniel setelah ia mengamati kaum muslimin melakukan shalat, sebuah aktifitas ritual yang sangat berbeda dari apa yang ia alami di gereja.

Daniel kemudian bertemu dengan jama’ah tabligh yang berdakwah di daerahnya. Beriteraksi dengan mereka, Daniel mulai memahami agama Islam itu seperti apa. Dan dengan izin Allah, Daniel juga bisa belajar Islam lebih banyak setelah pamannya yang masih beragama Kristen menganjurkannya banyak membaca buku Sunnah Nabi dan terjemahan berbentuk bahasa Sohiliah, bahasa yang digunakan di negara Kenya, Tanzania, dan Uganda.
Daniel (kanan) bersama Imam Muhammad (foto Hidayatullah)
foto disamarkan atas permintaan Daniel

“Aku berangkat ke Nairobi, ibukota Kenya, untuk bekerja. Dan hasilnya aku belikan buku hasil masukan dari pamanku. Setelah banyak baca buku, aku masuk pesantren dan masuk Islam lewat pesantren itu. Empat tahun memeluk Islam, tapi shalat sepekan sekali yaitu Jumat saja. Bahkan aku sempat kembali mujrim (pelaku keburukan, Red) lagi karena pekerjaanku dan kerasnya perjuangan di ibukota. Namun, alhamdulillah Allah menyelamatkan aku dari jahiliyah. Cahaya baru datang, panggilan berhijrah ke Sudan,” tuturnya.

Setelah berhijrah ke Sudan itulah Daniel mempelajari Islam lebih dalam. Ia juga menghafal Qur’an. Pemuda yang kini berusia 28 tahun ini memiliki cita-cita hafal Qur’an sebelum umurnya genap 30 tahun.

“Alhamdulillah sekarang sudah punya hafalan sekitar 5 juz. Mohon doanya,” tutupnya penuh semangat. [IK/bersamadakwah. Disarikan dari Hidayatullah]

Perbaharui Iman, Gelandang Arsenal dan Sejumlah Pesepakbola Dunia Umrah Bersama

Foto Pesepakbola Muslim umrah bersama akhir tahun (Twitter)
Jumlah pesepakbola muslim semakin banyak. Baik mereka yang telah beragama Islam sejak kecil maupun yang baru mualaf setelah menjadi bintang di lapangan hijau.

Dalam rangka memperbaharui iman, sejumlah pesepakbola dunia menunaikan umrah bersama pada akhir tahun 2013 ini.

"Jeda yang singkat untuk pembaharuan spiritual," kata Gelandang Arsenal Abou Diaby di akun twitternya seperti dikutip ROL, Ahad (29/12).

Dalam foto tersebut, tampak empat pesepakbola dunia memakai baju ihram. Diaby berada di posisi paling kiri tampak sedang menenteng buku kecil. Tepat di samping Diaby, ada Jaques Faty menenteng tasbih berwarna putih. Faty adalah gelandang Senegal yang merumput di Liga China

Sedangkan mantan gelandang Juventus Mohamed Sissoko ada di posisi paling kanan. [AM/ROL/Bersamadakwah]

3 Keutamaan Shalat Dhuha

Shalat Dhuha (foto Teamhijrah.my)
Shalat Dhuha memiliki keutamaan yang luar biasa. Berikut ini hadits-hadits yang menunjukkan 3 keutamaan shalat Dhuha:

1. Shalat Dhuha 2 rakaat senilai 360 sedekah

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan shadaqahnya. Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, menyuruh kepada kebaikan adalah shadaqah, dan melarang berbuat munkar adalah shadaqah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

فِى الإِنْسَانِ ثَلاَثُمِائَةٍ وَسِتُّونَ مَفْصِلاً فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهُ بِصَدَقَةٍ. قَالُوا وَمَنْ يُطِيقُ ذَلِكَ يَا نَبِىَّ اللَّهِ قَالَ النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا وَالشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُكَ

“Di dalam tubuh manusia terdapat tiga ratus enam puluh sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan shadaqahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah shadaqah, engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah shadaqah. Maka jika engkau tidak menemukannya (shadaqah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud)

2. Shalat Dhuha 4 rakaat membawa kecukupan sepanjang hari

يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تُعْجِزْنِى مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِى أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

3. Menjaga shalat Dhuha dicatat sebagai awwabiin

لا يحافظ على صلاة الضحى إلا أواب وهي صلاة الأوابين
“Tidaklah menjaga shalat sunnah Dhuha melainkan awwab (orang yang kembali taat). Inilah shalat awwabin.” (HR. Ibnu Khuzaimah; hasan)

Demikian 3 keutamaan Shalat Dhuha, semoga semakin menguatkan kita dalam mengamalkan salah satu sunnah Nabi ini. [IK/Bersamadakwah]

Mulai 1 Januari 2014, KUA Tak Layani Nikah di Rumah

Pengantin tunjukkan buku nikah (foto Tempo)
Mulai 1 Januari 2014 penghulu tidak ada lagi memberi pelayanan di luar balai nikah guna menghindari praktik menerima gratifikasi. Menyikapi hal itu, Menteri Agama (Menag) tidak bisa berbuat banyak.

“Penghulu bukan mogok, tetapi hanya membatasi pelayanan kepada warga yang hendak menikahkan anggota keluarganya di luar jam kantor atau pun pada hari libur,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali ketika menerima Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) di kantor Kementerian Agama di Jakarta, Jumat (27/12).

Dikutip dari Hidayatullah.com, Menag menyatakan tidak bisa menghalangi para petugas Kantor Urusan Agama (KUA) atau pun penghulu untuk membatasi pelayanan pernikahan di luar jam kantor atau pun hari libur. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak atas keinginan penghulu tersebut. “Tidak melarang juga tidak menganjurkan,” ujar Menag.

