Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan

Hari Ini, Islam Jadi Agama Terbesar di Dunia

Suasana Shalat Jum'at di Spitalfields, London
Dalam tulisan-tulisan atau ceramah-ceramah, selalu disebut bahwa Kristen adalah agama terbesar di dunia. Hari ini, sebutan itu tidak berlaku lagi. Karena perkembangan agama dunia sudah menunjukan hal yang lain. Mari kita cermati fakta-fakta berikut ini.

Jumlah penduduk dunia (2013) adalah 7.021.836.029. Sebaran menurut agama adalah: Islam 22.43%, Kristen Katolik 16.83%, Kristen Protestan 6.08%, Orthodok 4.03%, Anglikan 1.26%, Hindu 13.78%, Buddhist 7.13%, Sikh 0.36%, Jewish 0.21%, Baha’i 0.11%, Lainnya 11.17%, Non Agama 9.42%, dan Atheists 2.04% (www.30 days.net).

Bahkan dikatakan bahwa jumlah pemeluk Islam pada 2012 adalah 2.1 milyar. Sedangkan jumlah pemeluk Kristen dan Protestan adalah 2 milyar . Sehingga Islam saat ini, kendati dibandingkan dengan pemeluk Kristen dan Protestan sekalipun, sudah menjadi agama terbesar di dunia (www.religiouspopulation). Subhanallah.

Penduduk dunia (2011) tumbuh 137% dalam satu dekade terakhir, di mana Kristen tumbuh sebanyak hanya 46%, sebaliknya, Islam tumbuh sebanyak 5 kali lipatnya: 235%. (The Almanac Book of Facts, 2011). Dikatakan, bila tren pertumbuhan ini terus berlangsung, diperkirakan pada tahun 2030, 1 dari 3 penduduk dunia adalah orang Islam. (www.muslimpopulation.com).

Dilihat per benua, menurut data UN (2012), sejak tahun 1989 sampai tahun 2012, perkembangan jumlah pemeluk agama Islam yang paling cepat terjadi di Australia dan Oceania/Pacific 257.01%; kemudian berturut-turut diikuti oleh Eropa 142.35%; Amerika 25%; Asia 12.57%; Afrika 2.15%; dan Amerika Latin 4.73% (www.30-days.net).

Menurut The Almanac Book of Facts (2011), dalam sepuluh tahun terakhir, penduduk dunia bertambah sebanyak 137%. Di mana pemeluk agama Kristen bertambah sebanyak 46%. Sedangkan pemeluk agama Islam bertambah sebanyak 235% (www.geocities.com).

Sehingga disimpulkan bahwa Islam adalah agama dengan pertumbuhan pemeluk yang tertinggi di dunia, setiap tahunnya. Antara 1990 sampai 2000, diperkiraan sekitar 12.5 juta orang dari berbagai agama, pindah ke agama Islam. (Guinness Book of World Records,2011).

Perkembangan Islam yang sangat cepat ini disebabkan oleh dua faktor penting. Pertama, oleh tingkat kelahiran (fertility rate) yang tinggi di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Kedua, oleh jumlah orang-orang yang pindah (conversion) dari agama lain ke agama Islam yang juga tinggi, terutama di Amerika, Eropa dan Australia dalam 20 tahun terakhir (The Almanac Book of Facts, 2011).

Menurut hasil poll (2012) di Amerika, diketahui sekitar 200.000 orang setiap tahunnya pindah dari agama Kristen ke agama Islam. (www.usislam.org)

Sebuah studi oleh Faith Matters (2011) di Inggris, diketahui bahwa dalam 10 tahun terakhir, diperkirakan jumlah orang Inggris yang pindah dari agama lain (Kristen) menjadi pemeluk agama Islam adalah sebanyak 5.000 orang setiap tahun (http://insideislam.wisc.edu).

Terkait dengan perkembangan Islam yang cepat ini, menurut CNN, pemeluk Kristen semakin tidak meyakini kebenaran ajaran agama mereka. Sebaliknya pemeluk Islam, keyakinan terhadap kebenaran agama mereka semakin meningkat.

Di Indonesia tidak diketahui dengan pasti jumlah semua muallaf. Namun pemeluk agama lain yang pindah ke agama Islam merupakan fenomena sosial yang nyata dan trennya terus meningkat. Diperkirakan setiap tahun muallaf bertambah 10 sampai 15% (Syafii Antohio).

Sebagai contoh, dari sekian banyak muallaf di Indonesia, 7 orang terkenal yang sudah pindah ke agama Islam adalah: Sandrina Malakiano, Marini, Chicha Koeswoyo, Syafii Antonio, Bob Hasan, W. S. Rendra, dan El Manik.

Di dunia, 7 orang di antara jutaan muallaf yang namanya relatif dikenal adalah: Yusuf Islam (Penyanyi Inggris), Muhammad Ali (petintu Amerika), Yusuf Estes (Penghotbah Kristen, Amerika), Murad Hofmann (Diplomat, Jerman), Muhammad Assad (Wartawan Internasional, Austria), Selma A. Cook (Penulis, Australia), dan Jeffery lang (Profesor matematika, Amerika).

Tingginya jumlah orang yang menjadi muallaf, memfasilitasi berkembangnya Islam menjadi lebih pesat lagi. Di Jeman, pernah terjadi sebanyak 1.250 orang non-Muslim yang menghadiri dakwah muallaf Amerika, Yusuf Estes, mengambil keputusan untuk menjadi Muslim dan bersyahadat langsung dihadapan beliau. []

Penulis : DR M Masri Muadz MSc
Sumber : Republika Online

Beginilah Keberanian Pemuda Palestina, Tangan Kosong Lawan Tentara Israel Bersenjata

Keberanian Pemuda Palestina lawan Tentara Israel (foto Gaza al An)
Gaza al An melansir foto-foto pemuda Palestina melawan tentara Israel, Kamis (2/1). Dengan cepat foto heroik itu tersebar ke media sosial di berbagai negara.

Dalam foto itu terlihat keberanian sejumlah pemuda Palestina dengan tangan kosong melawan tentara-tentara Israel yang bersenjata lengkap. Di salah satu foto tampak seorang pemuda berkaus lengan panjang menendang dua tentara Israel. Di foto yang lain tampak pemuda lain datang membantu dan terlibat duel dengan dua tentara Israel tersebut.

