Masjid Dihancurkan Massa Budha, Beginilah Muslim Sri Lanka Membalasnya

Masjid Dihancurkan Massa Budha, Beginilah Muslim Sri Lanka Membalasnya

Polisi Sri Lanka di dekat Masjid Grandpass yang dihancurkan
Setiap muslim yang masih memiliki iman pasti tersayat hatinya melihat pemandangan di kawasan Grandpass di Kolombo, Sabtu (10/8) lalu. Segerombolan besar warga Budha melempari masjid dengan batu. Masjid yang baru didirikan itu pun hancur bersama beberapa muslim yang terluka. Sementara sejumlah polisi tak bisa berbuat apa-apa melihat aksi massa yang beringas itu.

Mendapati masjidnya dihancurkan, muslim Sri Lanka sangat sedih dan berduka. Tetapi mereka membalasnya dengan langkah yang bijaksana. Tak ingin terprovokasi, tokoh-tokoh Muslim Sri Lanka memutuskan menutup masjid tersebut, Senin (12/8) dan mengajak umat Islam untuk memenuhi masjid yang lama.

Dewan Muslim Sri Lanka mengatakan, masjid baru di Grandpass itu ditutup dan mereka pindah ke masjid lama yang sebelumnya telah ditandai oleh pemerintah untuk dihancurkan sebagai bagian dari rencana pembangunan kota.

“Kami telah mencapai kesepakatan semalam,” kata Presiden Dewan Muslim Sri Lanka NM Ameen kepada AFP.

“Pemerintah akan membatalkan perintah pengambilalihan masjid lama dan akan memberikan tanah lebih luas dan menbantu renovasi dan perbaikannya,” kata Ameen.

Serangan terbaru oleh warga mayoritas penganut Budha atas minoritas Muslim itu merupakan kelanjutan dari serangan-serangan sebelumnya. Pada bulan Maret, warga Budhis menyerang sejumlah tempat usaha milik warga Muslim di pinggiran ibukota, lansir Hidayatullah.com, Selasa (13/8).

Menteri Teknologi Champika Ranawaka yang menggelar perundingan panjang dengan para tokoh Muslim dan Budhis mengatakan, “Kesepakatan yang kami capai hari ini adalah masjid dikembalikan ke tempat aslinya.”

“Pemerintah membatalkan perintah yang menyuruh penghancuran bangunan (masjid) lama itu,” katanya dihadapan para wartawan.

“Melalui keputusan yangn adil ini, kita sekarang telah menuntaskan masalah ini dengan damai,” imbuh Ranawaka.

Tujuh puluh persen dari total 20 juta penduduk Sri Lanka merupakan penganut Budha. Muslim, yang merupakan kelompok agama terbesar kedua di Sri Lanka hanya mencakup 10 persen penduduknya. [IK/Hdy]

0 komentar:

Posting Komentar