Dari satu sisi, lanjut Menag, pembatasan pelayanan itu diarahkan untuk menjaga kehormatan dan martabat penghulu guna menghindari penilaian bahwa mereka menerima dana gratifikasi dari keluarga shahibul bait atau tuan rumah ketika menikahkan pasangan pengantin di luar jam kantor atau di hari libur. Sisi lain, sebagai dampak dari itu, merupakan wujud dari semakin tingginya kesadaran hukum para penghulu.

Profesi penghulu di masyarakat sangat mulia. Dia bukan sekedar petugas administrasi belaka, tetapi juga sebagai penasihat perkawinan. Kadang menjadi wali nikah, bahkan sampai urusan khobah nikah dipercayakan kepadanya.

Persoalan penghulu, lanjut Menag, mulai mengemuka saat survei integritas yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2011. Karena yang disurvei menyangkut pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama, yang dapat sorotan adalah pelayanan di KUA. Hasil survei itu menempatkan Kemenag sebagai lembaga terkorup.

Atas survei itu pihaknya minta penjelasan kepada pimpinan KPK. Diperoleh penjelasan bahwa survei itu dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja pelayanan di lingkungan sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Agama.

Sayangnya, oleh pihak kejaksaaan dana gratifikasi yang diterima oleh petugas KUA atau pun penghulu dijadikan titik awal sebagai bahan pengusutan, termasuk kasus Romli (petugas KUA di Kediri), yang kini proses hukumnya tengah berlangsung.

“Saya prihatin, padahal survei KPK itu dimaksudkan untuk memperbaiki sistem. Bukan dijadikan landasan hukum,” kata Menag, dilansir laman Kemenag.

Terkait dengan masalah ini, Menag mengaku akan mendatangi Jaksa Agung Basrief Arief dalam waktu dekat untuk membahas kasus Romli dan beberapa penghulu yang kini tengah dibidik pihak kejaksaan. Dalam pertemuan tersebut, terungkap ada enam penghulu tengah diincar kejaksaaan dengan dugaan menerima dana gratifikasi.

Posisi penghulu dalam pernikahan di tiap daerah harus memperhatikan unsur agama, budaya, tradisi, dan gengsi. Jadi, bukan urusan administrasi semata. Soal gratifikasi yang diterima penghulu selama ini, Menag menilai hal itu erat kaitan dengan budaya di tiap daerah.

Para penghulu yang mendatangi Kemenag menuntut Menteri Agama agar secepatnya mengeluarkan regulasi sehingga ke depan penghulu tidak diberi lebel sebagai penerima dana gratifikasi. Menurut Ketua APRI, Wakimun, pemerintah tidak tegas, membiarkan penghulu diposisikan sebagai penerima dana gratifikasi, sehingga beberapa penghulu di Jatim kini menjadi incaran pihak kejaksaan.

Karena itu Wakimun minta agar Kemenag segera membuat aturan. Jika tidak, mulai 1 Januari 2014, penghulu tak akan melayani pernikahan di luar jam kantor atau hari libur.

Menanggapi hal ini, Menag Suryadharma Ali yang didampingi Sekjen Kemenag Bahrul Hayat dan Dirjen Bimas Islam Abdul Djamil, akan memperjuangkan keinginan para penghulu. Namun, untuk menyediakan dana operasional tidak dapat dilakukan secepatnya. Pasalnya, menyusun anggaran untuk profesi penghulu perlu pemetaan secara geografis.

Tiap daerah memiliki tantangan dan medan berbeda. Geografisnya pun antara di Jawa dan daerah lain berbeda jauh. Untuk itu, Menag meminta APRI ikut memberi masukkan untuk menyusun besaran angka yang dibutuhkan.

Menag pun berharap pembantu pegawai pencatat nikah di daerah segera dipikirkan nasib dan honornya. Dengan cara ini, Menag berharap, tuduhan penghulu sebagai penerima dana gratifikasi dapat dihindari.

Terkait dengan gratifikasi ini, Sekjen Kemang, Bahrul Hayat menjelaskan bahwa ada tiga hal yang oleh lembaga antirasuah dimasukkan sebagai katagori korupsi, yaitu pemerasan, suap, dan gratifikasi. Untuk gratifikasi, KPK belum memiliki kriteria yang jelas. Ketika ada keluarga pejabat menggelar perhelatan pesta pernikahan dan menerima amplop (di dalam kotak) lebih dari Rp1 juta, kelebihannya dianggap sebagai gratifikasi.

Tetapi saat penghulu menerima amplop dari shahibul bait Rp500 ribu, ada yang menyebut sebagai gratifikasi. Sebetulnya, jika berpegang pada angka Rp1 juta ke bawah bukan sebagai gratifikasi. Hal yang sama juga harusnya diberlakukan kepada penghulu.

“Kita sudah minta aturan kepada KPK tentang gratifikasi, angka yang benar berapa,” kata Bahrul. “Tetapi itu tidak bisa dilakukan. Sebab, KPK bukanlah lembaga yang mengeluarkan aturan,” Bahrul Hayat menjelaskan. [Hidayatullah/Bersamadakwah]

Evaluasi Akhir Tahun

Muhasabah - ilustrasi anwardjaelani.com
Sebaiknya kita evaluasi. Berkaca pada masa lalu untuk menatap tegak masa depan.

Jujur adalah kunci kesuksesan sebuah evaluasi. Sampaikan apa adanya, jangan sampai ada manipulasi. Karena evaluasi adalah terhadap diri sendiri. Sedangkan mereka yang berlaku jujur kepada orang lain adalah mereka yang paling bisa jujur terhadap diri sendiri.

Jika terhadap dirinya sendiri saja dia berbohong, maka terhadap orang lain sangat tidak mungkin untuk berlaku jujur. Jikapun jujur, kemungkinannya kecil. Bahkan sangat kecil.