Foto-foto ini sebenarnya bukan hal baru di Palestina. Pemuda Palestina dikenal memiliki keberanian tinggi dalam menghadapi penjajah Israel. Meski tidak membawa senjata, mereka berani berhadapan dengan tentara yang bersenjata lengkap termasuk panser dan tank. Cita-cita menggapai syahid membuat pemuda yang bergabung dengan Hamas maupun perlawanan Islam lainnya tak pernah gentar menghadapi Israel. Sebaliknya, meski didukung dengan senjata canggih dan kendaraan lapis baja, hingga kini Israel tidak berani melancarkan serangan darat dalam berperang melawan Hamas di Gaza. [IK/Bersamadakwah]

(Video) Mengerikan, Beginilah Jenazah Ratusan Korban Kebrutalan Rezim Assad di Aleppo

Video korban bom gentong
Selama dua pekan terakhir ini, pesawat-pesawat tempur dan helikopter-helikopter rezim Bashar al-Assad melakukan pengeboman besar-besaran di berbagai kawasan Aleppo. Berbagai jenis artileri, bom gentong dan vacuum bombs yang digunakan tentara rezim Syi’ah Nusairiyah secara brutal mengakibatkan ratusan warga Aleppo tewas (syahid, insya Allah) dengan kondisi jenazah memprihatinkan.

Seperti dilansir sahabatsuriah.com, pada satu hari saja, Sabtu (28/12), lebih dari 80 orang sipil dibunuh di sedikitnya tujuh kawasan pemukiman di dalam dan di sekitar Aleppo. Pembantaian paling mengerikan terjadi di kawasan Tariq al-Bab ketika sebuah helikopter menjatuhkan bom gentong tepat di tengah pasar sayur. Sedikitnya 30 orang warga syahid (insya Allah) seketika, sementara puluhan lainnya luka-luka parah.

Bom gentong adalah jenis bom yang memang berupa gentong diisi dengan TNT dan berbagai bahan peledak lainnya.

Video ini menunjukkan suasana pasar sayur Myassar segera sesudah dijatuhi bom gentong. (Bagi yang tidak kuat, mohon tidak membuka video ini)


Penguasa Kudeta Mesir Cegah Bantuan Masuk Gaza

Pemerintahan kudeta Mesir membuat hidup rakyat Gaza semakin susah. Setelah menghancurkan terowongan yang menghubungkan Gaza – Mesir, aparat pemerintah kudeta juga menghalangi bantuan yang akan masuk ke Gaza.

Sedikitnya, tiga delegasi kemanusiaan dihalangi oleh aparat Mesir untuk masuk ke Gaza, Sabtu (28/12) lalu. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Dinas Perlintasan, Maher Abu Subha.

InfoPalestina melansir, sedianya akan masuk tiga delegasi solidaritas kemanusiaan ke Jalur Gaza pada hari itu, melalui perlintasan Rafah. Ketiga delegasi tersebut adalah delegasi kemanusian dari Yordania, dari Italia dan ditambah konvoi Miles of Smiles yang membawa bahan bantuan dan hadiah untuk anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Namun, ketiganya tidak bisa masuk ke Gaza karena dicegah oleh pemerintahan kudeta saat hendak melewati perlintasan Rafah. [AM/InfoPalestina/BersamaDakwah]


Pro Mursi Makin Meluas, Pemerintah Kudeta Umumkan IM Organisasi Teroris

Massa Pro Mursi (foto Reuters)
Pemerintah Kudeta Mesir secara resmi menyatakan organisasi Ikhwanul Muslimin (IM) sebagai organisasi teroris. Kegiatan IM pun dinilai menjadi kegiatan ilegal yang dilarang oleh pemerintah di seluruh wilayah Mesir.

Pernyataan itu diumumkan Rabu (25/12), setelah keluarnya hasil survei Al Mishri Al Yaum yang menunjukkan elektabilitas Presiden Mursi malah naik menjadi 82 persen.

“Kabinet menyatakan IM sebagai grup atau organisasi teroris,” kata Menteri Pendidikan Tinggi Mesir Hossam Eissa seperti dikutip ROL, Kamis (26/12).

Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Pemerintahan Kudeta, Hazem el-Beblawi, juga mengisyaratkan IM sebagai organisasi teroris. Ia menuding IM adalah pelaku pengeboman kantor Direktorat Keamanan Dakahliya di Kota Mansoura. Padahal kelompok bersenjata asal Sinai, Anshar Baitul Maqdis, telah mengumumkan bertanggungjawab atas ledakan itu. Sedangkan IM justru dikenal menolak aksi-aksi kekerasan dan hanya melakukan perlawanan dengan aksi damai dan jalur legal-politis.

TV Ahrar 25 menambahkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan keputusan resmi bahwa kudeta terhadap Presiden Mursi cacat hukum. PBB juga meminta agar Presiden Mursi segera dibebaskan. [IK/bersamadakwah]

Tanpa Alasan Jelas, Tentara Zionis Tembaki Kampus Al Quds

Tentara Zionis serbu kampus Al Quds (foto InfoPalestina)
Tentara Zionis menyerbu kampus Al Quds dan melesakkan puluhan gas air mata ke arah mahasiswa yang sedang ujian akhir semester, Ahad (22/12).

Koordinator media kampus, Muhammas Zet dalam keteranganya kepada InfoPalestina mengatakan, sejumlah mahasiswa mengalami sesak napas.

Dalam serbuan kemarin, para serdadu Zionis tersebut menembaki mahasiswa yang sedang ujian dan menghancurkan pintu serta kaca jendela. Mereka juga merusak mobil yang sedang diparkir depan kampus dan menghancurkan ruang kuliah.

