Selamat Berbuka Puasa, Garudaku!

Selamat Berbuka Puasa, Garudaku!

Timnas sujud syukur (foto kabar24.com)
Andai kita mengetahui apa yang sudah tertulis dalam Lauhul Mahfudz terkait takdir, dan di sana tertulis bahwa nanti malam Indonesia akan berhasil mengalahkan Vietnam dalam turnamen AFF U-19, maka kita tidak perlu lagi lelah-lelah berupaya. Karena siapapun, tidak mungkin bisa lepas dari ketentuan yang telah Allah gariskan jauh-jauh hari sebelum kita lahir di dunia ini. Meskipun, kita faham betul, bahwa usaha dan doa bisa membuat ketentuan itu berubah. Tentu, perubahan tersebut merupakan ketentuan Allah yang lain, dimana tak satupun makhluk bisa mengubahnya.

Andai kita mengetahui bahwa yang tertulis dalam Lauhul Mahfudz bahwa malam nanti Indonesia akan kembali ditumbangkan oleh Vietnam, maka saat ini, kita tak perlu lagi bersusah payah melakukan aneka upaya. Karena sekuat apapun upaya kita, sekhusyu’ apapun doa yang kita panjatkan, Allahlah yang Maha Kuasa. Dia, akan terus malakukan apa yang telah menjadi KuasaNya. Lantas, apakah doa dan upaya kita sia-sia? Tidak! Doa dan upaya kita itu, kelak akan menemukan momentumnya. Entah esok, lusa, atau untuk anak dan cucu kita kelak di kemudian hari.

Oleh karena kita tidak mengetahui sedikitpun akan apa yang terjadi nanti malam, maka saat ini, sebagai sebuah sikap sportif dalam sebuah permainan, dan sebagai sikap terbaik seorang hamba kepada Robbnya, maka kita harus berupaya sekuat tenaga dan berdoa sekhusyu’ kemampuan kita, agar upaya kita menuai hasil optimal.

Sehingga, sebagai sebuah bangsa yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan dan asas gotong royong, maka tidak ada salahnya jika kita turut mendoakan, agar Garuda kita, malam nanti berhasil melakukan Buka Puasa, sejak puasa gelar 22 tahun silam.

Karena sebagai Negara mayoritas muslim, kita tahu persis bahwa usaha dan doa yang sungguh-sungguh, pasti akan membuahkan hasil yang optimal.

Memang, Vietnam bukan tim ‘kacangan’. Di sepanjang turnamen, mereka selalu menghasilkan catatan positif. Bahkan, Garuda pernah dipecundangi dengan skor tipis 1-2. Padahal, kita bermain dengan 12 pemain ditambah supporter. Belum lagi komentator yang sepanjang laga selalu memihak tim Garuda. Itu artinya, upaya dan banyaknya dukungan tidak bisa banyak merubah keadaan selama pemain yang terjun langsung di lapangan tidak sungguh-sungguh dalam berupaya. Di luar itu semua, jika Allah tidak menghendaki kemenangan bagi Indonesia, maka kemenangan itu pastilah mustahil untuk kita peroleh.

Sehingga, satu hal yang paling perlu ditanamkan dalam diri masing-masing pemain dan seluruh pendukung Tim Merah Putih adalah kesadaran penuh akan keMahaKuasaan Allah. Jika ini yang berhasil dilakukan, maka menang dan kalah bukan jadi soal. Karena dalam konteks kemusliman kita. Menang akan menjadikan seseorang bersyukur sedangkan kalah akan membuat seseorang bersabar.

Jika hal itu berhasil kita lakukan. Maka tak perlu ada lebay lagi diantara kita. Lakukan saja sesuai jangkauan tangan, dengan kualitas terbaik. Lalu serahkan semuanya kepada Allah. Kita berdoa, semoga Evan Dimas dan kawan kawan berhasil menunjukkan kemampuan gemilang seperti saat menumbangkan Gajah Putih 3-1. Atau, bermain seatraktif babak kedua saat membalikkan keadaaan melawan Harimau Malaya 1-1.