Jika memang setahun lalu kita banyak mendapati keberhasilan. Rencana yang kita tetapkan berhasil gilang gemilang. Bahkan melebihi apa yang ditargetkan, maka bersyukurlah. Menyungkurlah dalam sujud panjang kepada Dzat yang telah membuat kita berhasil. Jangan sampai berkata pongah, "Ini karena rencanaku yang keren. Karena strategiku yang jitu." Tapi katakanlah dengan penuh haru. Seperti halnya yang dikatakan oleh Nabi Sulaiman, "Haadzaa min Fadhlii Robbii," Bahwa, "Ini semua adalah atas kehendak Allah, atas kemurahan Allah."

Namun, jika yang terjadi adalah sebaliknya. Maka yang perlu dilakukan adalah kejujuran dalam mengakui setiap kelemahan kita.
Mungkin, rencana tidak realistis. Memaksakan kehendak, strategi yang kurang jitu, kesungguhan yang tidak penuh, terlalu banyak ngelantur, sibuk dengan hal-hal kecil, atau alasan lainnya. Maka, diperlukan kesungguhan untuk melaksanakan refleksi dan pembelajaran dari kegagalan pertama. Sehingga, kita tidak terjatuh pada lubang yang sama.

Selanjutnya, rumuskan langkah. Jadikan kemarin sebagai cermin. Rencanakan untuk esok yang lebih cerah ceria. Melangkahlah dengan sumringah, bertabur senyum semangat, berbekal jutaan harap pada Allah Yang Maha Kuasa. Semoga Allah menjadikan kita sukses di dunia, terlebih lagi kelak di akhirat. aamiin ya Robbal 'alamiin.

Jangan lupa untuk selalu mengistighfari dosa kita yang telah lalu. Astaghfirullahal 'adhiim... Laa haula wa laa quwwata illa billahil 'aliyyil 'adhiim.. Allahumma sholli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad.

Sukses milik kita, insya Allah. [Pirman]



Belum Akad Nikah, Oki Setiana Dewi Tak Mau Foto Pre Wedding

Baju pengantin Oki Setiana Dewi (foto Kapanlagi.com)
Oki Setiana Dewi akan menikah pada 12 Januari mendatang dengan Ory Vitrio (Rio). Tidak seperti kebanyakan calon pengantin yang 'pamer' foto pre wedding, Oki dan Rio tidak akan melakukannya.

Sebagai muslimah yang taat, Oki tidak akan melakukan foto pre wedding yang membuat ia harus bersentuhan dengan calon suaminya. Karena menurutnya, sebelum sah sebagai sepasang suami istri, mereka bukan muhrim.

Oki lebih memilih untuk melakukan foto-foto usai mereka dinyatakan sah sebagai sepasang suami istri.

"Foto nanti pasca wedding. Insya Allah kan tanggal 12 menikah, 13 aku ultah yang ke-25 tahun, kalo pasca kan udah boleh pegangan. Kalo sekarang kan belum boleh," tegasnya seperti dikutip dari Kapanlagi.com, Kamis (26/12).

Sejumlah ulama memberikan fatwa tidak bolehnya foto pre wedding. Sebab, dalam praktiknya, foto pre wedding membuat sepasang calon pengantin bersentuhan, ikhtilat (bercampur baur) dan khalwat (berduaan bukan mahram). Padahal mereka belum sah sebagai suami istri.

Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se-Jawa Timur dalam batsul masail pada 14 Januari 2010 lalu termasuk yang menyimpulkan tidak bolehnya foto pre wedding. [AM/Bersamadakwah]

Tokoh Syiah Ini Usulkan Karbala Jadi Kiblat Umat Islam

Nuri Al Maliki dan Obama (wikipedia)
Perdana Menteri Pemerintah Boneka AS di Iraq, Nuri al Maliki, menyatakan bahwa Karbala lebih layak utuk dijadikan kiblat shalat daripada Ka’bah di Mekkah.

“Karbala seharusnya menjadi kiblat umat Islam dunia. Karena di sana ada kuburan Imam Husain,” kata tokoh Syiah itu dalam sebuah acara peringatan Husein radhiyallahu 'anhu seperti dilansir Situs Komunitas Pembela Ahlul Bait dan Sahabat (Koepas), Kamis (26/12).

Dalam acara itu, Al-Maliki merencanakan untuk mengembangkan terus kota ini hingga layak untuk dijadikan tujuan ziarah umat Islam.

Pernyataan Al-Maliki yang memancing kemarahan sebagian umat Islam itu juga banyak beredar di jejaring sosial. Selain dalam berita teks, pernyataan itu juga diunggah dalam bentuk rekaman suara dan video, lansir Fimadani, Jum'at (27/12).

“Kita harus menyiapkan kota Karbala’. Karena kota ini tidak hanya dikunjungi saat hari Asyura’ saja, tapi juga setiap hari Jumat, bahkan setiap shalat lima waktu, karena Karbala’ adalah kiblat.”

Beberapa saat pasca statemnennya tentang Kiblat muncul, di jejaring sosial Syiah beredar gambar-gambar ejekan terhadap Ka’bah, dengan foto background tanah Karbala di belakangnya. Kemudian di atas Ka’bah tertancap bendera Syiah warna merah bertuliskan kalimat “Yaa Hussein”. [AM/Fimadani/Bersamadakwah]
Ilustrasi kiblat dari penganut Syiah

Khutbah Jum’at Pergantian Tahun : 3 Simpanan Terbaik

Dzikir - ilustrasi
Tahun 2013 akan segera berakhir. Kini, kita telah berada di Jum’at terakhir bulan Desember 2013. Tinggal hitungan hari tahun masehi akan berganti menjadi 2014. Mengambil momentum pergantian tahun ini, seiring dengan kesibukan perusahaan dan instansi pemerintah menutup pembukuan dan menghitung aset, khutbah Jum’at kali ini mengingatkan kita tentang aset lain yang jauh lebih berharga. Tentang simpanan yang lebih baik. Karenanya Khutbah Jum’at edisi 24 Shafar 1435 H bertepatan 27 Desember 2013 ini mengambil tema 3 Simpanan Terbaik.