Menurut InfoPalestina, sering kali kampus Al Quds diserang para serdadu Zionis tanpa alasan yang jelas. Sejak awal tahun ajaran baru, ratusan mahasiswa sudah menjadi korban keganasan mereka. Puluhan orang terluka dan sesak napas. Sebagian mereka terkena gas air mata dan peluru karet. [InfoPalestina/BersamaDakwah]

Pertama Kali dalam Sejarah Turki, Aleg Berjilbab Pidato di Mimbar Parlemen

Candemir Çelik di mimbar parlemen  (foto Hurriyet Daily)
Setelah runtuhnya khilafah Islamiyah pada 1924 lalu, akhirnya muslimah Turki kembali mendapatkan kebebasan untuk berjilbab hingga di level lembaga tinggi negara. Baru-baru ini, untuk pertama kalinya, seorang anggota legislatif berjilbab bebas menyampaikan pidato di mimbar parlemen.

Anggota parlemen dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Candemir Çelik berpidato di mimbar dan mendapatkan sambutan tepuk tangan dari anggota parlemen lainnya, Kamis (12/12).

Seperti dikutip dari Hurriyet Daily News, Candemir Çelik merupakan anggota parlemen Turki kelima yang memutuskan untuk mengenakan jilbab di Parlemen setelah larangan itu dicabut sebagai bagian dari paket demokratisasi pemerintah 31 September.

Empat anggota parlemen AKP lainnya, Sevde Bayazit Kacar, Gulay Samancı, Nurcan Dalbudak dan Gonul Bekin Şahkulubey, juga memilih mengenakan jilbab di parlemen.

14 tahun lalu, seorang anggota parlemen wanita dari Partai Kebajikan (FP) Merve Kavakçı berusaha mengenakan jilbab di parlemen, namun diusir dari sidang umum Parlemen. Partai ini juga langsung dibekukan.

Saat AKP berdiri, partai pimpinan Erdogan ini tidak menunjukkan identitas sebagai partai Islam. Namun, bersamaan dengan program dakwah Islam yang dikembangkan di masyarakat dan perbaikan ekonomi pasca kemenangan pertama pada 2002, pelan-pelan AKP mengegolkan kebijakan-kebijakan islami atas nama demokratisasi. Diantara hal yang paling mencolok dari perjuangan AKP adalah larangan minumar keras, pemberlakuan kurikulum pendidikan Islam, dan kebebasan berjilbab. [IK/bersamadakwah]

Demo Al Azhar Membesar, Polisi Kudeta Gunakan Tembakan dan Bom Asap

Demonstrasi mahasiswa Mesir menolak kudeta militer semakin membesar. Di Al Azhar, ribuan mahasiswa menggelar unjuk rasa terbesar di kampus paling berpengaruh itu, Senin (9/12). Pemerintah kudeta menerjunkan polisi dengan menggunakan senjata dan bom asap untuk membubarkan demonstrasi. Akibatnya seorang mahasiswa tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Polisi juga menangkap sekitar lima puluh orang demonstran.

Dikutip dari Aljazeera, para mahasiswa mengatakan, pasukan keamanan menggunakan senjata dan bom asap untuk membubarkan mereka. Hampir seratus mahasiswa terluka atau mengalami sesak nafas. Sementara pesawat militer terbang rendah di atas kampus.

Pasukan keamanan telah menyerbu ke Universitas Al Azhar pada Ahad malam dan juga menyerang para mahasiswa yang tengah berdemonstrasi untuk mengecam kudeta dan menuntut pembebasan rekan mereka yang ditangkap dalam protes sebelumnya .
Suasana demo mahasiswa Al Azhar


Protes mahasiswa meningkat setelah kematian mahasiswa di Fakultas Teknik di Kairo, Mohammad Reza sekitar dua pekan lalu.

Informasi yang dihimpun Mesir Kini menunjukkan, demonstrasi menentang kudeta tidak hanya dilakukan mahasiswa di dalam kampus Al Azhar. Di luar kampus, Selasa (10/12), masyarakat berhimpun menentang kudeta mulai dari Masjid Nuri Khatab hingga halaman Al Azhar. [IK/Aljazeera/MesirKini/BersamaDakwah]

Pemerintah Kudeta Mesir Sita Ratusan Sekolah Ikhwan

Salah satu Sekolah Ikhwanul Muslimin (foto Ahram)
Kementerian Pendidikan Mesir mulai menyita 147 sekolah milik Ikhwanul Muslimin menyusul keputusan pemerintah kudeta untuk membekukan aset dan kegiatan Ikhwan.

Sekolah-sekolah yang terletak di sejumlah provinsi termasuk Kairo, Giza, Alexandria, Assiut dan Gharbiya akan ditempatkan di bawah pengawasan keuangan dan administrasi pelayanan, lapor harian Al-Ahram seperti dikutip World Bulletin.

Sedangkan 85 sekolah lainnya yang disidik akhirnya dibebaskan karena diketahui merupakan milik bersama sejumlah orang, banyak di antaranya bukan anggota Ikhwan.

Kementerian itu akan mencalonkan kepala sekolah baru untuk 147 sekolah yang disita, serta restrukturisasi dewan direktur untuk menggantikan mereka dengan orang-orang yang direstui oleh pemerintah. [IK/WolrdBulletin/BersamaDakwah]

Ternyata Bukan Kader IM, 21 Mahasiswi “7 Pagi” Dibebaskan

Mahasiswi 7 pagi dalam kurungan (foto AP)
Pengadilan banding di Alexandria, Sabtu (7/12), membatalkan vonis hukuman atas 21 mahasiswi yang dituduh sebagai anggota Ikhwanul Muslimin dan ikut demonstrasi pro Mursi Nopember lalu.

Kelompok perempuan itu, termasuk 7 di antaranya masih di bawah umur, tampil di persidangan dari balik jeruji besi, sebagian membawa bunga mawar merah dengan tulisan “kebebasan” di telapak tangannya, lansir Euronewsi seperti dikutip Hidayatullah, Ahad (8/12).

Di pengadilan sebelumnya, mereka dinyatakan bersalah menjadi bagian dari kelompok teroris, mengganggu lalu lintas, sabotase dan menggunakan kekerasan. Semua tuduhan itu dibantah oleh keluarga mereka dan diprotes kelompok pemerhati hak-hak asasi manusia.

“Kami bukan anggota kelompok politik atau partai atau organisasi apapun,” kata salah seorang pria yang istri dan putrinya berada di antara ke-21 perempuan itu.

“Mereka (aparat hukum) mengatakan semua orang yang ditangkap itu adalah anggota dari Ikhwanul Muslimin. Keluarga saya sendiri, keluarga ayah saya, dan keluarga istri saya, tidak ada dari kami yang memiliki keterkaitan politik apapun.”

