Selaksa Cinta untuk Presiden Mursi

Selaksa Cinta untuk Presiden Mursi

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah, Tuhan seru sekalian alam. Semoga Allah menguatkan semua pejuangNya, dimanapun dalam kondisi apapun mereka saat ini. Sungguh! Pejuang hanya akan mendapat dua kemungkinan. Mati syahid atau hidup mulia. Semoga Allah, memasukkan kita ke dalam barisan pejuang-pejuangNya. Aamiin.

Kudeta militer terhadap kepemimpinan resmi Muhammad Mursi di Mesir, hingga kini dan selamanya, akan terus menyisakan luka bagi peradaban dunia yang semakin modern. Namun, luka ini, bagi para pejuang, adalah tinta emas sejarah. Bukan lantaran tidak becus, lalu dikudeta. Tapi dikudeta lantaran musuh merasa ketakutan atas gelombang kemenangan kaum muslimin yang terus menggulung tinggi di seantero penjuru bumi ini. Insya Allah, di negeri kita, kemenangan itu akan segera terwujud.

Mesir adalah saudara kandung Indonesia. Mesir –melalui Hasan Al Banna dan Ikhwanul Muslimin- adalah negeri yang pertama kali mengakui kemerdekaan negeri ini. Mesir –Melalui Mursi dan Ikhwanul Muslimin- adalah negeri yang peduli dan membantu negeri ini ketika diterjang bencana Tsunami 2004 silam di Serambi Mekah. Maka kita, Indonesia, diakui atau tidak, sangatlah berhutang budi kepada Mesir dan Ikhwanul Muslimin.

Sebagai bentuk kepedulian Indonesia kepada Mesir dan tragedi kemanusiaan yang kini menimpa mereka, kami berinisiatif menyelenggarakan Lomba Selaksa Cinta untuk Presiden Mursi. Memang, hanya sekedar lomba, hanya sekedar surat. Tapi kami, sebagai muslim, karena merasa saudara dan satu tubuh, sangat yakin, bahwa yang kecil ini, insya Allah menjadi bukti kecintaan kami kepada Al Islam dan kaum muslimin, mukminin dan mujahidin. Sehingga, semoga kelak kami dikumpulkan dengan mereka yang kami cintai.

Bekerjasama dengan Bersama Dakwah, Majalah Dakwah Islam Al intima’, Islamedia, L-Dreams, Toko Buku Bahagia dan beberapa pihak yang tidak mungkin kami eja satu persatu, maka terselenggaralah even ini. Alhamdulillah, atas ijin Allah, antusiasme sahabat sekalian sangat besar. Bahkan pengumuman yang kami buat, disebar lebih dari ribuan kali. Dari ribuan itu, Alhamdulillah lebih dari 30 peserta mengirimkan naskahnya. Mulai dari yang baru belajar menulis hingga mereka yang sudah menjadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan.

Dengan berlinang haru, kami berterima kasih kepada seluruh peserta yang telah bergabung, untuk sahabat sekalian, kami ucap hening, jazakumullah ahsanal jaza. Kelak, Allah akan berikan balasan setimpal atas apa yang telah kita kerjakan.

Yang belum menang, bukan lantaran tulisannya tidak bagus. Ini murni karena ada peserta lain yang mengirimkan naskah lebih baik. Maka yang kami lakukan adalah memilih yang paling baik diantara yang baik-baik itu. Susah! Tapi kompetisi, harus diputuskan siapa juaranya.

Untuk yang menang, bukan lantas berbanga diri. Ini hanyalah rejeki yang Allah alamatkan kepada sahabat sekalian. Semoga syukur menjadikan rejeki itu semakin bertambah, aamiin.

Untuk keduanya, dan seluruh peserta, teruslah berbuat. Yang terbaik untuk diri, keluarga, negeri juga Islam yang kita cintai.

Semoga, kita tak pernah lelah sebelum benar-benar menjejak surga. Aamiin.

Terbaik ke-1 : Tri Agustina - Pemalang - Wahai Bapak Kami, Bersabarlah!

Terbaik ke-2 : Taufik Hidayat - Bekasi - Semangat dan Dukungan untuk Presiden Mursi

Terbaik ke-3 : Rezkiyana – Makassar – Karena Allah, Kami Mencintaimu



0 komentar:

Posting Komentar