KHUTBAH PERTAMA


إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah
Kita kini telah berada di penghujung tahun 2013. Dalam beberapa hari lagi kita akan memasuki tahun 2014. Di akhir tahun seperti ini, perusahaan dan instansi pemerintah menutup pembukuannya, membuat neraca, mendata aset dan simpanannya. Kita pun sebagai pribadi bisa jadi memanfaatkan momentum ini untuk menghitung-hitung aset, tabungan dan simpanan kita. Namun, ada simpanan terbaik yang semestinya tidak kita lupakan. 3 simpanan terbaik yang seharusnya lebih kita perhatikan karena ketiga hal ini bukan hanya membawa kebahagiaan di dunia, tetapi juga membawa kebahagiaan di akhirat yang bermuara di surga.

قَلْبٌ شَاكِرٌ وَ لِسَانٌ ذَاكِرٌ وَ زَوْجَةٌ صَالِحَةٌ تُعِيْنُكَ عَلَى أَمْرِ دُنْيَاكَ وَ دِيْنِكَ خَيْرٌ مَا أَكْثَرَ النَّاسِ
“Hati yang bersyukur, lisan yang berzikir dan istri shalihah yang menolongmu atas urusan dunia dan akhiratmu adalah sebaik-baik simpanan manusia” (HR. Baihaqi)


يَا مُعَاذُ، قَلْبًا شَاكِرًا، وَلِسَانًا ذَاكِرًا، وَزَوْجَةً صَالِحَةً تُعِينُكَ عَلَى أَمْرِ دُنْيَاكَ وَدِينِكَ خَيْرُ مَا اكْتَسَبَهُ النَّاسُ
“Hati yang bersyukur, lisan yang berzikir dan istri shalihah yang menolongmu atas urusan dunia dan akhiratmu adalah sebaik-baik simpanan manusia” (HR. Thabrani)

Hati yang Bersyukur
Hati yang bersyukur adalah sumber kebahagiaan. Ia merasa puas dan karenanya jiwanya menjadi tenang. Dia tidak gelisah dan tidak menderita. Bahkan, syukur menjadi simpanan terbaik karena ia melipatgandakan nikmat dan membuatnya menjadi barakah.


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan Ingatlah, Tuhanmu telah memaklumkan, ‘Jika kalian bersyukur niscaya Aku tambah (nikmat) untukmu, dan jika kamu kufur sesungguhnya adzabKu sangat pedih’” (QS. Ibrahim : 7)

Dalam surat Luqman ayat ke-12 Allah Subhanahu wa Ta'ala juga mengingatkan bahwa syukur seorang hamba kepada Allah pada hakikatnya adalah untuk dirinya sendiri. Allah tidak membutuhkan terima kasih, Allah tidak membutuhkan syukur manusia, tetapi manusialah yang membutuhkan Allah.

وَلَقَدْ آَتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
"Dan sungguh telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, 'Bersyukurlah kepada Allah, barangsiapa yang bersyukur sesungguhnya syukurnya untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang kufur, sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji'" (QS. Luqman : 12)

Hati yang bersyukur bukan hanya ditandai dengan lisan yang mengucapkan hamdalah. Tetapi hati yang bersyukur mewujud dalam lisan yang memuji Allah atas nikmatNya, menggunakan nikmat itu untuk beribadah kepadaNya dan memanfaatkan nikmat itu dijalanNya.

Lisan yang Berdzikir
Simpanan terbaik kedua adalah dzikir. Seseorang yang berzikir, maka ia akan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
"Orang-orang yang beriman, hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, dengan mengingat Allah hati menjadi tenang" (QS. Ar Ra'du : 28)

Kita lihat saat ini, jumlah orang yang stres dan depresi semakin banyak. Tidak sedikit diantara mereka adalah orang-orang kaya, orang-orang yang memiliki simpanan materi dalam jumlah banyak. Tetapi mereka tidak tenang, mereka tidak bahagia. Bahkan kemudian mereka mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Menurut data WHO pada 2010, angka bunuh diri di Indonesia mencapai 1,6 hingga 1,8 per 100.000 jiwa. Sepanjang tahun 2013 ini angka bunuh diri diperkirakan mencapai 4.500 jiwa.

Bunuh diri ini tidak akan terjadi pada orang-orang beriman yang selalu berdzikir kepada Allah. Sebab Allah telah menjamin bahwa mereka yang berdzikir dengan benar, maka hatinya akan tenang. Mungkin ia menghadapi persoalan hidup yang rumit, mungkin suatu saat ia mendapatkan masalah besar dalam kehidupannya, tetapi dengan menjaga dzikrullah, Allah akan membersamainya. Allah akan memberikan kemudahan baginya, di samping ketenangan yang menyelimuti jiwanya.

Rasulullah mensabdakan firman Allah dalam hadits qudsi :

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ أَنَا مَعَ عَبْدِى إِذَا هُوَ ذَكَرَنِى وَتَحَرَّكَتْ بِى شَفَتَاهُ
Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berfirman: "Aku (senantiasa) bersama hamba-Ku, selama ia berdzikir kepada-Ku dan lisannya bergerak menyebut nama-Ku" (HR. Ibnu Majah, "shahih")

Istri Shalihah

Simpanan terbaik ketiga adalah istri shalihah yang membantu suaminya dalam urusan dunia dan agama. Istri shalihah, mereka setia dan taat kepada Allah dan rasulNya. Kesetiaan dan ketaatan itu kemudian membawa mereka menjadi istri yang setia dan taat kepada suaminya. Istri seperti inilah yang menjadi sumber kebahagiaan. Ia menjadi penyejuk mata bagi suami, sehingga dalam kondisi apapun, meski terbatas secara materi tetapi jika seorang laki-laki memiliki istri yang shalihah, ia akan lebih mudah tenang dan bahagia.