Keputusan pengadilan banding itu mengubah keputusan sebelumnya. Anak-anak yang masih di bawah umur diberi hukuman percobaan tiga bulan, sedangkan hukuman 11 tahun penjara bagi 14 perempuan dewasa dikurangi menjadi hukuman percobaan 1 tahun penjara.

Menanggapi putusan pengadilan banding ini, juru bicara tim pengacara para mahasiswi tersebut menyatakan belum puas. Tim masih menuntut para mahasiswi tersebut dibebaskan dari semua tuduhan dan bisa bebas secara penuh. Hal itu karena penangkapan dan penahanan mereka tidak sesuai dengan hukum. Mereka melakukan demonstrasi damai yang menjadi hak setiap warga negara dan dilindungi undang-undang.

Sedangkan para mahasiswi yang dibebaskan menyatakan tidak akan berhenti melakukan demonstrasi menuntut jatuhnya penguasa kudeta. Pengalaman ditangkap, ditahan, dan divonis penjara 11 tahun tidak akan membuat mereka takut dan menghentikan aksi. [AM/Hidayatullah/Dakwatuna/Bersamadakwah]

Gaza Dirikan 5 Sekolah Tenaga Surya

Sekolah Tenga Surya Gaza - ilustrasi InfoPalestina
Di balik duka Palestina yang kian bertambah berat pasca kudeta Mesir, ada kabar gembira dari bumi Jihad Gaza. Kementerian Pendidikan bekerjasama dengan Islamic Relief menyepakati proyek pembangunan 5 sekolah baru yang dilengkapi tenaga surya senilai 6 juta USD, lapor InfoPalestina.

Pembangunan sekolah tersebut merupakan hasil donasi Kuwait Fund untuk Pembangunan Ekonomi Arab untuk mendukung rakyat Palestina bekerjasama dengan Islamic Development Bank - Jeddah.

Penandatanganan Mou pembangunan sekolah tersebut dihadiri Dr. Anwar Bar’awi, Wakil Menteri Pendidikan dan jajarannya, serta dari pihak Islamic Relief dihadiri Ir. Munib Abu Ghazalah dan staff.

Rencananya dua buah sekolah dasar dan satu sekolah SMU akan dibangun di kawasan Gaza Barat, sementara dua SMU di kawasan Tengah.

Peletakan batu pertama akan dilaksanakan dalam waktu dekat, dan diperkirakan bisa beroperasi pada Desember tahun 2014 mendatang, namun blokade Israel menghambat masuknya bahan bangunan untuk membangung sekolah tersebut.

Sementara itu pihak Islamic Relief menegaskan, sebagai organisasi bantuan internasional, pihaknya akan terus menjalin kerjasama di segenap sektor dengan pihak kementerian pendidikan, yang bisa membawa hasil positif dalam pengembangan sektor pendidikan. [infopalestina/bersamadakwah]

Lawan Kudeta, Yusuf Qardhawi Mundur dari Al Azhar

Syaikh DR Yusuf Qardhawi
Demi keberpihakannya kepada rakyat Mesir dalam menentang kudeta militer yang telah memakan ribuan korban sipil, ulama terkemuka asal Mesir Syaikh DR Yusuf Qardhawi mengundurkan diri dari Dewan Ulama Senior Al Azhar.

“Saya menyatakan pengunduran diri kepada seluruh rakyat Mesir Raya, bukan kepada Grand Imam yang memiliki Al Azhar,” kata Qardhawi, Senin (2/12), seperti dilansir World Bulletin dan dikutip ROL, Selasa (3/12).

Pernyataan tersebut disampaikan Qardhawi lantaran memang ada perbedaan pemikiran yang cukup tajam antara dirinya dengan pimpinan Al Azhar saat ini. Qardhawi yang juga presiden Uni Internasional untuk Cendekiawan Muslim itu berpendapat, jabatan Imam Al Azhar yang sesungguhnya telah dirampas’ oleh kudeta militer.

Imam Al Azhar, Ahmed Tayeb, secara terbuka mendukung penggulingan Presiden terpilih Mesir Muhammad Mursi oleh kekuatan militer pada 3 Juli lalu. Sementara, Qardhawi sendiri merupakan salah satu kritikus paling vokal yang menentang kudeta tersebut. Ia pun telah berulang kali mengecam penguasa baru yang didukung militer Mesir.

Kelompok cendekiawan yang berbasis di Qatar juga mengecam Al Tayeb karena dinilai telah gagal mengundang para anggota Dewan Ulama Senior Al Azhar untuk membahas berbagai pembantaian yang terjadi di Mesir, utamanya adalah insiden serius di Rabaa Al Adawiya dan Nahda Square, Kairo, yang telah meneror rakyat Mesir. Dewan Ulama Senior Al Azhar merupakan bagian paling otoritatif dari institusi agama bergengsi yang berbasis di Kairo itu. [AM/ROL/bersamadakwah]

(Video) Kesetaraan Pemimpin dan Rakyat, Saat Erdogan Terlambat Datang Shalat Jum'at

Video Erdogan saat terlambat datang Shalat Jumat (Youtube)
Tidak berlebihan jika Majalah Time memasukkan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan sebagai nominasi Man of The Year pada 2013 ini. Selain berhasil memajukan ekonomi Turki dan menjadikannya sebagai negara berpengaruh, Erdogan juga dicintai warga negeri dua benua tersebut.

Kedekatan Erdogan dan kesetaraan yang dibangunnya menjadi salah satu alasan mengapa ia dicintai rakyat. Ketika politisi Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) ini berkunjung ke daerah, tidak sedikit anak-anak yang memanggilnya ayah atau paman.

Yang terbaru, dalam sebuah video di Youtube tampak bagaimana Erdogan tidak ingin diperlakukan layaknya pejabat negara lain. Dalam video ini Erdogan beserta rombongan terlambat tiba di masjid saat shalat Jum'at. Sadar terlambat, ia pun mengambil tempat di shaf yang tersisa.

