Tausiyah Ramadhan Tifatul Sembiring 6: Insaf Bertaubat

Tausiyah Ramadhan Tifatul Sembiring 6: Insaf Bertaubat

"Tiap anak cucu Adam pernah berbuat dosa, dan sebaik-baik orang berdosa itu, dia bertaubat" ~ HR. Turmudzi.

Al-Insan (manusia) berasal dari kata nis-yan (lupa), dan manusia punya salah satu sifat mudah lupa, sehingga harus diingatkan berulang kali.

Ini terungkap dari kisah Nabi Adam as, setelah terlanjur mendekati pohon khuldi, "Dan sungguh Kami sudah pesankan kepada Adam dahulu". Fanasiy, lalu ia lupa. Nasiy dari kata nis-yan, artinya lupa. QS 20:115.

Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa atau kesalahan, catat: tidak ada manusia yang suci dan sempurna. Dosa ini bisa kepada Allah swt, dosa kepada manusia atau dosa kepada alam, termasuk hewan maupun tumbuh-tumbuhan.

Dosa kepada Allah swt, bisa berupa kelalaian dalam beribadah, bisa dalam bentuk kesombongan, berprasangka buruk, keingkaran seperti berzina, dan yang paling tinggi adalah mempersekutukan-Nya (sirik).

Dosa kepada manusia dapat berupa durhaka kepada orangtua, membunuh orang, menzhalimi orang, berbohong atau menipu, memfitnah, bergunjing, mengumpat dan sebagainya.

Dosa kepadaa alam berupa merusak lingkungan, menebangi pohon sembarangan sehingga mengakibatkan bencana, menyiksa binatang, tidak memberi makan binatang peliharan dan sebagainya.

Akan tetapi yang lebih penting adalah, apakah setelah terlanjur berbuat dosa, kemudian kita insaf lalu bertaubat kepada Allah swt. Atau jika bentuknya dosa kepada manusia, maka tentunya kita harus meminta maaf. Hal ini sikap dasar dan ciri dari orang-orang yang bertaqwa (QS 3:135).

Jadi, memang tidak ada ayat yang mengatakan bahwa manusia itu suci, akan tetapi yang termaktub adalah manusia yang membersihkan dirinya. Allah swt mencintai al-mutathahhiriin, orang yang membersihkan diri. Dan tidak ada ayat yang mengatakan Allah mencintai at-thaahiriin, orang yang bersih. Karena memang tidak ada yang bersih sama sekali.

Taubat maknanya, kembali ke jalan Allah. Jadi ada tiga langkah memperbaiki kesalahan diri, pertama insaf, kedua taubat dan ketiga adalah istighfar. Tentunya setelah itu, jangan mengulangi lagi dosa tersebut.

Selagi kita berada pada bulan Ramadhan, bulan mulia, dimana Allah swt menerima taubat setiap hamba, maka manfaatkanlah sebaik-baiknya. Perbanyaklah taubat dan istighfar. Karena Sesungguhnya Allah akan menerima taubat seorang hamba, sebelum ruhnya sampai di yugharghir, tenggorokan.

Sesungguhnya Allah Mengampuni segala dosa, sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Siapa yang suka buah kelapa
Letak di panci dengan manisan
Siapa manusia paling celaka
Tak diampuni di bulan Ramadhan.



Penulis : Tifatul Sembiring
Sumber: Ramadhan Antara





Untuk membaca kultum Ramadhan lainnya, silahkan klik
KUMPULAN KULTUM RAMADHAN 2013

0 komentar:

Posting Komentar