Tampilkan postingan dengan label Press Release. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Press Release. Tampilkan semua postingan

Kenang Jasa Pahlawan, 1000 Pasukan PKS Kibarkan Merah Putih di Gunung Bromo

PKS Kibarkan merah putih terpanjang di Bromo
Momentum 10 Nopember sebagai hari pahlawan digunakan oleh pasukan elit PKS untuk apel siaga. Tepatnya di gunung Bromo, Sabtu-Ahad (10/11). Apel yang digelar oleh Bidang Kepanduan dan Olah Raga (BKO) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur diikuti oleh 1000 pasukan.

Apel siaga yang dilaksanakan bersamaan peringatan upacara hari pahlawan 10 Nopember dan pengibaran Sang Merah Putih di Gunung Bromo. Banyak pengunjung yang akhirnya bergabung dan mengikuti rangkaian upacara mengenang jasa pahlawan 10 Nopember. “PKS bener-bener nasionalis dan layak untuk dicontoh karena menghargai jasa pahlawan,” ungkap Satria salah satu pengunjung Gunung Bromo.

“Pelaksanaan apel siaga ini bagian dari persiapan PKS untuk menyambut pemilu 2014,” kata ketua BKO PKS Jatim Eko Selamet.

”Kita latih seluruh pasukan agar siap mengamankan pemilu dan bersiap siaga terhadap seluruh resiko yang terjadi,” tambahnya.

Acara yang berlangsung hanya 2 hari ini mampu membakar semangat pasukan PKS sebagai garda terdepan pengamanan.

Acara dimulai dengan unjuk kekuatan masing-masing zona kemudian diisi motivasi kemenangan dari bidang kaderisasi dan dilanjutkan sarasehan yang langsung dipimpin oleh ketua pengamanan pemilu PKS Jatim.

Di akhir acara apel siaga, seluruh pasukan elit PKS mengibarkan bendera merah putih sepanjang 333 meter, diusung bersama mulai dari gurun pasir menuju puncak gunung Bromo. [mastangguh]

Napak Tilas Hari Pahlawan, PKS Gresik Longmarch ke Makam Usman Sadar

Memperingati hari pahlawan, DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Gresik menggelar napak tilas pahlawan Usman Sadar, Ahad (10/11). Tepat pukul pagi, puluhan kader PKS berangkat dari kantor DPD di Jalan Kartini menuju Makam Usman Sadar yang berada di jl Usman Sadar gang 5 KarangPoh.

Di lokasi makam, PKS melakukan bakti sosial membersihkan dan mengecat, kajian sejarah Usman Sadar, dan menyerahkan santunan kepada bu Sa’adah, satu-satunya keluarga Usman Sadar yang masih hidup.

“Napak tilas di sini merupakan sarana menumbuhkan semangat kebangsaan” kata Ketua DPD PKS Gresik Adi Wisnugraha.

“Selain semangat kebangsaan juga harus ada spirit Keislaman sehingga mewujudkan nasionalisme yang benar,” lanjut Adi yang juga penggagas Gerakan Rumahku Surgaku.

Dalam kesempatan itu dipaparkan sejarah pahlawan Oesman atau yang dikenal dengan Usman Sadar oleh sejarahwan dari Mata Seger Kris Adji. Diawali tepatnya tanggal 4 Agustus 1947 Gresik diserang oleh Pasukan Agresi Militer Belanda, Saat itu ada salah seorang pasukan dari Sabilillah pimpinan Maskoen Asj’ari. Dia adalah Muhammad Oesman yang bertindak sebagai kepala seksi dari pasukan Sabilillah Nekat menyerbu dengan menggunakan hand granat di jalan Karang Turi , yang sekarang lebih dikenal dengan jalan Usman Sadar, yang akhirnya syahid pada 13/04/47 dan dikuburkan di sekitar makam dalem Karangpoh Kulon.

Melihat langsung aksi PKS ini, Bu Sa’adah mengucapkan Banyak banyak terima kasih atas perhatian dan simpati dari PKS kepada perjuangan Usman Sadar yang selama ini terkesan kurang perhatian dan kurang terawat makamnya.

Untuk diketahui, napak tilas hari pahlawan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia oleh PKS. Sebagia besar DPD melaksanannya sejak Sabtu (9/11) sore. [Danil S]

Inilah Susunan Kepengurusan DPP FPI Periode 2013-2020

Imam Besar FPI Habib Rizieq
Front Pembela Islam (FPI) baru saja memilih pengurus baru untuk periode 2013-2020. Melalui musyawarah yang dipimpin oleh Imam Besar FPI Al-Habib Muhammad Rizieq Bin Husein Bin Syihab, Lc.MA., Jum’at (1/11) malam, secara mufakat diputuskan Habib Muchsin Bin Ahmad Al-Atthas, Lc sebagai Ketua Umum DPP FPI.