Dikutip dari Dakwatuna, rombongan Perdana Menteri Turki dalam sebuah perjalanan di Istanbul, mampir ke salah satu masjid untuk shalat Jum’at. Karena terkena macet, akibatnya rombongan tersebut tiba di masjid terlambat dan masjid sudah dalam keadaan penuh. Hal itu menyebabkan Erdogan tidak bisa masuk. Tidak seperti petinggi negara lainnya yang pada umumnya langsung diberikan shaf terdepan, Erdogan justru mengambil shaf yang tersisa di belakang lalu melakukan shalat di pintu masjid.

Tidak disebutkan kapan kejadian ini terjadi, namun salah satu video pertama yang diunggah ke YouTube bertanggal 24 November 2013. [AM/dakwatuna/bersamadakwah]

Zionis Bangun Museum Yahudi di Bawah Masjid Al Aqsa, Muslim dan Nasrani Protes

Kompleks Masjid Al Aqsha (foto InfoPalestina)
Umat Islam dan Nasrani memprotes Israel. Pasalnya, negara Zionis itu membangun museum Yahudi di bawah Masjid Al Aqsha. Televisi Zionis mengungkapkan pembukaan museum yang dinilai menodai kesucian Al Aqsha dan mengancam eksistensinya itu.

Lembaga Islam dan Kristen di Al Quds menilai pembangunan museum Yahudi itu sebagai deklarasi untuk menjadikan Masjid Al Aqsha sebagai sinagog Yahudi dan kiblat mereka untuk menunaikan ritual Talmud dengan mengorbankan keislaman masjid dan peradabannya.

Seperti dilansir InfoPalestina, Selasa (26/11), Lembaga Islam dan Kristen untuk Membela Al Quds dan Tempat-tempat Suci mengecam sikap diam dunia atas tindakan yahudisasi secara terang-terangan yang dilakukan penjajah Zionis terhadap masjid Al Aqsha dan semua petunjuk kota suci. Pihaknya menyerukan agar dunia keluar dari sikap diamnya dan merealisasikan hak-hak kaum muslimin di masjid al Aqsha.

Lembaga Islam dan Kristen menegaskan bahwa sikap diam masyarakat internasional dengan berbagai institusi dan organisasinya memiliki peran yang membuat penjajah Zionis semakin berani melakukan pelanggaran terhadap kehormatan masjid Al Aqsha, menyerang, menyerbu dan menodainya setiap hari.

Sekjen Lembaga Islam dan Kristen di Al Quds, Dr. Hana Isa mengingatkan bahwa otoritas penjajah Zionis sudah hampir selesai melakukan yahudisasi masjid Al Aqsha dan mengumumkan kuil Yahudinya. [AM/infopalestina/bersamadakwah]

Tanggapi Pengusiran Dubes Turki, Erdogan Arahkan Simbol Rabia ke Pemimpin Kudeta Mesir

Erdogan mengangkat tangan simbol Rabia
Setelah Mesir mengumumkan pengusiran Duta Besar Turki untuk Mesir atas dasar 'persona non grata', Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menanggapi dengan mengarahkan tanda Rabia.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengangkat tangan kanannya membentuk simbol empat-jari salut “Rabia” sebagai protes terhadap Mesir setelah duta besar Turki diusir dari Kairo pada hari Sabtu (23/11).

Empat-jari salut telah menjadi simbol perlawanan terhadap kudeta atas presiden terpilih Muhammad Mursi pada tanggal 3 Juli dan terbunuhnya ribuan demonstran dalam pembantaian di Rabia Adawiyya dan Nahda Squares pada tanggal 14 Agustus lalu.

Pada 12 Nopember Duta Besar Turki untuk Mesir dipanggil pemerintah kudeta, menyusul permintaan Ankara agar Presiden Mursi dibebaskan setelah muncul di pengadilan tanggal 4 Nopember lalu.

Kemudian Kementerian Luar Negeri Mesir hari Sabtu (23/11) mengatakan pihaknya telah meminta duta besar Turki pergi meninggalkan negaranya. Kemenlu Mesir juga memanggil pulang duta besarnya di Ankara dan status hubungan diplomatiknya diturunkan dengan hanya menempatkan seorang charge d'affairs. [IK/WorldBulletin/Bersamadakwah]

Hisyam Qandhil Ungkap Rahasia Presiden Mursi dalam Video Youtube

Hisyam Qandil dan Presiden Mursi (foto dari Dakwatuna)
Hisyam Qandil, perdana menteri pada masa pemerintahan Presiden Mursi, mengungkapkan rahasia tokoh Ikhwanul Muslimin itu dalam sebuah video terbuka, Sabtu (16/11). Qandhil sengaja melakukannya agar diketahui semua pihak, baik yang mendukung maupun menentang kudeta. Menurutnya, ini adalah tanggung jawab kepada sejarah dan seluruh rakyat Mesir.

Dalam video tersebut, diungkapkan bagaimana sebenarnya sikap dan kebijakan Presiden Mursi dalam krisis politik yang terjadi di Mesir saat ini. Bahwa dalam mengambil semua keputusannya, Presiden Mursi selalu mendahulukan dan menjadikan Mesir dengan semua elemennya sebagai pertimbangan. Bukan kelompok atau bagian tertentu, tapi seluruh Mesir.

Presiden Mursi juga sangat memperhatikan bagaimana melanjutkan dan menyempurnakan hasil-hasil Revolusi Januari 2011, dan bagaimana menyempurnakan lembaga-lembaga yang diperlukan dalam kehidupan berdemokrasi.

Mursi sangat memperhatikan keselamatan kehidupan seluruh rakyat Mesir, dan sangat menyayangkan bila terjadi persengketaan dan pertumpahan darah. Untuk itu presiden yang hafal Qur’an itu berpikir keras bagaimana mempercepat suksesnya pembangunan di seluruh bidang kehidupan. Akidah Presiden Mursi dalam pembangunan adalah bahwa Mesir harus mempunyai kedaulatan dan kehendak yang merdeka. Terutama dalam hal makanan, obat-obatan dan kesehatan.

