Pemerintah Kudeta Tutup Koran Ikhwanul Muslimin

Pemerintah Kudeta Tutup Koran Ikhwanul Muslimin

Koran Ikhwan "Al Hurriyah wal 'Adalah" (foto Hidayatullah)
Pemerintah kudeta telah menutup kantor pusat koran Al-Hurriyah Wal 'Adalah milik organisasi Ikhwanul Muslimin di Kairo. Tindakan itu dilakukan setelah pengadilan Mesir memutuskan pembubaran Ikhwanul Muslimin dan penyitaan aset-asetnya.

Sejumlah jurnalis melayangkan protes terbuka atas pengekangan kebebasan pers tersebut, terlebih polisi menyerbu kantor koran itu lewat tengah malam dan mengangkut isinya.

“Kami para jurnalis koran Al-Hurriyah wal 'Adalah mengecam pasukan keamanan atas penutupan kantor pusat koran ini,” kata Ikhwan dalam pernyataan di laman Facebook-nya seperti dikutip Hidayatullah.

Ikhwanul Muslimin, Rabu (25/9), mengatakan bahwa tindakan itu merupakan upaya terbaru untuk menghancurkan gerakan Islam tersebut.

Jurubicara Ikhwan di London, Abdullah El Haddad, mengatakan kepada Aljazeera bahwa tindakan militer itu tidak saja melecehkan partainya, tetapi juga demokrasi. El Haddad juga menegaskan, organisasinya akan tetap turun ke jalan guna melawan junta militer.

“Ikhwanul Muslimin telah memiliki akar mendalam di masyarakat Mesir selama lebih dari 80 tahun,” ujarnya. [IK/Hdy/bsb]

0 komentar:

Posting Komentar