Lebih lengkapnya, berikut ini Susunan Kepengurusan DPP FPI Periode 2013-2020 seperti disampaikan DPP FPI kepada bersamadakwah.com:

Pengurus Majelis Syuro DPP FPI:
Ketua Umum: KH. Drs. Misbahul Anam At-Tijani
Sekretaris: KH. Abdul Fattah, SE. MBA

Pengurus Dewan Tanfidzi DPP FPI:
Ketua Umum: Habib Muchsin Bin Ahmad Al-Atthas, Lc.
Wakil Ketua Umum: KH. Ahmad Shabri Lubis.
Sekretaris Umum: KH. Drs. Ja'far Shodiq
Bendahara Umum: H. Musani

Dalam press release melalui twitter tersebut disebutkan juga bahwa pelantikan Ketua Umum dan Pengurus baru DPP FPI akan dilaksanakan pada 06 Nopember 2013 Ba'da Isya di Masjid al-Ishlah, Jl. Petamburan III. [AM/bersamadakwah]


Qurban Di Tengah Fatwa Halal Kucing dan Anjing

Qurban Syiria
Tim Global Qurban ACT telah berada di Suriah sejak Senin (14/10) lalu untuk mendistribusikan daging qurban amanah para pequrban.

Dua tahun berjalan, konflik bersenjata yang menerpa Suriah belum juga reda. Muhammad Dhiyya, Salah seorang mahasiswa Indonesia yang juga Pengurus PPI (Persatuan Pelajar Islam) Dunia mengatakan bahwa hingga saat ini kondisi Suriah masih mencekam. Baku tembak masih sering terjadi. Kondisi terakhir terdapat lebih dari 2 juta pengungsi yang saat ini mengalami kelaparan hebat.

Karena kondisi yang sangat memaksa, ulama Suriah mengeluarkan fatwa yang isinya menghalalkan memakan kucing dan anjing untuk dimakan agar bisa bertahan hidup, karena tidak ada lagi makanan yang bisa dimakan dan dapat menyebabkan kematian.

Dhiyya bersyukur, pada saat pemberlakuan fatwa, ia bersama timnya berhasil mendistribusikan daging Qurban dari Global Qurban ACT yang merupakan amanah para pequrban Indonesia.

Ia juga mengatakan, daging qurban yang disalurkan memang tak sebanding dengan jumlah pengungsi yang sangat banyak, namun demikian ini adalah ikhtiar luar biasa yang ditempuh GQ ACT dan menjadikan moment iedul Adha sebagai sarana perekat umat Islam dunia.

“Insya Allah para pequrban akan memperoleh ganjaran pahala yang berlipat ganda di sisi Allah swt. Dan mudah-mudahan bantuan rakyat Indonesia tidak hanya berhenti sampai Iedul Adha berakhir. Karena penderitaan muslim Suriah masih panjang. Ini adalah ladang pahala dan lahan amal bagi kita berjihad di jalan Allah,” tutupnya. [ACT]


ACT Berangkatkan Relawan ke Mesir

Krisis di Mesir eskalatif. Korban luka ribuan, perlu penanganan medis. Tim ACT mengemban mandat kemanusiaan bangsa Indonesia, hari ini bertolak ke Mesir diwakili: Doddy Cleveland HP (Team Leader), dr. Lukman Hakim dan Sutaryo (logistik).

Presiden ACT, Ahyudin mengatakan, seberat apapun krisis Mesir, dimensi kemanusiaannya jangan sampai tergeser dengan opini lain. “ACT konsisten hadir mengemban mandat kemanusiaan. Fakta tak terbantah, ada ribuan nyawa menjadi korban serangan militer Mesir. Korban-korban itu, tidak bisa lagi dilihat apa latar belakang politiknya. Mereka manusia yang manusia lain di manapun dengan segenap kemampuannya, harus menyelamatkannya.”

ACT bersama elemen pro-kemanusiaan di Indonesia dan dunia, terpanggil untuk bersama-sama menghadirkan kekuatan hati nurani, mengirim tim media ke Mesir. “Meskipun terjadi gelombang perang wacana yang menempatkan para korban seolah-olah musuh, bangsa-bangsa manapun termasuk rakyat Indonesia harus sanggup melihat dengan jernih, di Mesir, kekerasaan terhadap perbedaan pendapat harus dihentikan. Apapun alasannya, pembantaian dan kekerasan bukan jalan keluar manusia yang berhati nurani. ACT hadir di krisis Mesir, mewakili nurani rakyat Indonesia,” tegas Ahyudin.

Sangat naif meneruskan “perang wacana” persoalan Mesir sebagai perang melawan terorisme. “Pandanglah itu sebagai membutakan terhadap krisis kemanusiaan. Sudah jelas di Mesir, khususnya di Kairo, ada manusia dalam jumlah besar yang kini menjadi kepedulian banyak manusia lain di muka bumi untuk tidak dibantai dan diserang oleh kekuatan bersenjata di Mesir,” lanjut Ahyudin.