Pada tahun ini, sebenarnya Mursi sangat memikirkan bagaimana seluruh pihak dan kekuatan politik bisa turut serta dalam pengambilan keputusan. Ia pun mengajak dan mengundang seluruh elemen. Tapi berkali-kali pihak-pihak tersebut menolak bekerja sama dengan Presiden Mursi. Bahkan mereka berusaha menggagalkan kerja Presiden Mursi dan menghancurkan hasil kerja keras yang selama ini beliau lakukan. Qandil menegaskan, sikap Presiden Mursi sama sekali berbeda dengan yang dipublikasikan media, bahwa ia ingin mengambil semua bagian dan dilakukan sendirian, atau yang disebut dengan diktatorisme dalam mengambil keputusan.

“Aku ingin bersaksi tentang apa yang dikatakan oleh Presiden Mursi kepada As-Sisi pada tanggal 2 Juli 2013. Saat itu beliau berpesan agar As-Sisi menjaga dan melindungi keutuhan militer Mesir, demi rakyat Mesir, bangsa Arab, dan umat Islam,” kata Qandil dalam video yang telah dipublikasikan di Youtube itu.

Qandil menambahkan, Presiden Mursi sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh militer, apa pernyataan yang disiapkan, disembunyikan, dan akan dikeluarkan militer pada hari-hari berikutnya. Ia tidak mengetahui bahwa militer akan mengambil sikap yang memihak kelompok tertentu dalam krisis saat itu. Bahwa militer bahkan malah menambah rumit dan kacau kondisi krisis politik, tidak menghadirkan ketenangan bagi rakyat Mesir.

Berkenaan dengan referendum tentang kelangsungan kekuasaannya, sebenarnya Presiden Mursi bersikap menerima saja. Namun Mursi memandang bahwa referendum sebaiknya dilakukan setelah selesai pemilu legislatif yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan September 2013. Baru setelah itu dibentuk kabinet, sehingga tidak ada kevakuman negara atau kekhawatiran terancamnya proses demokratisasi yang sedang dijalankan. Karena proses demokrasi adalah hasil kerja keras seluruh rakyat Mesir, melalui dua kali referendum dan dua kali pemilu.

Namun saat itu pihak-pihak tertentu memaksakan diadakannya referendum dua pekan lagi setelah tanggal 30 Juli 2013. Hal ini ditolak Presiden Mursi karena suasana saat itu sungguh panas dan mencekam sehingga mustahil akan terlaksana referendum yang bersih dan bebas. Kalau referendum itu dipaksakan maka yang akan terjadi adalah pengesahan terjadinya kudeta militer saat itu.

Presiden Mursi pada tanggal 2 Juli menyampaikan usulan solusi krisis politik saat itu. Usulannya sangat lengkap. Tapi usulan tersebut ditolak. As-Sisi bersikeras mengambil alih kekuasaan, dan ternyata road map yang disampaikan As-Sisi pun sama persis dengan usulan Presiden Mursi. Hanya ada dua poin yang berbeda, yaitu penggulingan Presiden dan pembekuan konstitusi. Dari sini jelas arah yang diinginkan oposisi dan militer saat itu.

Saat diangkat pada 24 Juli 2012, Hisyam Qandil tercatat sebagai perdana menteri termuda dalam sejarah Mesir. Teknokrat lulusan Amerika Serikat (AS) yang tidak pernah berafiliasi dengan partai politik itu kemudian mengundurkan diri pada 3 Juli lalu, sesaat setelah Presiden Mursi dikudeta. [AM/Dakwatuna/Bersamadakwah]

Alhamdulillah, Pengadilan Turki Cabut Larangan Jilbab bagi Pengacara

Muslimah Turki berjilbab
Penggunaan jilbab di Turki semakin meluas. Setelah PNS diperbolehkan berjilbab, kini pengadilan tinggi Turki mencabut larangan pemakaian jilbab bagi pengacara perempuan. Dengan aturan baru itu, pengacara muslimah memiliki hak mendaftar di Asosiasi Pengacara Turki (TBB) dengan foto mengenakan jilbab.

"Pembatasan (hak) ini tidak bertentangan dengan semangat konstitusi, republik sekuler dan masyarakat demokrasi berdasarkan konstitusi," ujar pengadilan seperti dilaporkan Hurriyet Daily News, Senin (11/11).

Seperti diberitakan ROL, Rabu (13/11), isu ini mengemuka setelah seorang pengacara berjilbab mengajukan gugatan karena mendapatkan diskriminasi atas agamanya saat mendaftar ke asosiasi. Dia diminta untuk menyerahkan foto tanpa mengenakan jilbab sesuai dengan dengan aturan di asosiasi.

Pengadilan tinggi justru membalik aturan itu. Dengan mengutip konvensi konstitusi dan internasional di Turki, Dewan Majelis Negara ke Delapan menyatakan hak itu seharusnya tidak dibatasi aturan yang bertentangan dengan konstitusi.

Menurut pengadilan, asosiasi pengacara melanggar hak untuk bekerja dan begitu juga dengan kebebasan beragama. Pengadilan memutuskan foto pengacara dalam lisensinya wajib menunjukkan identitas mereka dan harus memudahkan mereka untuk dikenali.

Pengacara perempuan akan diizinkan memasang foto dalam kartu identitas mereka dengan mengenakan jilbab yang tidak menutupi wajah, dahi dan dagu.

Sebelum keputusan ini dibuat, pengacara perempuan berjilbab di negara dengan mayoritas Muslim itu tidak diizinkan masuk ke pengadilan. Untuk pertama kalinya, pengacara berjilbab boleh menginjakkan kaki mereka di pengadilan Januari lalu.

Setelah kudeta militer pada 1980, penggunaan jilbab dilarang di gedung publik, universitas, sekolah dan institusi pemerintah. Pada 2008, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) mengubah konstitusi yang melarang penggunaan jilbab di universitas. Pada November 2012, Turki mencabut aturan larangan jilbab di sekolah untuk tahun ajaran 2013-2014.

September lalu, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mencabut larangan itu di institusi pemerintah. Kecuali untuk hakim, jaksa, polisi dan tentara sesuai dengan amandemen ke lima. [AM/Rol/bersamadakwah]

Trik Erdogan Memperjuangkan Jilbab di Turki

Erdogan dan istrinya (foro rferl.org)
Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyib Erdogan atau lebih tepatnya Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) membutuhkan waktu hingga 10 tahun guna mengubah undang-undang yang melarang jilbab masuk ke institusi negara.

