Tampilkan postingan dengan label Kaifa Ihtada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaifa Ihtada. Tampilkan semua postingan

Usai “Zina Natal” Pemuda Ini Mencari Kebenaran dan Akhirnya Masuk Islam

Ilustrasi skandal gereja
Hidayah bisa datang dari arah yang tak disangka-sangka. Seperti yang dialami oleh Daniel. Pemuda Kenya ini mendapatkan hidayah setelah berzina di acara ‘malam mematikan lampu’ pada perayaan Natal di gereja Nairobi.

Kisah keislaman Daniel bermula saat ia dan para jemaat lainnya dijemput dengan bis-bis besar menjelang malam 25 Desember, tujuh tahun yang lalu. Sesampainya di gereja di ibu kota Kenya itu, mereka melaksanakan sejumlah ritual kebaktian.

“Malam itu kami di dalam gereja berdoa khidmat, menangis-nangis, setelah itu makan-makan” tutur Daniel.

“Setelah makan-makan, pengurus gereja mengajak untuk mematikan lampu dan memilih satu atau dua wanita untuk dijadikan pasangan buat berdansa, meminum khamr sampai pada ‘halal’-nya berzina. Kami seperti hewan satu dengan lainnya. Hingga setelah peristiwa mengerikan itu aku mencoba berpikir betapa kami ini kotor dan menjijikan,” lanjut Daniel.

Menyadari dosa besar di acara yang digelar gereja itu, Daniel mulai mencari kebenaran dengan melihat agama lainnya.

“Aku melihat orang yang beribadah di lain tempat, laki-laki sendiri dan perempuan sendiri. Mereka bersuci dan berseragam. Aku melihat mereka beribadah dan beribadah tak pernah menyalahkan satu dengan yang lain,” kata Daniel setelah ia mengamati kaum muslimin melakukan shalat, sebuah aktifitas ritual yang sangat berbeda dari apa yang ia alami di gereja.

Daniel kemudian bertemu dengan jama’ah tabligh yang berdakwah di daerahnya. Beriteraksi dengan mereka, Daniel mulai memahami agama Islam itu seperti apa. Dan dengan izin Allah, Daniel juga bisa belajar Islam lebih banyak setelah pamannya yang masih beragama Kristen menganjurkannya banyak membaca buku Sunnah Nabi dan terjemahan berbentuk bahasa Sohiliah, bahasa yang digunakan di negara Kenya, Tanzania, dan Uganda.
Daniel (kanan) bersama Imam Muhammad (foto Hidayatullah)
foto disamarkan atas permintaan Daniel

“Aku berangkat ke Nairobi, ibukota Kenya, untuk bekerja. Dan hasilnya aku belikan buku hasil masukan dari pamanku. Setelah banyak baca buku, aku masuk pesantren dan masuk Islam lewat pesantren itu. Empat tahun memeluk Islam, tapi shalat sepekan sekali yaitu Jumat saja. Bahkan aku sempat kembali mujrim (pelaku keburukan, Red) lagi karena pekerjaanku dan kerasnya perjuangan di ibukota. Namun, alhamdulillah Allah menyelamatkan aku dari jahiliyah. Cahaya baru datang, panggilan berhijrah ke Sudan,” tuturnya.

Setelah berhijrah ke Sudan itulah Daniel mempelajari Islam lebih dalam. Ia juga menghafal Qur’an. Pemuda yang kini berusia 28 tahun ini memiliki cita-cita hafal Qur’an sebelum umurnya genap 30 tahun.

“Alhamdulillah sekarang sudah punya hafalan sekitar 5 juz. Mohon doanya,” tutupnya penuh semangat. [IK/bersamadakwah. Disarikan dari Hidayatullah]

Temukan Islam Saat Mabuk, Kini Fletcher Kembangkan TV Kabel untuk Dakwah

Mujahid Fletcher (foto OnIslam)
Hidayah Allah sungguh ajaib. Ia bisa datang melalui berbagai cara dan kesempatan yang tak terduga. Jamie Fletcher, misalnya. Pria Kolumbia ini menemukan Islam ketika dirinya pulang dari sebuah klub malam dalam kondisi mabuk.

"Suatu malam saya bersama seorang teman pulang dari klub malam dan mabuk. Sepulang dari sana kami duduk di depan rumahnya sembari menatap botol minuman. Tak diduga, teman saya berkata, 'Aku tak percaya masih melakukan ini'," kata Fletcher mengungkapkan asal mula keislamannya kepada Public Radio International (PRI), Senin (23/12).

Fletcher yang penasaran mencoba bertanya kembali. Ia bertanya apa maksud dari perkataan temannya tadi.