Tim Kemanusiaan yang dipimpin oleh Doddy CHP sudah mempersiapkan diri terutama mentalnya untuk menyandang mandat kemanusiaan. “Kami optimistis, bukan berapa orang yang berangkat. Kami berangkat sebagai perwakilan rakyat Indonesia. Ribuan donatur harus segera mendapat pembuktian, ACT berbuat nyata. Kami sanga berharap, jangan hentikan doa-doa bangsa Indonesia. Jangan hentikan desakan untuk mengedepankan kemanusiaan terutama oleh otoritas kekuasaan. Ini bangsa besar. Alangkah kecilnya kita di mata kemanusiaan, jika diam saja melihat kejahatan kemanusiaan berlangsung setiap hari, padahal kita punya kekuatan menghentikannya,” jelas Doddy.

Bukan Hanya Mesir

Senior Vice President – Humanity Network Department ACT, Syuhelmaidi Syukur menegaskan, Mesir bukan isu satu-satunya isu global yang digarap ACT. “Saat ini kami masih terus berusaha membantu pengungsi Somalia, Suriah, etnik Rohingya di Myanmar, bahkan Palestina yang menyandang krisis kemanusiaan bertahun-tahun. Kami sadar, kekuatan kami tak seberapa. Tapi kami meyakini dahsyatnya kekuatan doa dan kesungguhan; perbuatan nyata dan keyakinan pada universalitas kemanusiaan. Bangsa-bangsa manapun yang meyakini kehidupan sesudah kematian, pasti bergetar hatinya mendiamkan nyawa manusia dihabisi tanpa perasaan. Di manapaun, apapun latar belakangnya,” jelas Syuhelmaidi.

Tak hanya itu, kata Syuhelmaidi, “Kalau yang jauh dibantu, apalagi yang dekat. Di dalam negeri, kami telah menyelesaikan tiga menasah dan masjid di Aceh Tengah, membantu korban gempa Lombok Utara yang belum kunjung mampu mendirikan ribuan rumahnya yang hancur. Di Majalengka, bersama sejumlah mitra kami dirikan sarana MCK, di Padang sejumlah rumah ramah gempa sudah didirikan. Di Wai Ela, Maluku Tengah, bantuan pangan dan perlengkapan rumahtangga juga telah diberikan. Pada Ramadhan lalu, sejumlah daerah terpencil yang terabaikan di NTT dan Papua menerima santunan.”

ACT menjangkau kawasan global tanpa mengabaikan krisis kemanusiaan di dalam negeri, berkat kepercayaan publik yang luas. “Kekuatan kami pada kepercayaan publik. ACT tidak pernah berdebat dan berwacana. Kami dengar, kami peduli dan kami bergerak. Tidak ada bentuk ajakan terbaik kepada rakyat Indonesia yang masih kuat hati nuraninya, kecuali berbuat nyata. Hanya lembaga yang benar-benar kata dan perbuatannya tidak berjarak, akan menerima kepercayaan masyarakat. Untuk itu, kami tidak bosan-bosannya berbagi progres langkah ACT, baik isu domestik maupun global,” tugas Syuhelmaidi.

Tim yang bertolak hari ini pun mewakili tiga elemen kepedulian: Doddy CHP sebagai Team Leader mengolah fakta sebagai basis program lanjutan, dr. Lukman Hakim secara nyata terjun dalam aksi medis termasuk melatih relawan lokal berperan sebagai paramedis sebagaimana dilakukannya saat menangani pengungsi Suriah di Jordania, sedangkan Sutaryo mengawal urusan logistik termasuk menyiapkan report harian sehingga setiap langkah Tim SOS Egypt – ACT I ini bisa diikuti terus oleh stakeholder kemanusiaan terutama di Indonesia. “Anda bisa memantaunya melalui situs resmi ACT, www.act.or.id, facebook fan page Aksi Cepat Tanggap, dan twitter @ACTforhumanity,” jelas Syuheilmaidi.[]

Kecam Kebrutalan Militer Mesir, Ribuan Masyarakat Riau Turun ke Jalan

Ribuan Masyarakat Riau, yang tergabung dalam “Masyarakat Riau Peduli Mesir”, memadati bundaran Tugu Ikan Selais, depan kantor pemko Pekanbaru. Massa yang berasal dari gabungan ormas dan mahasiswa ini hadir dari berbagai daerah di provinsi Riau. Mereka mengecam dan memperotes keras tindakan brutal militer mesir, yang mengakibatkan tewasnya ribuan rakyat sipil. Mereka juga mendesak agar pemerintah indonesia, bersikap tegas dan menarik duta besar indonesia di mesir, sebagai protes keras terhadap militer mesir.