Dalam rentang 10 tahun itu istri sang PM dan sang presiden (Emine Erdogan dan Hayrunnisa Gul) terpaksa tidak bisa mendampingi suami mereka di rumah dinas dan istana negara. Karena alasan jilbab pula, PM Erdogan kemudian menyekolahkan kedua anak perempuannya ke Amerika Serikat dan Bosnia.

Bulan lalu, PM Erdogan mengumumkan paket reformasi yang telah disetujui parlemen. Paket reformasi itu mencakup antara lain pencabutan undang-undang yang melarang penggunaan jilbab di berbagai institusi pemerintah/negara.

Sebelumnya, larangan berjilbab di kampus-kampus, termasuk di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi negeri, juga telah dicabut. Dengan begitu, para pegawai negeri perempuan kini bebas mengenakan busana Muslimah dan laki-laki boleh memelihara jenggot. Namun, larangan memakai jilbab dan berjenggot masih tetap berlaku untuk tentara, polisi, hakim, dan jaksa.

Paket reformasi yang mencabut undang-undang larangan berbusana Muslimah di institusi pemerintah/negara ini merupakan lompatan besar dan merupakan beberhasilan partai pemerintah, Partai AKP pimpinan Erdogan. Sepuluh tahun lalu, atau tepatnya pada 2002, ketika AKP memenangkan pemilu dan mengantarkan Erdogan menjadi PM Turki, partai berhaluan Islam ini berjanji akan mencabut larangan mengenakan busana Muslimah ini di semua institusi pemerintah.

Namun, untuk merealisasikan janji itu ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Di Turki, meskipun 98 persen penduduknya beragama Islam, masalah jilbab atau hijab bukan hanya urusan beragama masing-masing individu. Jilbab sudah menjadi simbol politik.

Simbol bagi kalangan sekuler dan juga simbol bagi mereka yang peduli dengan agama Islam. Bagi partai-partai sekuler, larangan berjilbab di institusi-institusi pemerintah merupakan realisasi dan perwujudan dari Republik Turki modern yang didirikan oleh Mustafa Kamal Ataturk sejak 90 tahun lalu.

Turki modern yang dimaksud adalah dengan tetap menjaga dan memelihara kesekuleran negara. Yaitu dengan menghilangkan atau melarang simbol-simbol agama masuk dalam institusi-institusi pemerintah/negara. Termasuk larangan mengenakan atribut agama, terutama jilbab, di institusi-institusi negara tadi. Dengan kata lain, memperbolehkan atribut agama masuk di institusi pemerintah/negara berarti telah menghilangkan ciri dan status dari sekularisme Republik Turki modern.

Di lain pihak, kalangan Islam di Turki menyatakan bahwa sekuler yang benar justru memberikan kebebasan yang sebesar-besarnya kepada setiap individu untuk melaksanakan ajaran agamanya masing-masing, antara lain mengenakan busana Muslim/Muslimah. Apalagi, umat Islam di Turki merupakan mayoritas. Karena itulah, kalangan Islam, terutama partai politiknya, terus berusaha memperjuangkan Islam, termasuk mengenakan atribut-atribut keagamaan.

Yang pertama memperjuangkan jilbab adalah Najmuddin Erbakan ketika menjadi PM Turki pada 1996. Namun, lantaran terlalu menonjolkan agenda Islam, ia akhirnya dikudeta oleh militer (1997) yang saat itu mepakan benteng dan penjaga sekularisme Turki. Bahkan, seorang anggota parlemen perempuan dari Partai Refah (Partai Kesejahteraan) pimpinan Erbakan, Marwah Qawaqiji, yang berhasil memasuki gedung parlemen dengan berjilbab, dipaksa keluar oleh para anggota parlemen lainnya dari partai kiri sekuler.

Belajar dari kasus Erbakan, Erdogan kemudian menggunakan trik lain ketika menjadi PM. Pertama, ia tidak pernah menonjolkan simbol-simbol keagamaan dalam memperjuangkan penerapan Islam, terutama yang menyangkut jilbab. Alasan yang ia kemukakan adalah hak asasi manusia (HAM). Dengan mengangkat HAM, menjadi tidak ada alasan bagi kalangan sekuler untuk menentangnya.

Apalagi, ketika meluncurkan paket reformasi, terutama yang terkait dengan jilbab, Erdogan menegaskan langkahnya itu sebagai bagian dari upaya memperkuat Turki mengajukan diri sebagai anggota penuh Uni Eropa. Yang terakhir ini juga merupakan keinginan kalangan sekuler selama bertahun-tahun namun terkendala lantaran banyaknya pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintahan sekuler sebelumnya.

Kedua, ia harus membuktikan bahwa partainya ketika berkuasa mampu menyejahterakan rakyat dan meningkatkan ekonomi Turki. Hal inilah yang kemudian dibuktikan AKP selama 10 tahun berkuasa. Sebagai misal, pendapatan per kapita yang 10 tahun lalu hanya 3.000 dolar AS, kini--dalam masa 10 tahun pemerintahan Erdogan--sudah mencapai 14 ribu dolar.

Pertumbuhan ekonomi Turki rata-rata di atas enam persen/tahun. Bandingkan dengan negara-negara Eropa yang kini ekonominya terpuruk. Bahkan, Turki yang sepuluh tahun lalu dijuluki oleh Barat sebagai negara sakit, kini sudah menjadi kekuatan ekonomi ketujuh di Eropa.

Angka pengangguran juga sangat rendah. Begitu juga dengan korupsi. Selama menjadi PM, Erdogan memang sangat keras terhadap tindak korupsi dan pencucian uang negara. Apalagi, bila pelakunya adalah orang-orang dari partainya.

Dengan tingkat ekonomi dan kesejahteraan yang membaik, hal itu tentu tidak hanya dinikmati para pendukung AKP, tapi juga seluruh rakyat Turki, termasuk oleh kalangan oposisi dari kelompok sekuler dan liberal. Tak mengherankan bila kemudian Partai AKP dalam 10 tahun terakhir selalu menang dalam tiga kali pemilu. Perolehan suaranya pun selalu meningkat dari pemilu ke pemilu berikutnya.

