Kisah Fatimah Atha Menjadi Tahanan Terkecil Penguasa Kudeta

Kisah Fatimah Atha Menjadi Tahanan Terkecil Penguasa Kudeta

Fatimah Atha
Penguasa kudeta Mesir benar-benar 'gila'. Mereka bukan hanya menangkap orang-orang dewasa, tetapi juga menangkap remaja dan anak-anak.

Salah seorang bocah yang ditangkap oleh militer pimpinan As Sisi adalah Fathimah Atha yang baru berusia enam tahun. Fatimah barangkali adalah tahanan terkecil di Mesir, sekaligus di dunia, pada era modern ini.

Untunglah, Fatimah kemudian dibebaskan setelah 30 jam dalam penahanan. Ia dibebaskan setelah diberitakan secara luas oleh televisi Aljazeera.

Dalam wawancaranya dengan kantor berita Anatolia, seusai pembebasannya, Fatimah menceritakan bahwa dirinya bersama keluarga sedang dalam perjalanan menuju tempat demonstrasi untuk menentang kudeta militer dan mendukung Presiden Mursi, pada Senin (9/9) yang lalu. Di tengah jalan, tepatnya di pos Tajammu’ Khamis, mereka dihentikan polisi. Mereka ditangkap dan ditahan karena didapati membawa lambang R4BIA berwarna kuning.

“Mereka menarik supir dan mama, di depan mata kami. Yang bisa kami ucapkan hanyalah Hasbunallah wani’mal wakil,” kata Fatimah dalam wawancara itu, seperti dikutip Dakwatuna, Senin (16/9).

Saat ditanya apakah ia takut setelah pernah ditangkap, Fatimah menjawab dengan kata-kata yang membuat orang-orang dewasa 'iri' padanya.

“Aku nggak takut kok. Besok-besok mau ikut demo lagi. Sampai Presiden Mursi kembali. Ditembak juga nggak apa-apa. Kita mati syahid,” ujarnya dengan wajah polos.

Karena masih terlalu kecil, Fatimah tidak diperiksa oleh kejaksaan sebagaimana ibu dan kakak-kakaknya. Tetapi nama Fathimah tetap dicantumkan sebagai tersangka dalam berita acara. Kakak laki-lakinya, Abdurrahman yang masih berusia 12 tahun juga dicatat sebagai tersangka.

Setelah pemberitaan yang cukup masif di televisi Aljazeera, rombongan keluarga ini pun dibebaskan, setelah sempat ditahan 30 jam. [IK/Dkw/bsb]

0 komentar:

Posting Komentar