Massa memulai aksi setelah melaksanakan sholat jum’at berjamaah, di masjid Ar Rahman Pemko Pekanbaru. Kemudian rombongan massa bergerak menuju tugu ikan selais, sambil membawa sepanduk- sepanduk dan poster- poster yang berisi kecaman atas tindakan militer mesir.

Koordinator SMRUM, Agung Nugroho mengatakan, jika dikalkulasikan sampai hari ini ada sekitar 6.000 orang warga sipil yang menjadi korban pembantaian rezim militer Mesir dibawah pimpinan Jenderal Abdel Fattah Al Sisi. Dari mulai tanggal 8 Juli lalu, ada sekitar 42 orang demonstran anti kudeta yang tewas dan 322 orang demonstran yang luka-luka. Kemudian pada 27 Juli sekitar 120 orang pendukung Mursi yang meninggal dan lebih dari 1.000 orang yang luka-luka.

"Tercatat tiga pekan sejak militer Mesir mengkudeta presiden yang sah Mesir, sudah 450 orang warga sipil telah terbunuh, sekitar 8.000 orang yang terluka dan 1.500 orang ditahan," kata Agung.

Pada tanggal 14 Agustus kemarin adalah hari kebiadaban militer dan polisi militer Mesir yang membantai warga sipil dengan menembaki demonstran serta mebakar masjid di Rab'bah.

"Jika dikalkulasikan yang mati syahid ada sekitar 3.000 orang dari 6.000 orang lebih dan yang terluka mencapai 15.000 jiwa," tambahnya.

Aksi berakhir sekitar pukul 15.30 wib, ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh ketua PW.Ikadi Riau, Ustad Narlis,MA. (avin)

Ikadi Kampar Bedah Buku Konsep Bid'ah & Teloransi Fiqih, MUI Mengapresiasi

Bertempat di ballroom hotel Altha Bangkinang, Pengurus Daerah Ikatan Da'i Indonesia Kabupaten Kampar menggelar acara bedah buku "Konsep Bid'ah & Toleransi Fiqih" pada Ahad (28/7). Bedah buku itu menghadirkan langsung penerjemah dan pengantar buku tersebut, Dr. H.Taufiq Q Hulaimi, MA.MEd.

Peserta yang terdiri dari para da'i- da'iyah, mubaligh dan pengurus masjid yang ada di kabupaten Kampar tampak antusias menghadiri acara ini. Ketua Ikadi Kampar, Tamarudin, S.Pd.I menejelaskan, digelarnya acara bedah buku ini berangkat dari diskusi di media sosial. "Ketika buku ini di upload ke facebook, cukup banyak yang komentar. Dan kemudian salah satu ustad yang juga anggota DPRD Kampar, ustad Syahrul A'idi meminta Ikadi untuk memfasilitasinya. Setelah dibawa ke rapat pengurus, akhirnya disepakati untuk kita laksanakan", terangnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendorong dan membantu hingga terlaksananya acara ini. "Acara ini adalah sebagian kecil dari usaha kami untuk membangkitkan kembali tradisi ilmiah di Kabupaten Kampar. Insya Allah dalam waktu dekat kita akan mengadakan training menulis untuk para ustad di Kabupaten Kampar. Kita sedang menjalin kerjasama dengan pihak penerbit. Insya Allah dengan dukungan dari semua pihak, apa yang kita rencanakan dapat terlaksana" tambahnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Kampar, Dr.Mawardi M Saleh, Lc, MA mengapresiasi Ikadi Kampar yang telah menggelar acara ini. "Fenomena bid'ah ini memang sedang hangat- hangatnya menjadi perbincangan di tengah-tengah masyarakat kita. Alhamdulillah, Ikadi Kampar tanggap dengan hal ini dan semoga ini bisa memberikan pencerahan kepada para da'i-da'iyah yang kemudian ini disampaikan kepada jamaah-jamaahnya di tempat masing- masing" jelasnya.

Ia juga menyarankan kepada para da'i-da'iyah untuk membaca buku ini. "Saya sarankan kepada para da'I dan mubaligh untuk membaca buku ini, buku yang di tulis oleh Dr. Abdul Ilah Bin Husain Al-'Arfaj ini sangat bagus, menggunakan bahasa yang sangat santun dan sangat ilmiah" jelasnya. [avin]

Hari ke-11 Ramadhan, Rumah Zakat Salurkan Rp1,7 M

Pada ke-11 bulan Ramadhan, Rumah Zakat menyalurkan Rp1,7 M kepada masyarakat kurang mampu dari Aceh hingga Papua. Penyaluran ini berupa 33.599 paket Berkah Buka Puasa, 1.358 paket Berkah Lebaran Yatim, 952 paket Berkah Bingkisan Keluarga Jompo dan Prasejahtera, dan 878 paket Berkah Syiar Quran.

