Semangat dan Dukungan untuk Presiden Mursi

Semangat dan Dukungan untuk Presiden Mursi

Presiden Mursi (foto: Mashable)
Assalamu’alaikum,Wr.Wb.

Insan terkasih nan disayangi.

Bersama dengan datangnya surat ini, kami berharap Pak Presiden Mursi dalam keadaan sehat dan senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

Pak Presiden, kami sadar bahwasannya terlalu sulit untuk memaafkan segala kekhilafan dan kekeliruan kami atas penderitaan anda dan saudara muslimin-muslimat lainnya di sana.

Kurangnya rasa simpati, empati menjadikan kami kerdil di sini. Sandang, pangan sedikitpun tiada mampu kami berikan ke sana. Seandainya kami menjadi anda atau mereka, mungkin kami tidak akan mampu merasakan hal yang sama, terlalu sulit membayangkan keadaan seperti itu.

Namun, dibalik semua rentetan kepiluan itu, tamparan maupun peringatan Allah SWT semakin nyata. Tersadarlah kami akan semua perilaku. Ya, nurani kami seakan membeku dan pergi berlalu. Mata bahkan hati kami pun malu lantaran kepekaan sebagai insan manusia barulah bertalu.

Duhai insan terkasih nan disayangi. Mungkin secarik surat bertuliskan kata-kata ini tidaklah berarti. Mungkin selembar kertas bertuliskan kata-kata ini tidaklah mengobati. Tapi, semoga sedikit kata-kata ini mampu menghapus sedikit linang yang membasahi pipi bahkan hati.

Duhai insan terkasih nan disayangi. Maaf, hanya kalimat-kalimat ini yang mampu kami sampaikan. Maaf, hanya kata-kata ini yang mampu kami berikan. Tapi, percayalah kepada kami. Semua ini takkan berhenti sampai di sini. Semua ini akan senantiasa lestari melebihi guratan kekata di dalam secarik kertas ini.

Duhai insan terkasih nan disayangi. Sungguh, luapan rasa dari kata-kata dalam surat ini kan tetap lestari. Pada terik, udara dan insan, ia bersaksi. Dari dalam diri kami, luapan rasa ini telah meninggi, luapan rasa ini bersemi mematri.

Duhai insan terkasih nan disayangi. Sungguh, Allah SWT senantiasa melindungi anda dan segenap harap yang tak bertepi. Sungguh, Allah SWT senantiasa melindungi anda dan segenap asa yang meninggi. Sungguh, Allah SWT senantiasa melindungi anda dan segenap cita, cinta yang tertinggi.

Duhai insan terkasih nan disayangi. Anda memang hanya satu, namun ruh semangat juang untuk bersatu yang menjadikan anda layaknya beribu insan. Anda teramat berseri, anda teramat berkarisma. Itulah mengapa muslimin-muslimat di sana termasuk Suriah, Palestina bahkan seorang Perdana Menteri Turki; Recep Tayyep Erdogan senantiasa bersatu untuk mendampingi, melindungi anda dari kedzholiman ini.

Duhai insan terkasih nan disayangi. Sama hal seperti mereka, ijinkanlah kami menyayangi dan mencintai anda dalam rasa maupun jiwa. Sama hal seperti mereka, yang terpukul atau sedih melihat anda terdzholimi oleh insan-insan durjana pengkudeta dan tentara-tentara thogut yang nista durjana. Seperti itu pula batin kami yang tercabik-cabik karenanya.

Duhai insan terkasih nan disayangi. Jarak diantara kita memang teramat jauh terbentang, namun tak sedikit pun mengikis rasa sayang dan cinta kami kepada anda..

Duhai insan terkasih nan disayangi. Terimalah ini dengan sepenuh hati. Semoga ikhlas yang anda miliki. Setelah ini, senantiasa kami upayakan yang terbaik untuk anda. Segenap kerja, cita, asa, cinta dan do’a kan senantiasa menjadi harmonisasi yang terlantunkan dan tergaungkan.

Duhai insan terkasih nan disayangi. Maafkan kami, beribu maaf. Hanya kata yang mampu terucap. Semoga setelah ini, biru suasana akan anda dan semua muslimin-muslimat di sana dapati. Semoga setelah ini, kebebasan segera menghampiri Anda dan kaum muslimin semuanya. Dimanapun mereka berada.

Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.

Wasasalamu’alaikum,Wr.Wb.
Salam hangat, salam cinta empat jari dari kami di bumi pertiwi.

Penulis : Taufik Hidayat
Bekasi

Tulisan ini adalah tulisan terbaik 2
pada Lomba Menulis Surat Cinta untuk Presiden Mursi


0 komentar:

Posting Komentar