Dan inilah doa yang diajarkan oleh Al Qur'an agar kita panjatkan bersama:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan anak-anak yang menjadi penyejuk mata dan jadikanlah kami pemimpin orang-orang yang bertaqwa" (QS. Al Furqan : 74)

Sebaliknya, meskipun seseorang hidup bergelimang harta, punya jabatan tinggi, apalah artinya kalau keluarganya berantakan lantaran memiliki istri yang durhaka. Harta dan jabatan serasa tak berguna. Kesuksesan yang dibangun sekian tahun seakan musnah sia-sia. Dan kita patut waspada, sebab angka perceraian semakin tinggi. Menurut data Kementerian Agama, angka perceraian mencapai 212.000 per tahun. Dan diantara angka itu, sebagiannya rumah tangga bubar karena faktor perselingkuhan. Na'udzubillah min dzalik.

Benarlah wasiat Rasulullah kepada laki-laki yang akan menikah:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
"Wanita itu dinikahi karena empat perkara; hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita karena agamanya, maka kamu akan beruntung." (HR. Bukhari dan Muslim)

Istri shalihah, ia bukan hanya membahagiakan di dunia tetapi juga menguatkan keimanan dan bersama-sama kita meningkatkan ibadah dan ketaqwaa. Maka inilah yang menjadi cita-cita terbaik setiap muslim; menghadap Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan ridha dan ampunan-Nya; kemudian mendapatkan rahmat Allah, berkumpul kembali menjadi pasangan yang berbahagia di surgaNya.


وقل رب اغفر وارحم و انت خير الراحمين

KHUTBAH KEDUA


الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا


اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًَ طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.

عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
[Khutbah Jum'at edisi 24 Shafar 1435 H bertepatan dengan 27 Desember 2013 M; Bersama Dakwah]

Untuk membaca dan mendownload Khutbah Jum'at lainnya, silahkan klik
KUMPULAN KHUTBAH JUMAT 2013


Pimpin Doa Peringatan Tsunami, Ulama Ini Meninggal Tersujud

Masjid di Krueng, Banda Aceh (foto Tribunnews.com)
Kabar duka datang dari acara doa memperingati 9 tahun Tsunami Aceh yang digelar hari ini. Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) H Muhammad Ya’kub yang sedang memimpin doa tiba-tiba jatuh tersujud. Rupanya Allah Subhanahu wa Ta’ala memanggil ulama paling sepuh di Pulau Banyak itu saat ia tengah bermunajat kepadaNya.

Ratusan warga Aceh Singkil menggelar doa bersama di Masjid Baitul Muhtadin, Pulau Banyak, Kamis (26/12). Ketika memimpin doa usai membaca Surat Yasin tiba-tiba Muhammad Ya’kub terjatuh dari duduknya, membentuk posisi sujud.

"Jamaah yang sedang mengikuti doa bersama seketika panik. Warga kemudian membantu beliau dan saya melanjutkan doa menggantikan beliau," kata Afdhal, salah seorang ulama yang juga teman Ya’kub.

Sejumlah tenaga medis kemudian memeriksa Ya’kub. Saat diperiksa, ulama berusia 70 tahun itu sudah meninggal.

Jama’ah dan warga Pulau Banyak pun merasa sangat kehilangan atas meninggalnya ulama asal Desa Pulau Baguk, Pulau Banyak itu.

"Kami sangat kehilangan, karena beliau merupakan ulama yang paling sepuh di Pulau Banyak," ujar Lukman pengurus BKM Baitul Muhtadin. [AM/Detik/Tribunnews/Bersamadakwah]


Pro Mursi Makin Meluas, Pemerintah Kudeta Umumkan IM Organisasi Teroris

Massa Pro Mursi (foto Reuters)
Pemerintah Kudeta Mesir secara resmi menyatakan organisasi Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai organisasi teroris. Kegiatan IM pun dinilai menjadi kegiatan ilegal yang dilarang oleh pemerintah di seluruh wilayah Mesir.

Pernyataan itu diumumkan Rabu (25/12), setelah keluarnya hasil survei Al Mishri Al Yaum yang menunjukkan elektabilitas Presiden Mursi malah naik menjadi 82 persen.

“Kabinet menyatakan IM sebagai grup atau organisasi teroris,” kata Menteri Pendidikan Tinggi Mesir Hossam Eissa seperti dikutip ROL, Kamis (26/12).

Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Pemerintahan Kudeta, Hazem el-Beblawi, juga mengisyaratkan IM sebagai organisasi teroris. Ia menuding IM adalah pelaku pengeboman kantor Direktorat Keamanan Dakahliya di Kota Mansoura. Padahal kelompok bersenjata asal Sinai, Anshar Baitul Maqdis, telah mengumumkan bertanggungjawab atas ledakan itu. Sedangkan IM justru dikenal menolak aksi-aksi kekerasan dan hanya melakukan perlawanan dengan aksi damai dan jalur legal-politis.

TV Ahrar 25 menambahkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan keputusan resmi bahwa kudeta terhadap Presiden Mursi cacat hukum. PBB juga meminta agar Presiden Mursi segera dibebaskan. [IK/bersamadakwah]

Bidadari yang Terbuang

Ibu dan bidadari yang terbuang - ilustrasi
Dalam banyak ayat, Allah mengingatkan kepada kita, bahwa ujian, seringkali berasal dari orang-orang yang dekat dengan keseharian kita. Baik yang bernasab layaknya bapak, ibu, saudara kandung, teman hidup baik suami maupun istri. Juga, orang-orang terdekat yang tidak ada kaitan darah seperti tetangga, sahabat atau siapapun yang dekat dalam kehidupan kita.

Tak terkecuali dalam kehidupan bisnis. Hal ini berlaku serupa. Adalah Malin Kundang. Sebuah legenda yang sangat populer. Lantaran bisnis, gengsi dengan kehidupan istri dan mertuanya, ia campakkan orang tuanya. Hingga akhirnya, dia terkutuk. Menjadi batu. Dan namanya, abadi dalam ketidakbaikan.

