Pertama Kali dalam Sejarah Turki, Aleg Berjilbab Pidato di Mimbar Parlemen

Pertama Kali dalam Sejarah Turki, Aleg Berjilbab Pidato di Mimbar Parlemen

Candemir Çelik di mimbar parlemen  (foto Hurriyet Daily)
Setelah runtuhnya khilafah Islamiyah pada 1924 lalu, akhirnya muslimah Turki kembali mendapatkan kebebasan untuk berjilbab hingga di level lembaga tinggi negara. Baru-baru ini, untuk pertama kalinya, seorang anggota legislatif berjilbab bebas menyampaikan pidato di mimbar parlemen.

Anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Candemir Çelik berpidato di mimbar dan mendapatkan sambutan tepuk tangan dari anggota parlemen lainnya, Kamis (12/12).

Seperti dikutip dari Hurriyet Daily News, Candemir Çelik merupakan anggota parlemen Turki kelima yang memutuskan untuk mengenakan jilbab di Parlemen setelah larangan itu dicabut sebagai bagian dari paket demokratisasi pemerintah 31 September.

Empat anggota parlemen AKP lainnya, Sevde Bayazit Kacar, Gulay Samancı, Nurcan Dalbudak dan Gonul Bekin Şahkulubey, juga memilih mengenakan jilbab di parlemen.

14 tahun lalu, seorang anggota parlemen wanita dari Partai Kebajikan (FP) Merve Kavakçı berusaha mengenakan jilbab di parlemen, namun diusir dari sidang umum Parlemen. Partai ini juga langsung dibekukan.

Saat AKP berdiri, partai pimpinan Erdogan ini tidak menunjukkan identitas sebagai partai Islam. Namun, bersamaan dengan program dakwah Islam yang dikembangkan di masyarakat dan perbaikan ekonomi pasca kemenangan pertama pada 2002, pelan-pelan AKP mengegolkan kebijakan-kebijakan islami atas nama demokratisasi. Diantara hal yang paling mencolok dari perjuangan AKP adalah larangan minumar keras, pemberlakuan kurikulum pendidikan Islam, dan kebebasan berjilbab. [IK/bersamadakwah]


0 komentar:

Posting Komentar