Klarifikasi Al Azhar: Tak Ada Pelarangan Adzan

Klarifikasi Al Azhar: Tak Ada Pelarangan Adzan

Isu pelarangan adzan dan penutupan pintu masjid Al Azhar oleh pihak keamanan ternyata tidak benar. Demikian hasil klarifikasi pihak Al Azhar, seperti dikutip sinaimesir.net.

Sedangkan aksi civitas akademika dan ulama-ulama Al Azhar melakukan long march ke Rabiah Adawiyah dibenarkan oleh sinaimesir.net yang menerjunkan tim ke lapangan. Tampak pula dalam foto, peserta aksi membawa kain kafan sebagai tanda kesiapan mereka mati syahid jika terjadi pembantaian oleh militer sebagaimana "Tragedi Subuh Berdarah."

Awalnya pemberitaan adanya pelarangan adzan dan pengepungan masjid Al Azhar beredar di jejaring sosial media melalui akun Facebook non-offical Al-Azhar University dan beberapa situs berita Mesir. Namun berdasarkan klarifikasi beberapa saat setelah pemberitaan itu turun, pihak terkait menyampaikan telah tejadi kesalahfahaman informasi dari informan dan pihaknya telah menarik pemberitaan tersebut dan menyatakan permohonan maaf.

Long march dilakukan setelah ratusan civitas akademika dan ulama-ulama Al Azhar menggelar muktamar di masjid Al Azhar , Ahad (14/7), menolak kudeta militer atas Presiden Mursi. Sebelum ke Rabi'ah Adawiyah, massa peserta muktamar terlebih dulu bergerak menuju Masyikhah, kantor Grand Syekh Al Azhar untuk menyuarakan aspirasi dan mempertanyakan sikap Syaikh Al Azhar. Mereka meneriakkan yel-yel menuntut pengembalian legitimasi presiden Mursi, membawa spanduk bergambar foto-foto korban penembakan militer. [IK/Snm/bsb]

0 komentar:

Posting Komentar