"Penyaluran dana ini dilakukan dalam Gerakan Berbagi Berkah Ramadhan. Gerakan ini dilaksanakan di seluruh cabang Rumah Zakat dan beberapa tempat yang disepakati bersama mitra kami," kata Asep Nurdin, Ketua Program Ramadhan Rumah Zakat, Senin (22/7/2013) di kantor Rumah Zakat cabang Bandung.

Bersama PT Sriboga Flour Mill (SFM), Rumah Zakat menyalurkan 19.000 Paket Berkah Buka Puasa di beberapa kota di antaranya Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Malang, Tegal, Purwokerto dan Solo. Paket Berkah Buka Puasa ini disalurkan secara reguler selama 25 hari berturut-turut.

"Lokasi penyaluran dipusatkan di wilayah-wilayah binaan Rumah Zakat, masjid-masjid, pesantren, panti asuhan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan daerah yang membutuhkan di sekitar Pulau Jawa," ujar Asep Nurdin.

Di Cilegon Rumah Zakat Cabang Serang menyalurkan Paket Berkah Buka Puasa kepada para tukang becak, ojek, dan warga Kel. Kebon Jahe Serang. “Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Rumah Zakat dan para donaturnya. Kami senang dan bangga kepada Rumah Zakat. Semoga kepercayaan para donator semakin meningkat, kantornya pun semakin maju sehingga masyarakat pun dapat merasakan manfaatnya seperti yang dilaksanakan ini. Semoga kita semua mendapatkan keberkahan,” ujar Awab Nawawi (63thn), tokoh masyarakat Kel. Kebon Jahe.

Di Bekasi, Sanah (60thn) mengaku bahagia mendapatkan paket Berkah Bingkisan Keluarga Jompo dan Prasejahtera. “Terima kasih Rumah Zakat, di bulan puasa ini saya sangat senang. Ini pertama kali saya mendapatkan bingkisan untuk seorang jompo seperti saya,” ujarnya.

Tidak hanya di Pulau Jawa, gerakan Berbagi Berkah Ramadhan juga dirasakan oleh warga Palembang. “Asyik saya mendapat tas baru dan alat-alat tulis sekolah, sehingga bisa memakai baju baru untuk lebaran, terima kasih Rumah Zakat,” ungkap Tri Apriliani di Palembang dengan bahagia.Pelaksanaan Gerakan Berbagi Berkah Ramadhan akan terus digelar sampai akhir Ramadhan.[Diki Taufik Sidiq]

Islamic Short Movie Festival 2013 Ajak Generasi Muda Berdakwah Melalui Film

Dalam rangka memeriahkan kegiatan Ramadhan di Kampus (RDK) 1434 Hijriah, Jamaah Shalahuddin (JS) UGM menyelenggarakan acara Islamic Short Movie Festival (ISMF) 2013. Minimnya film pendek islami yang diproduksi oleh generasi muda muslim menjadi latar belakang diadakannya ISMF 2013. Rangkaian acara ISMF diawali dengan perlombaan film pendek islami yang berlangsung dari tanggal 9 Juni sampai dengan 14 Juli 2013 dan diakhiri dengan penganugerahan pemenang perlombaan film pendek islami yang berlangsung pada Hari Sabtu, 20 Juli 2013 di Auditorium Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM. Seperti tema besar RDK 1434 H, Semangat Baru Menuju Perubahan juga dipilih sebagai tema ISMF 2013.

Perlombaan film pendek islami diikuti oleh tujuh belas tim dari berbagai kalangan (siswa SMA, mahasiswa, dan umum) yang berasal berbagai penjuru Indonesia (Jambi, Pontianak, Jakarta, Bogor, Wonosobo, Semarang, Solo, dan Yogyakarta). Tahap penjurian dilakukan oleh Ifa Isfansyah dan Rusdi Kurniawan. Karya peserta dinilai berdasarkan beberapa kriteria, antara lain ide cerita, visualisasi, ilustrasi musik, dan teknik editing. Lomba ini memperebutkan Piala Gubernur DIY (juara 1), Piala Walikota Yogyakarta (juara 2), dan Piala Dinas Pariwisata DIY (juara 3). Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada sutradara terbaik, penulis naskah terbaik, penata gambar terbaik, pemeran utama terbaik, dan film terfavorit. Seluruh pemenang ISMF 2013 mendapatkan uang pembinaan dan sertifikat. Perlombaan film pendek islami ini digelar sebagai wujud apresiasi bagi para sineas yang telah memproduksi film pendek islami.