"Aku bertanya padanya apa maksud dari tidak percaya. Lalu temanku bercerita bahwa dirinya tak percaya masih melakukan hal ini (mabuk, red) setelah pulang dari Mekah," lanjutnya.

Mendengar kata Makkah, Fletcher kembali bertanya kepada temannya apa itu Makkah. Dan Ia mendapatkan jawaban bahwa Makkah adalah baitullah, rumah Allah. Temannya yang seorang muslim, juga menjelaskan sedikit tentang Islam.

"Islam adalah agama yang benar dari Allah," mendengar pernyataan ini, Fletcher menyangkal dengan alasan semua orang menganggap agamanya adalah benar. Akan tetapi obrolan singkat itu ternyata membuat Fletcer penasaran tentang Islam. Ia pun kemudian mulai mencari tahu, apa itu Islam yang sebenarnya.

Seperti kebanyakan Latin, Fletcher dibesarkan dalam keluarga Katolik, tapi dia bilang orang tuanya juga mendorong dia untuk menemukan kebenaran sendiri. Dalam usahanya mencari kebenaran, ia belajar agama Kristen, Yahudi, Taoisme dan Buddhisme. Anehnya, dalam pencariannya tersebut, ia mulai meyakini bahwa Islam adalah agama yang benar dari Allah.

Saat itulah, ia memutuskan untuk mulai masuk Islam dan mengganti namanya menjadi Mujahid Fletcher. "Islam membawa rasa yang jelas untuk meminta pengampunan atau pertobatan langsung kepada Tuhan, tanpa perantara, " kata Fletcher.

Tak hanya sebatas puas dalam menemukan kebenaran Islam, Fletcher pun bertekad untuk meneyebarkan Islam di kalangan latinos (masyarakat Amerika Latin) lainnya.

Oleh karena itu, Ia meluncurkan sebuah perusahaan bernama Islam di Spanyol di mana ia mulai melakukan terjemahan dan membuat rekaman audio dari ayat-ayat. Dia dan ayahnya, yang juga masuk Islam, telah tercatat lebih membuat 500 CD dan 200 akses TV kabel yang beriskan hal-hal tentang Islam.

"Tujuan akhir dengan Islam di Spanyol adalah untuk mendidik Latin tentang Islam di seluruh dunia," katanya.

Sekarang, Fletcher juga rutin hadir di Maryam Islamic Center yang terletak di Sugar Land, sebuah pinggiran kota makmur dari Houston. Masjid besar di sana memiliki arsitektur yang sama seperti di Timur Tengah atau Turki di mana bangunannya sangat menarik dan tinggi, pintu masuk melengkung, terdapat pilar dan dua menara.

Fletcher mengatakan Muslim Latino tersebar di kantong-kantong kecil di kota-kota besar seperti Houston. [ROL/Bersamadakwah]

Kisah Nyata, Masuk Islam Gara-gara WC Bocor

ilustrasi rumah tradisional Arab - Abha (foto ROL)
Hidayah bisa datang kapan saja dan melalui berbagai cara. Terkadang seseorang tidak tersentuh dengan dakwah yang berbentuk ceramah, tetapi saat menyadari kemuliaan akhlak sang dai, hatinya pun luluh. Hidayah menyirami jiwanya dan syahadat pun diikrarkannya.

Seperti yang dialami oleh tetangga Sahal bin Abdullah At Tustari. Tetangga yang beragama majusi ini hidup sekian lama di lantai dua, di atas rumah Sahal. Tetapi ia tidak pernah menyadari bahwa WC nya bocor dan menetes di rumah Sahal.

Setiap hari, Sahal meletakkan ember besar untuk menampung kotoran yang menetes dari WC tetangganya ini. Ketika malam tiba, Sahal membuangnya. Ia memilih waktu malam agar orang lain tak melihatnya, agar tetangganya tidak menjadi malu karenanya.

Hingga suatu hari di tahun 283 hijriyah, Sahal jatuh sakit. Kebetulan saat itu orang majusi tersebut bertamu ke rumahnya. Ia pun melihat ada yang menetes dari arah WC nya. Tetesan itu jatuh ke dalam ember besar milik Sahal.

“Apa ini?” tanyanya dengan nada hati-hati.
“Itu kotoran dari WC mu yang bocor. Aku membuangnya kala malam tiba. Hal ini telah kulakukan cukup lama. Hanya saja aku khawatir jika aku telah tiada, orang yang menempati rumah ini tidak dapat menerimanya. Bagaimana menurut pendapatmu?”