Bagi supporter, khususnya yang berada di Gelora Sidoarjo, jangan anarkis. Ini hanya permainan. Kalaupun menang, kalian hanya akan mendapatkan bangga. Yang menerima hadiah, ya para pemain kita. Jika kalah, kemudian kalian anarkis, lalu ada korban jiwa dan luka-luka, maka kalian sendiri pula yang akan menuai akibatnya. Belum lagi label buruk yang akan diperoleh negeri kita di mata dunia. Sehingga kita sudah terjatuh dan tertiban tangga pula. Tunjukkan, bahwa kita adalah Bangsa Timur yang menjunjung tinggi sopan santun. Apalagi, kita faham betul, bahwa tamu adalah raja. Maka, perlakukan tamu kita bak raja. Dengan sambutan terhangat yang bisa kita berikan.

Untuk penonton yang di rumah, jangan sampai tinggalkan Isya’ berjama’ah. Bagaimanapun, pahala Isya’ berjama’ah tidak bisa dibandingkan dengan apa yang kita peroleh selama menongkrongi televisi sepanjang laga. Jangan lupa pula, berdoa di sepanjang laga. Perbanyak istighfar, tasbih, tahmid dan takbir. Kalau perlu, saat Garuda mencetak Gol, kita bersama teriakkan, “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!”

Bagi yang punya kelebihan rejeki dan mengajak nonton bareng teman-temannya, tak ada salahnya siapkan teh hangat dan beberapa jenis makanan. Niati itu sebagai berbagi, dan berharap balasan terbaik dari Allah. Insya Allah, niat kita tersebut akan mendapatkan balasan terbaik. Jangan lupa, sisipi dengan dakwah dan sedikit obrolan yang bermanfaat. Bukankah, Hasan Al banna memulai dakwah dari kedai kopi? Lantas, mengapa kita tak bisa memulai dakwah dari nonton bareng sepak bola?

Untuk para pemain, kami percaya kepada kemampuan kalian. Kami doakan yang terbaik. Dan sungguh! Kami sangat bangga ketika kalian melakukan sujud syukur selepas mencetak gol. Semoga, malam ini, kalian bisa melakukan sujud syukur sebanyak 3 kali di sepanjang laga. Semoga.

Terakhir, ini hanya sebuah permainan. Ada banyak hal lain yang lebih penting dari permainan ini. Masalah negeri kita juga bukan sebatas ini. Masih banyak yang harus kita selesaikan. Sehingga, doa yang kita panjatkan saat ini, jangan sampai berhenti. Teruslah berdoa, untuk Indonesia tercinta, agar negeri ini, bisa menjadi negeri yang Thoyyib, dan Robbun Ghofur. Negeri yang gemah ripah, loh jinawi, toto titi tentrem kerto raharjo.

Terkhusus untuk MNC Group, selayaknya Tuan-tuan sekalian memperhatikan, bahwa kami, bangsa Indonesia, lebih menyukai gelaran Sepak Bola dan tayangan berkualitas lain dibanding tayangan Miss World yang tak berkualitas itu. Sehingga, tak layak memaksakan kehendak hanya demi kepentingan segelintir pihak. Kami lebih suka kalian mendatangkan Barcelona, Real Madrid atau Manchester United ke negeri ini, dibanding tayangan kontes kecantikan yang memuakkan itu.

Perlu juga kami sampaikan, selamat kepada sahabat-sahabat di Sidoarjo. Semoga kalian terhibur dengan suguhan dari Garida Muda secara langsung, dari jarak dekat, tanpa terhalang layar kaca. Sehingga derita Lumpur Lapindo bisa sedikit terkurangi. Untuk Bang Ical, jangan malu untuk mengucapkan terima kasih kepada Bang HTS. karena MNC dan upayanya, warga yang telah anda rugikan, bisa sedikit terhibur dengan tayangan berkualitas di sepanjang turnamen ini.

Sekali lagi, kami sampaikan. Ini sebatas laga. Jangan berlebihan. Lakukan sesuai jangkauan tangan kita. Karena apapun yang terjadi, esok hari dan seterusnya, kita harus tetap berupaya sekuat tenaga untuk mengupayakan kehidupan terbaik. Dengan terus memperbaiki diri guna hidup yang lebih baik. Dengan terus beribadah di sepanjang sisa hidup kita, dengan terus bekerja untuk Indonesia.

Dengan cinta, kita bersama. Dengan kerja, kita berkarya. Dengan harmoni, kita satu hati. Maka kan jayalah, Negeri ini. Jayalah Ngeriku, Jayalah![]


Penulis : Pirman
Redaksi Bersamadakwah.com




0 komentar:

Posting Komentar