Penganugerahan pemenang ISMF 2013, Hari Sabtu (20/7) juga dimeriahkan dengan One Day Filmmaking Workshop dan screening beberapa film hasil karya peserta. Workshop ini menghadirkan tiga pembicara antara lain Habiburrahman El-Shirazy (sutradara dan penulis bestseller), Ifa Isfansyah (Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2011, 9 Summers & 10 Autumns, Garuda di Dadaku, dan Sang Penari), serta Rusdi Kurniawan (Art Film School Indonesia). Panitia mengundang secara khusus Rohis SMA & SMK se-Yogyakarta, serta Lembaga Dakwah Kampus (LDK) se-Yogyakarta untuk mengikuti One Day Filmmaking Workshop agar para pegiat dakwah ini dapat memiliki bekal teknik-teknik dasar untuk memproduksi sebuah film islami.

Panitia mengaku mengalami kendala, yaitu terpecahnya fokus panitia. “Dalam satu pekan, RDK mempunyai tiga event besar. Jadwal yang padat dan panitia sedikit juga merupakan kendala,” papar Elan selaku koor panitia ISMF 2013.

Rangkaian ISMF 2013 berjalan dengan baik. Pada puncak acara ISMF 2013, panitia mengumumkan para pemenang lomba film pendek islami. Juara I dan II dimenangkan oleh tim Care community dari Purbalingga dengan judul ‘Sarung’ dan ‘Bukan Haji Biasa’. Juara III ditempati oleh Lellebelle Production dari Yogyakarta, dengan judul ‘Aminah’. Sutradara terbaik dimenangkan oleh Anis Septiani (Sarung), tim dari Care community. Videografer Terbaik, Ichsan R A (A Plur), Sekar Art, Yogyakarta. Penulis Naskah Terbaik, Dilla Prameswari (Bukan Haji Biasa), Care Community, Purbalingga. Pemeran Utama Terbaik, Adista Rizqi Amelia (Aminah), Lellebelle Production, Yogyakarta; dan film favorit dimenangkan oleh Film ‘Belum Terlambat’, D'Plaman Movie, Yogyakarta.

“Alhamdulillah, walaupun baru pertama kali dilaksanakan, ISMF sudah diikuti oleh tujuh belas film dari berbagai daerah, selain itu, semua pembicara workshop pun memberikan apresiasi terhadap festival ini dan berharap ISMF rutin diadakan tiap tahun agar dapat menjadi ciri khas Ramadhan di Kampus UGM, ini adalah kesuksesan tersendiri bagi panitia. Dengan adanya rangkaian acara ISMF 2013, diharapkan memicu semangat generasi muda muslim untuk memproduksi film pendek islami yang lebih kreatif dan menarik sebagai media dakwah. ” pungkas Elan. [Adinda Noor Malita]

Telkomsel Serahkan Zakat Penghasilan Karyawan Kepada Rumah Zakat

Majelis Ta'lim Telkomsel (MTT) menyerahkan zakat karyawan sebesar Rp379.687.125,- kepada Asep Nurdin, Chief Funding Officer Rumah Zakat,Rabu(17/7). Dana zakat ini diserahkan langsung oleh Chairuddin, Ketua MT Telkomsel. "Zakat yang diserahkan kepada Rumah Zakat akan diimplementasikan dalam program beasiswa sekolah binaan Rumah Zakat, yakni Sekolah Juara," kata Chairuddin.

Di Telkomsel, zakat penghasilan karyawan sudah dipotong secara otomatis setiap bulannya. “Zakat yang kami berikan ini merupakan gaji karyawan yang dipotong langsung 2.5% dari gaji karyawan yang diterima setiap bulan. Mudah-mudahan apa yang kami berikan menjadi manfaat bagi orang banyak,” ujar Chairuddin.

Dana zakat ini disalurkan kepada siswa Sekolah Juara yang dibina langsung oleh Rumah Zakat. "Kami mendukung misi pendidikan Rumah Zakat. Sehingga wajib bagi karyawan untuk menyisihkan sebagian rezekinya untuk zakat. Apa yang kami dapatkan ada sebagian hak mereka," tutur Chairuddin.

Chairuddin mengungkapkan “Kami percaya Rumah Zakat yang menerima Zakat karyawan perusahaan kami. Melalui Rumah Zakat, dana ummat ini bisa tersalurkan secara maksimal dengan profesional dan tepat sasaran."

Sementara itu Asep Nurdin selaku pihak yang menerima dana beasiswa tersebut mengucapkan “Terima kasih atas kepercayaan dan sinergi yang terjalin antara Telkomsel dan Rumah Zakat." Ia juga mengucapkan selamat atas meningkatnya produktivitas jaringan terkomsel di seluruh Nusantara. [Diki Taufik Sidiq]

Parenting Entertraining, Meneladani Nabi Muhammad

Rasulullah saw adalah sosok manusia terbaik yang dihadirkan Allah Swt ke dunia untuk menjadi teladan, tidak hanya bagi umat Islam, juga bagi segenap umat manusia.

Hal itulah yang tercermin dalam acara Parenting Entertraining “Muhammad Teladanku” yang diselenggarakan Sygma Daya Insani (SDI), anak perusahaan Sygma Examedia Arkanleema, di Graha Nandhitra Sucofindo, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Ahad (14/07/2013).