Tentu, sebagai orang yang berakal. Kita berharap agar tidak menjadi Malin Kundang berikutnya. Karena sebelum ajal menjelang, siapapun kita, bisa menjadi apapun selama kita tidak waspada dalam mendidik diri. Ini niscaya. Karena setan, tidak akan membiarkan kita berada dalam pendukung dan pelaku kebenaran.

Saya ingin menamainya dengan Fulan. Ia hidup di sekitar Jazirah Arab. Kegigihannya dalam berusaha telah mengantarkan dirinya menjadi seorang pebisnis ulung. Ia berpindah dari satu lokasi menuju lokasi lain untuk memperdagangkan komoditinya. Hampir semua tempat, sudah pernah ia jelajahi.

Ia hidup berempat. Bersama istri tercintanya, anak semata wayang penyejuk hati, dan ibu yang sudah tak muda lagi. Ibu yang telah melahirkannya itu, menderita lumpuh. Alhasil, cara hidup nomadennya ini, bertambah berat lantaran harus mengurusi sang ibu. Artinya, ia harus memindahkan ibunya, kemanapun ia beranjak.

Hingga akhirnya, ia mengalami puncak kegelisahan. Dalam gelisah itulah, timbul sebuah ide konyol. Ide yang sama sekali tidak manusiawi. Dan tak layak dilakukan oleh manusia manapun, apalagi dari anak terhadap ibu yang telah mengandung, melahirkan dan membesarkan dirinya itu. Namun, takdir hendak memberikan pelajaran untuk kita, generasi setelah Fulan tiada.

Ia kemudian berkata kepada istrinya, menyampaikan ide gilanya itu. “Umi, sore ini kita akan beranjak ke daerah lain. Kembali menjajakan barang dagangan kita. Tolong, kemasi semua barang ibu. Kita tinggalkan ibu di tengah sahara. Abi lelah karena ibu sudah sangat merepotkan kita.”

Sang istri, hanya diam. Kemudian mengangguk sembari melaksanakan perintah belahan jiwanya itu. Naluri kemanusiaan sang istri terusik. Namun, sebagai istri, ia tak bisa berbuat banyak.

Hingga akhirnya, apa yang dititahkan oleh Fulan ditunaikan dengan baik. Sang istri, melakukan lebih dari yang diminta. Di samping meninggalkan mertuanya, ia menyertakan anaknya. Mereka berdua ditinggal di tengah sahara. Dengan ancaman mati kedinginan atau diterkam binatang buas.

Sesampainya di tempat yang dituju, Fulan memanggil istrinya. “Umi, dimana anak kita? Aku ingin rehat sejanak sembari bermain dengannya. Agar luruh lelah yang menggelayut selepas perjalanan tadi.”

Tanpa canggung, sang istri menjawab, “Aku meninggalkan anak kita bersama ibu di tengah sahara.” Bagai disambar petir, Fulan langsung menyergap, sembari membentak, “Ha?! Kenapa kau tinggalkan anak kita bersama Ibu? Bukankah aku hanya menyuruh untuk meninggalkan ibu?”

Dengan sangat tenang, sang Istri menyahut, “Jika kubawa anak kita, dan hanya meninggalkan ibu, maka kelak, anak kita akan membuangmu sebagaimana kau membuang ibumu.”

Tanpa kata, Fulan langsung memacu kendaraannya ke tengah sahara. Hingga didapatilah pemandangan yang menyadarkan hati. Ibu dan anaknya tengah dikelilingi binatang buas. Sang anak ketakutan. Dan wanita terbuang itu, tengah mendekap erat cucunya, seraya melindungi. Fulan bergegas mengibas-ngibaskan pedangnya untuk menguisir kerumunan binatang buas yang hendak menerkam ibu dan anaknya.

Setelah aman, ia menyungkur sujud, menangis sejadi-jadinya, meminta maaf, sambil menciumi ibu dan anaknya.

Begitulah. Terkadang, kehidupan dunia bisa membutakan mata hati. Maka dalam cerita ini, istri, ataupun pasangan hidup kita, berfungsi sebagai penyeimbang. Yang mengingatkan di kala kita lupa. Yang meluruskan di kala kita tengah melenceng. Pasangan hidup itu, adalah mereka yang mengulurkan tangannya di saat orang lain enggan untuk membantu.

Sejatinya, orang tua adalah sarana utama bagi suksesnya seorang anak. Meskipun, secara kasat mata, ketika keduanya sudah memasuki senja, keberadaan orang tua nampak merepotkan. Namun, jika kita menggunakan kaca mata langit, keberadaannya adalah sumber kesuksesan.

Dari cerita Fulan ini, kita belajar. Bahwa ibu, dalam berbagai kasus adalah ujian bagi kita anak-anaknya. Dari si Fulan, kita juga belajar tentang hikmah. Bahwa penentangan akan ketidakbenaran, tidak selalu berbentuk kalimat kasar, melainkan dengan tindakan cerdas yang berasal dari hati, hingga sampai pulalah ke dalam hati.

Mari, bahagiakan ibu. Maka Allah, pasti membahagiakan kita. []


Penulis : Pirman
Redaksi Bersamadakwah.com



47 Poin tentang Natal dan Sikap Umat Islam – Kultwit Salim A Fillah

Salim A Fillah
Natal, yang diperingati oleh kaum Kristiani setiap 25 Desember, juga menjadi bahasan yang menarik bagi umat Islam. Terutama, soal mengucapkan selamat natal; apakah boleh atau tidak. Jika boleh, bagaimana syaratnya, dan seterusnya.

Berikut ini kultwit Ustadz Salim A Fillah tentang Natal yang telah dirilis oleh donasidakwah.com :

1. #Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi'an; "Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak."

