HNW: Dalam Menghadapi Demonstrasi, Militer Mesir Harus Belajar pada TNI

HNW: Dalam Menghadapi Demonstrasi, Militer Mesir Harus Belajar pada TNI

Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid (HNW) ikut menyampaikan orasi dalam aksi unjuk rasa Komite Nasional Untuk Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (19/8).

Ditemui di sela-sela aksi, Hidayat mengecam tindakan brutal militer Mesir dalam membubarkan aksi demonstrasi.

Ia menegaskan bahwa militer Mesir perlu belajar dari militer Indonesia dalam menghadapi pengunjuk rasa. Anggota DPR RI ini juga menilai militer di Tanah Air lebih profesional dibandingkan di Mesir.

“Saya sepakat dengan pernyataan Pak Wiranto, militer Mesir harus belajar kepada militer Indonesia dalam mengamankan demonstrasi,” kata Hidayat kepada wartawan, Senin (19/8).

Menurutnya, militer Indonesia tidak pernah menggunakan peluru tajam saat berurusan dengan demonstran. Selama ini pembubaran aksi unjuk rasa selalu menggunakan gas air mata yang tidak akan menciderai demonstran.

“Di sini untuk membubarkan massa selalu menggunakan gas air mata untuk menghindari kemungkinan aksi ke arah anarkis,” ujar Ketua Fraksi PKS di DPR RI ini.

Lebih lanjut Hidayat mengecam aksi kudeta terhadap Presiden Mursi yang dinilai bertentangan dengan demokrasi. Menurutnya, kudeta pimpinan seperti di Mesir tidak bisa dibenarkan.

“Saya meminta ini segera dihentikan, karena bisa mentradisikan kudeta. Jika mereka tidak puas, bisa mengkudeta pemimpinnya, ini bisa menciderai demokrasi,” tandasnya.

Sedangkan politikus PKS lainnya, Almuzzammil Yusuf, dalam aksi itu memuji pidato Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan yang mengecam keras militer Mesir dan organisasi internasional pada 17 Agustus 2013 di Bursa, Turki. “Pidato Erdogan telah mewakili kemarahan dan harapan umat Islam di dunia, termasuk umat Islam di Indonesia atas pembantaian yang tidak manusiawi yang dilakukan Militer Mesir terhadap 6000 rakyat Mesir,” katanya.

Muzzammil menambahkan, Erdogan menegaskan bahwa terorisme oleh negara tengah melanda Mesir. Kini, kata Wakil Ketua Komisi III DPR itu, di Mesir hanya ada dua jalan.

“Mereka yang mengikuti Fir’aun dan mereka yang berpihak kepada Musa. Sejarah yang akan menunjukkan siapa pemenangnya,” katanya.[jpnn]

0 komentar:

Posting Komentar