Acara dibagi dua sesi. Sesi pertama diawali dengan kisah nabi Muhammad saw sejak lahir hingga meninggal serta keteladanan yang ditunjukkan rasulullah dalam kehidupan sehari-hari sebagai cerminan keluhuran akhlaknya yang sangat mulia. Diantaranya tentang Rasulullah sebagai anugerah kehidupan, sebagai pemuda pilihan, sebagai teladan keluarga, pemimpin perjuangan, muhasabah bersama Rasulullah, serta komitmen hidup bersama Rasulullah.

Kisah disampaikan melalui gabungan multimedia, monolog, gerak dan lagu. Kisah Rasulullah disampaikan secara bergantian oleh Nugie Al Afghani, seorang entertaining Religi serta Bunda Kurnia Widhiatuti, seorang praktisi entertaining. Acara dihadiri 800 orang, yang sebagian besar merupakan pasangan keluarga. Pada sesi muhasabah, yang disampaikan oelh Bunda Kurnia Widhiatuti, tidak sedikit hadirin yang meneteskan air mata karena terharu mendengarkan kisah Nabi Muhammad dalam menjalani kehidupannya yang penuh tantangan dan cobaan, yang dihadapinya dengan sabar.

Pada akhir sesi pertama, diakhiri dengan Komitmen Bersama Keluarga Pecinta Rasul, yang dipandu Neno Warisman.

Benny Triandi Djajadi, Direktur Utama PT Sygma Daya Insani, mengungkapkan, tujuannya adalah syiar di bulan Ramadhan.

“Kita diingatkan, disemangati kembali, dan momentnya tepat di bulan Ramadhan, dan momen ini yang sengaja dipilih untuk mengingatkan akan teladan Nabi Muhammad saw. dalam segala bidang, yang harus kita teladani. Muhammad saw adalah panutan,” jelas Benny.

Adapun mengenai Komitmen Bersama Keluarga Pecinta Rasul, lanjut Benny adalah untuk memunculkan momentum.

“Momentum itu perlu. Kalau tidak, kita tidak pernah tahu mulai kapan bergerak. Komitmen yang sudah ada sebelumnya dikeluarkan lagi. Kalau belum ada komitmen, muncul komitmennya,” jelasnya.

“Mengangkat muhammad teladanku menjadi tema sentral bagi keluarga indonesia untuk kehidupan yang lebih baik, menuju keluarga muslim yang lebih baik,” tandasnya.

Sementara itu, Neno Warisman, yang sekarang aktif dalam bidang Parenting, sebelum tampil di sesi kedua, mengungkapkan, Rasulullah sebagai teladan bagi umat manusia diasingkan bahkan dimusuhi oleh sebagian kalangan manusia.

“Harus saya katakan sejujurnya, bahwa tokoh terbaik sepanjang abad ini asing dan dimusuhui oleh sebagian kalangan manusia. Tetapi, itu tidak membuat pencintanya berputus asa untuk mengenalkan sisi terbaik dari yang dicintainya itu,” tandasnya.

“Untuk itu, kedatangan orang-orang ke acara ini merupakan salah satu bentuk dari kerinduan untuk kembali ke rumah Rasulullah dan kebenaran itu sendiri yang membawa mereka ke sini,” ujarnya.

Sementara itu, usai sesi kedua berupa talkshow yang membahas tentang parenting berlandaskan teladan dari Nabi Muhammad, beberapa diantaranya memberikan komentarnya.

“Bagus sekali ya, terutama mengenai sosok Rasulullah untuk lebih dikenal oleh masyarakat Indonesai. Minimal bisa mencontoh Rasulullah,” ujar Toni Sartono (45 tahun), yang datang dari Tangerang bersama istrinya.

Subhanallah, bagus banget. Terutama untuk kami yang memiliki anak. Lebih menanamkan sosok Rasulullah di rumah. Penyampaiannya pun lebih mengena,” kata Ani (33 thn), peserta asal Depok, yang datang bersama kedua anak laki-lakinya yang berusia 9 tahun dan 8 tahun.

Sementara itu, Rahadi (33 tahun) asal Bekasi mengungkapkan “Acara ini memberikan inspiras bagi ayah dan ibu untuk semakin memaksimalkan bagaimana mendidik anak”.

Selain di Jakarta, acara Parenting Entertraining juga akan diselenggarakan di Bandung pada 21 Juli 2013. *** [roniramdan]

Mahasiswa STAIN Bukittinggi Luncurkan Buku Catatan Seorang Muallaf

Buku Catatan Seorang Muallaf “Masihkah Ada Harapan untukku Ya Rabb...” yang ditulis Ahmad Fauzi, mahasiswa semester akhir Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi secara resemi diluncurkan Rabu (29/5) di Kampus I STAIN Bukittinggi. Buku itu diluncurkan Ketua STAIN Bukittinggi diwakili Wakil Ketua III Dra. Nuraisyah, M.Ag., didampingi Ketua Prodi Iswantir M, M.Ag di hadapan 150an peserta.
 