2. Wasi'an: "Kalian mengimani Musa, juga 'Isa. Kamipun sama. Tambahkanlah satu nama; Muhammad. Maka sungguh kita tiada beda. #Natal

3. Wasi'an: "Kalian imani Taurat, Zabur, & Injil. Kamipun demikian. Tambahkan Al Quran, maka sungguh kita satu tak terpisahkan." #Natal

4. Sungguh adanya kerahiban jadikan kalian lembut hati & dekat pada kami; sementara Yahudi & musyrik musuh terkeras kita. (QS 5: 82). #Natal

5. Tapi mungkin memang sudah tabiat 'aqidah, satu sama lain tak rela jika kita tak serupa dalam agama secara sepenuhnya. (QS 2: 120). #Natal

6. Bagaimanapun, selama kita tak saling memerangi & usir-mengusir tersebab iman, tak terlarang kita saling berkebajikan. (QS 60: 8). #Natal

7. Maka inilah kita mencari titik singgung iman demi kebersamaan; itulah pengakuan ke-Ilahi-an Allah tanpa persekutuan. (QS 3: 64). #Natal

8. Tetapi kami insyafi sepenuhnya, yakin di dada tak bisa dipaksakan. Kami hormati segala nan tak bisa dipertemukan. (QS 109: 6). #Natal

9. Dalam keberbedaan itu, izinkan kami tetap mencintai 'Isa & Maryam, meski kami tak bisa memohon kalian mentakjubi Muhammad. #Natal

10. Izinkan jua kami, membaca dengan berkaca-kaca betapa indah Surat dalam Quran yang berjudul Maryam. Gadis tersuci sepanjang zaman. #Natal

11. Najasyi Habasyah & Uskup-uskupnya, juga para Patriarkh Najran menitikkan airmata, dibacakan Surat Maryam. Berkenankah kalian jua?#Natal

12. Ini sungguh bukti bahwa Allah, Nabi, & Al Quran kami mengajarkan pemuliaan nan mengharukan pada Maryam & 'Isa yang tiada duanya. #Natal

13. Termuliakanlah 'Isa dengan penciptaan & kelahiran nan ajaib yang bagi kami begitu agung sebagaimana penciptaan Adam. (QS 3: 59). #Natal

14. Termulialah 'Isa nan bicara dalam buaian. Salam sejahtera baginya di saat lahir, kelak diwafatkan, & nantinya dibangkitkan. (QS 19: 33)

15. Saudara Nasrani terkasih; kami mencintai 'Isa, Nabi & RasulNya. Ruh & kalimatNya, yang ditiup-tumbuhkan dalam rahim suci Maryam. #Natal

16. #Natal ini, kalian rayakan kelahiran 'Isa yang agung; tapi bagi kami tanggal 25 Desembernya agak membuat terkerut dahi bertanya-tanya.

17. Sebab Maryam nan sungguh berat ujiannya itu bersalin di saat kurma masak penuh tandannya. Kemungkinan itu Maret, bukan Desember. #Natal

18. Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah ditulis para Sejarawan, 25 Des itu hari kelahiran Janus & Mitra, Dewa Matahari. #Natal

19. Sungguhpun ingin rasanya syukuri lahirnya Rasul Ulul 'Azmi nan teguh hati; 'Isa, agak tak nyaman hati kami dengan hari pagan ini. #Natal

20. Sayangnya, hampir seluruh gereja sudah menyepakatinya, sampai seorang Sejarawan memelesetkan 'Son of God' sebagai 'Sun of God'. #Natal

21. Itulah awal-awal yang membuat kami berat hati untuk ucapkan Salam #Natal. Ini harinya Janus & Mitra. Bukan harinya 'Isa, kawan terkasih.

22. Tentu tradisi ribuan tahun dengan salju & cemara, pohon sesembahan pagan Eropa itu tak bisa kami paksa untuk diubahkan seenaknya. #Natal

23. Tinggal kini, dalam hasrat hati tuk membalas penghormatan yang kalian berikan di 'Idul Fitri & Adhha, kami kan simak para 'ulama. #Natal

24. Sungguh, agama ini memerintahkan untuk membalas tiap pemuliaan dengan penghargaan yang lebih baik, minimal senilainya. (QS 4: 86) #Natal

25. Yang disepakati para 'ulama atas keharamannya adalah keterlibatan dalam segala yang bernilai ritual & ibadah. Pun jua Fatwa MUI. #Natal

26. Jika keterlibatan dalam kegiatan #Natal nan bersifat ibadah & ritual disepakati haramnya, para 'ulama ikhtilaf pada soal ucapan selamat.

27. Yang membolehi selamat #Natal al Dr. Musthafa Az Zarqa, Dr. Yusuf Al Qaradlawy; menyebut tahniah tak terkait dengan ridha atas 'aqidah.

28. Tahniah #Natal, kata keduanya; bisa menjadi da'wah sebagaimana Ibrahim bicara tentang tertuhannya bintang, bulan, mentari. (QS 6: 77-83)

29. Oh iya, QS 6: 77-83 TIDAK berkisah tentang 'Ibrahim Mencari Tuhan', tapi 'Ibrahim Berda'wah', demikian ditegaskan Al Qurthuby. #Natal

30. Maka tahni-ah #Natal yang diikuti komunikasi intensif sebagaimana dilakukan Ibrahim pada penyembah bintang, bulan, mentari adalah indah.

31. Dr. Abdussattar memberi catatan kemubahan tahni-ah #Natal ini dengan kehati-hatian memilih diksi. Doa menuju hidayah lebih dianjurkan.

32. Adapun Al 'Utsaimin, Lajnah Fatwa KSA, dll cenderung mengharamkan tahni-ah #Natal tersebab hal itu sama dengan meridhai 'aqidah keliru.

33. Jadi ikhtilaf 'Ulama terkait tahni-ah #Natal ini ada di ranah pemaknaan kalimat ucapan tersebut. Masing-masingnya lalu mengajukan dalil.

34. Ulamapun berfatwa sesuai konteks di seputarnya, tentu ada perbedaan lingkungan sosial nan melatarbelakangi fatwa nan tak sama. #Natal

35. Lajnah Fatwa KSA&Al Utsaimin menjawab di negeri yang nyaris tiada Nasrani. Al Qaradlawy&Az Zarqa berfatwa tuk masyarakat majemuk. #Natal

36. Bagaimana sikap atas beda fatwa ucapan #Natal? Kata Asy-Syafi'i, Al Khuruj minal Ikhtilaafi Mustahabb: keluar dari selisih itu disukai.