Dengan kondisi demikian, Erdogan tidak terlalu sulit untuk meluncurkan berbagai paket reformasi. Termasuk, pencabutan larangan penggunaan jilbab di institusi-institusi negara.[]

Penulis : Ikhwanul Kiram Mashuri
Sumber : ROL

15 Warga Palestina Syahid Dibantai Zionis

Jenazah bocah Palestina yang tewas diserang Israel (Arsip AFP 2012)
Seperti pendahulunya Bani Nadhir, Qainuqa’, Quraidhah dan Khaibar, Israel benar-benar tidak dapat dipercaya. Di satu sisi Zionis merangkul otoritas Palestina pimpinan Mahmoud Abbas untuk berunding, pada saat yang sama penjajah Yahudi itu membunuhi warga Palestina.

Data yang dirilis Quds Press Internasional menyebutkan, 15 warga Palestina gugur syahid sejak dimulainya perundingan antara Zionis Israel dengan otoritas Palestina.

Seperti dikutip Infopalestina, Jum’at (8/11), pembunuhan terbaru dilakukan Israel kemarin malam. Dua warga Palestina Anas Athras dan Bashir Salim gugur oleh tembakan penjajah zionis di perlintasan Kontainer dan Za’tarah, Selatan Tepi Barat, menambah jumlah korban menjadi 15 orang syahid.

Menurut data, 3 orang gugur dari kamp Jenin, dua dari mereka terkena tembakan langsung beberapa hari usai dimulainya perundingan, yaitu Muhammad Lahluh dan Islam Thubasi, sementara seorang pemuda lainnya, Karem Abu Shabih gugur akibat luka kritis dalam bentrokan dengan pasukan zionis yang menyerbu kamp Jenin.

Penjajah zionis melanjutkan aksi pembunuhan, penghancuran dan pelanggaran beragam terhadap rakyat Palestina di luar konteks perundingan. Pada Agustus lalu pejajah zionis melakukan pembantaian di kamp Qalandia Ramallah, yang melukai 20 orang dan menewaskan 3 lainnya, yaitu Roben Faris, Yunus Jahjuh dan Jihad Ashlan.

Selama tiga bulan terakhir perundingan ini, pejuang Brigade Al-Qassam, Muhammad Ashi, gugur dalam bentrokan senjata dengan pasukan zionis di kota Beit Laqiya, Ramallah setelah setahun diburu pihak penjajah zionis.

Di kota Qabatia, Jenin, seorang pemuda Palestina, Ahmad Thazaziah gugur dalam bentrokan dengan pasukan zionis. Sementara seorang tawanan Hasan Abdul Halim Thurabi dari Nablus gugur akibat penelantaran medis yang dilakukan penjajah zionis saat ditawan di penjara zionis.

Sementara di Gaza, pasukan zionis membunuh 3 pejuang Palestina dari Brigade Al-Qassam pada Jumat lalu, dalam bentrokan senjata di Timur Khan Younis, Gaza Selatan, mereka adalah Muhammad Al-Qassash, Muhammad Daud dan Khalid Abu Bakrah.

Perundingan kembali digelar antara delegasi otoritas Palestina dan pihak penjajah zionis, di Washington tanggal 30 Juli lalu, untuk pertama kalinya setelah dibekukan selama 3 tahun, di tengah berlanjutnya pelanggaran dan kejahatan Israel terhadap warga Palestina dan harta benda dan tempat suci mereka.

Sayangnya, otoritas Palestina mengabaikan seruan faksi-faksi Palestina untuk hengkang dari perundingan, sebagai respon atas kejahatan penjajah zionis terhadap hak-hak rakyat Palestina, yang pada 3 bulan pertama telah membunuh belasan warga Palestina, menangkapi ratusan lainnya, dan mengusir warga Palesina dari rumah-rumah mereka yang disita atau dihancurkan. Selain itu, di samping yahudisasi yang terus berlanjut di kota Al-Quds dan di bawah Masjidil Aqsha, serta rencana proyek permukiman zionis mencakup pembangunan lebih dari 1700 unit di Al-Quds dan Tepi Barat. [AM/infopalestina/bersamadakwah]

Dialog Cinta Presiden Mursi dan Istrinya di Penjara

Presiden Mursi dan Najla Mahmud Istrinya
Dr. Najla Mahmud baru saja mengunjungi suaminya, Presiden Muhammad Mursi, di penjara Burj Arab, Alexandria, Kamis (7/11). Najla tidak dapat menutupi kebahagiaannya bisa bertemu sang suami kali pertama sejak kudeta 3 Juli lalu. Pertemuan itu laksana hadiah tahun baru hijriyah.

Namun, jiwa besar sepasang negarawan itu membuat pertemuan mereka bukan sekelas pertemuan pelepas rindu. Luapan cinta Presiden Mursi yang sangat besar kepada rakyatnya membuat pertemuan mereka didominasi dialog cinta untuk rakyat Mesir.

“Aku pergi untuk memberikan dukungan kepada beliau. Tapi yang aku dapati tetaplah Presiden Mursi, seorang yang gagah dan tidak mengenal kalah,” kata Najla bercerita kepada televisi Aljazeera, Kamis (7/11) sore, mengenai pertemuan dengan suaminya.

Presiden Mursi, lanjut Najla, menyampaikan pesan kepada rakyatnya agar tetap kuat dalam mempertahankan Revolusi 25 Januari. Rakyat jangan mau mengorbankan hasil-hasil revolusi itu. Presiden Mursi menegaskan bahwa ia akan tetap mempertahankan revolusi hingga akhir nafasnya.

“Presiden Mursi bertanya tentang kabar rakyat. Beliau tidak berubah. Sama seperti yang dilakukannya saat memimpin negara. Bahkan beliau bertanya tentang harga sayuran. Pertanyaan pertama beliau adalah ‘Bagaimana kabar rakyat Mesir?’” tambah Najla.

Dari sekian banyak dialog cinta rakyat itu, Mursi tak lupa menyelipkan dialog cinta keluarga.

"Presiden Mursi juga memintaku agar sabar, kuat, dan tidak menyerah. Beliau tidak mengakui keabsahan pengadilan dilakukan atas dirinya." [IK/Ajz/Dkw/bsb]
 

suara islam Powered by Blogger