“Sepanjang sejarah saya mengajar di STAIN Bukittinggi, ini pertama kali seorang mahasiswa menerbitkan buku dan berani meluncurkan sekaligus membedahnya di hadapan mahasiswa dan dosen,” ujar Dra. Nuraisyah, M.Ag., Wakil Ketua III STAIN Bukittinggi dalam sambutannya memberi apresiasi atas terbitnya buku mahasiswanya itu.
 
Dia menyebutkan, di dunia kampus mahasiswa diharapkan tidak hanya berkutat dengan perkuliahan tetapi juga harus kreatif menulis. Lewat menulis apalagi menerbitkan buku buah pikirnya akan dapat dinikmati lebih luas oleh banyak orang.
 
“Kita harapkan, dari kampus ini, satu tahun minimal terbit satu buku, baik dari mahasiswa maupun dosen,” ujar Nuraisyah.
 
Buku Catatan Seorang Muallaf “Masihkah Ada Harapan untukku Ya Rabb...” dibahas oleh dua narasumber, yaitu DR. Silfia Hanani Syafei (Penulis dan Dosen STAIN Syech M. Djamil Bukittinggi) dan Muhammad Subhan (Penulis dan Ketum Forum Aktif Menulis Indonesia).
 
Dalam pembahasannya, Silfia Hanani Syafei mengulas sisi perjuangan seorang mahasiswa bernama Ahmad Fauzi melahirkan karya tulisnya lalu menerbitkannya menjadi buku. Dia menyebut, ketika draf buku itu diperlihatkan kepadanya, ia tergerak untuk mendorong Ahmad Fauzi segera menerbitkan bukunya itu.
 
“Terlepas dari soal berkualitas atau tidaknya buku ini, saya memberikan apresiasi kepada penulisnya, karena telah mampu menulis berlembar-lembar, terstruktur, sehingga layak diterbitkan menjadi buku,” kata Silfia.
 
Sementar Muhammad Subhan menyebutkan, pertama kali menerima buku Ahmad Fauzi itu dan memintanya menjadi salah seorang pembedah, ia mengira buku tersebut adalah semacam buku biografi si penulis yang seorang muallaf. Namun setelah dibaca hingga tamat, buku tersebut fokus mengulas tentang kepedulian penulis terhadap kaum muslimah.
 
“Buku ini membahas tentang perilaku kaum perempuan dalam berbusana. Setelah memeluk Islam, penulis melihat realita banyak kaum perempuan yang tidak mengindahkan aturan-aturan Islami, sehingga ada yang membuka aurat atau berpakaian ketat dan tidak berjilbab,” ujarnya.
 
Menurutnya, buku tersebut semacam kritik sosial Ahmad Fauzi sebagai bentuk kepeduliannya terhadap agama yang dianutnya. Ahmad Fauzi yang juga seorang muballig muda, lewat bukunya itu, mengajak kaum perempuan untuk mengamalkan ajaran Islam secara kaffah (menyeluruh) dan tidak setengah-setengah.
 
“Walau buku ini memfokuskan bahasannya pada kaum muslimah, tetapi pola penulisan buku ini tidak menyudutkan kaum perempuan, melainkan memberikan solusi-solusi yang bijaksana untuk mengembalikan posisi perempuan sebagai kaum yang paling dimuliakan,” urai Muhammad Subhan.
 
Ahmad Fauzi lahir di Desa Hiliamaeta Niha Kabupaten Nias, Sumatera Utara pada tanggal 21 September 1988 dari keluarga yang memeluk salah satu agama di luar Islam. Hidayah mempertemukannya pada keyakinan Islam atas kesadarannya sendiri setelah ia ikut berpuasa di bulan Ramadhan walau ketika itu ia masih berstatus nonmuslim. Di saat berpuasa itulah ia menemukan kedamaian jiwa.
 
Ahmad Fauzi merantau dari Nias ke Kota Bukittinggi pada tahun 2002. Ia menamatkan MTs Hidayatunnas Tarok Agam, lalu melanjutkan ke MAN Batu Mandi Tilatang Kamang. Setamat dari MAN ia memutuskan kuliah di STAIN Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi dengan mengambil Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agam Islam (PAI). (REL)
 
Keterangan Foto:
BEDAH BUKU – Peserta bedah buku Catatan Seorang Muallaf “Masihkah Ada Harapan untukku Ya Rabb”, Rabu (29/5) di aula Kampus I STAIN Syech M. Djamil Djambek Bukittinggi. (Foto: Ist)
 

suara islam Powered by Blogger