37. Dengan jernih hati & mengukur kapasitas diri, kita bisa mempertimbangkan kedua-duanya. Ada keadaan-keadaan yang harus dicermati. #Natal

38. Ikhtilaf ahli ilmu insyaaLlah menjadi kemudahan bagi kita untuk beramal yang tak sekedar benar, melainkan juga tepat & cerdas. #Natal

39. Akan ada yang menghajatkan fatwa Al Qaradlawy & Az Zarqa, al; di wilayah muslim minoritas, keluarga majemuk nan erat hubungan dll #Natal

40. Akan ada juga yang hajatkan fatwa Al 'Utsaimin pada posisi memelihara 'izzah agama. Misalnya Raja KSA sebagai Khadimul Haramain. #Natal

41. Kata Abu Hanifah; yang terpenting BUKAN mengamalkan pendapat kami atau tidak. Melainkan mengetahui bagaimana kami menetapkannya. #Natal

42. Dan adalah dosa; mengatasnamakan 'ulama tuk haramkan sesuatu; padahal mereka tidak; cermati misalnya Fatwa MUI ini:
http://media.isnet.org/antar/etc/NatalMUI1981.html

43. Mengamalkan atau tak mengamalkan; jauh lebih ringan dari soal menghalalkan & mengharamkan; karena ia adalah haq Pembuat Syari'at. #Natal

44. Sebab itu; para 'Ulama mengistilahkan beda pendapat Fiqh dalam dimensi SHAWAB (tepat) & KHATHA' (keliru), bukannya HAQ & BATHIL. #Natal

45. Maka dengan ilmu memadai, mari beramal terbaik bagi iman kita pada Allah, bagi misi kita sebagai ummat terbaik di tengah manusia. #Natal

46. Demikian bincang #Natal. Semoga tak kecewa karena jawabnya tak satu. Sebab Salim, terlalu bodoh untuk lancang mentarjih ikhtilaf Ulama;)

47. Maafkan sejak tadi bincang #Natal ini terjeda-jeda; karena qadaruLlah sedang fakir sinyal; juga tadi tengah menyampai materi di Jambi:)

Temukan Islam Saat Mabuk, Kini Fletcher Kembangkan TV Kabel untuk Dakwah

Mujahid Fletcher (foto OnIslam)
Hidayah Allah sungguh ajaib. Ia bisa datang melalui berbagai cara dan kesempatan yang tak terduga. Jamie Fletcher, misalnya. Pria Kolumbia ini menemukan Islam ketika dirinya pulang dari sebuah klub malam dalam kondisi mabuk.

"Suatu malam saya bersama seorang teman pulang dari klub malam dan mabuk. Sepulang dari sana kami duduk di depan rumahnya sembari menatap botol minuman. Tak diduga, teman saya berkata, 'Aku tak percaya masih melakukan ini'," kata Fletcher mengungkapkan asal mula keislamannya kepada Public Radio International (PRI), Senin (23/12).

Fletcher yang penasaran mencoba bertanya kembali. Ia bertanya apa maksud dari perkataan temannya tadi.

"Aku bertanya padanya apa maksud dari tidak percaya. Lalu temanku bercerita bahwa dirinya tak percaya masih melakukan hal ini (mabuk, red) setelah pulang dari Mekah," lanjutnya.

Mendengar kata Makkah, Fletcher kembali bertanya kepada temannya apa itu Makkah. Dan Ia mendapatkan jawaban bahwa Makkah adalah baitullah, rumah Allah. Temannya yang seorang muslim, juga menjelaskan sedikit tentang Islam.

"Islam adalah agama yang benar dari Allah," mendengar pernyataan ini, Fletcher menyangkal dengan alasan semua orang menganggap agamanya adalah benar. Akan tetapi obrolan singkat itu ternyata membuat Fletcer penasaran tentang Islam. Ia pun kemudian mulai mencari tahu, apa itu Islam yang sebenarnya.

Seperti kebanyakan Latin, Fletcher dibesarkan dalam keluarga Katolik, tapi dia bilang orang tuanya juga mendorong dia untuk menemukan kebenaran sendiri. Dalam usahanya mencari kebenaran, ia belajar agama Kristen, Yahudi, Taoisme dan Buddhisme. Anehnya, dalam pencariannya tersebut, ia mulai meyakini bahwa Islam adalah agama yang benar dari Allah.

Saat itulah, ia memutuskan untuk mulai masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Mujahid Fletcher. "Islam membawa rasa yang jelas untuk meminta pengampunan atau pertobatan langsung kepada Tuhan, tanpa perantara, " kata Fletcher.

Tak hanya sebatas puas dalam menemukan kebenaran Islam, Fletcher pun bertekad untuk meneyebarkan Islam di kalangan latinos (masyarakat Amerika Latin) lainnya.

Oleh karena itu, Ia meluncurkan sebuah perusahaan bernama Islam di Spanyol di mana ia mulai melakukan terjemahan dan membuat rekaman audio dari ayat-ayat. Dia dan ayahnya, yang juga masuk Islam, telah tercatat lebih membuat 500 CD dan 200 akses TV kabel yang beriskan hal-hal tentang Islam.

"Tujuan akhir dengan Islam di Spanyol adalah untuk mendidik Latin tentang Islam di seluruh dunia," katanya.

Sekarang, Fletcher juga rutin hadir di Maryam Islamic Center yang terletak di Sugar Land, sebuah pinggiran kota makmur dari Houston. Masjid besar di sana memiliki arsitektur yang sama seperti di Timur Tengah atau Turki di mana bangunannya sangat menarik dan tinggi, pintu masuk melengkung, terdapat pilar dan dua menara.

Fletcher mengatakan Muslim Latino tersebar di kantong-kantong kecil di kota-kota besar seperti Houston. [ROL/Bersamadakwah]