Mendengar jawaban Sahal ini, barulah ia menyadari kemuliaan akhlak Sahal. Tak ada tetangga sepertinya yang betah hidup bertahun-tahun bersamanya. Maka ia pun menjawab: “Wahai Syaikh, engkau berinteraksi denganku seperti ini sudah lama sekali. Sedangkan aku hidup dalam kekafiran. Ulurkanlah tanganmu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”

Subhanallah... tetangga Sahal itu akhirnya menjadi saudara seaqidah. Dan tak lama kemudian, Sahal pun berpulang ke rahmatullah. [Sumber: Qashashu Ash Shalihin karya DR Mustafa Murad]

Masuk Islam, Bintang Rugby Dunia Ini Rasakan Banyak Perubahan Positif

Sonny Bill Williams (foto OnIslam.net)
Bintang Rugby Dunia asal Selandia Baru, Sonny Bill Williams, merasakan banyak perubahan positif dalam hidupnya setelah ia masuk Islam. Diantaranya adalah kedamaian yang belum pernah ia alami sebelumnya.

"Apa yang anda dapatkan dari Islam?" tanya seorang reporter BBC kepada Sonny Bill Williams dalam sebuah wawancara.

"Islam memberiku kebahagiaan," jawab Williams, seperti dikutip onIslam, Ahad (27/10).

Williams memeluk Islam pada tahun 2008 setelah menghadiri acara dakwah di sebuah masjid di Sidney. Sejak menjadi mualaf, banyak perubahan positif dalam dirinya. Termasuk berhenti dari alkohol.

“Saya rasa, saya telah menjadi seseorang yang lebih baik. Ketika bermain, saya bermain dengan baik,” tuturnya.

“Saya tidak minum minuman keras dan saya berusaha untuk hidup dengan gaya hidup yang lebih bersih… intinya ini benar-benar membuat saya lebih berbahagia,” tambahnya.

Orang yang mengenal Williams membenarkan perubahan itu.

"Dia memang fantastis. Dia benar-benar baik," kata Kearney memberikan kesaksian tentang William yang menjadi lebih baik setelah bersyahadat.

"Dia memiliki bakat khusus, tetapi dalam lima tahun terakhir, ia terlihat lebih bijak dan lebih dewasa. Dia berbeda." [IK/OI/Ytb/bsb]

19 Pertanyaan Ini Membuat Pendeta dan Jemaatnya Masuk Islam di Gereja

Ilustrasi gereja (foto Antara)
Pagi itu, sang pendeta telah berdiri untuk memberikan khotbah. Namun, melihat ada seorang pemuda yang memiliki tanda khusus hadir di gerejanya, sang pendeta menahan khotbahnya.

“Aku tidak akan memberikan khotbah kepada kalian, karena diantara kalian ada umatnya Muhammad,” kalimat pertama pendeta itu bagaikan petir di siang bolong. Sebagian jemaat gereja melihat kanan dan kiri, siapa orang yang dimaksud pendeta.
“Bagaimana pendeta mengetahuinya?” tanya seorang jema’at.
“Karena umat Muhammad memiliki tanda khusus di jidatnya, yakni bekas sujud”

Sang pemuda yang dimaksud kemudian berdiri hendak pergi. Namun, tantangan sang pendeta membuat langkahnya terhenti. “Wahai orang muslim, aku akan bertanya kepadamu. Jika kamu bisa menjawab pertanyaanku maka aku akan masuk Islam;

Pertanyaan pertama: Siapakah yang satu dan tidak ada duanya?

Pertanyaan kedua: Apa sesuatu yang dua dan tidak ada ketiganya?

Pertanyaan ketiga: Apa sesuatu yang tiga dan tidak ada keempatnya?

Pertanyaan keempat: Apa sesuatu yang empat dan tidak ada kelimanya?

Pertanyaan kelima: Apa sesuatu yang lima dan tidak ada keenamnya?

Pertanyaan keenam: Apa sesuatu yang enam dan tidak ada ketujuhnya?

Pertanyaan ketujuh: Apa sesuatu yang tujuh dan tidak ada kedelapannya?

Pertanyaan kedelapan: Apa sesuatu yang delapan dan tidak ada kesembilannya?

Pertanyaan kesembilan: Apa sesuatu yang sembilan dan tidak ada kesepuluhnya?

Pertanyaan kesepuluh: Apa sesuatu yang sepuluh dan tidak ada kesebelasnya?

Pertanyaan kesebelas: Apa sesuatu yang sebelas dan tidak ada kedua belasnya?

Pertanyaan kedua belas: Apa sesuatu yang dua belas dan tidak ada ketiga belasnya?

Pertanyaan ketiga belas: Apa sesuatu yang tiga belas dan tidak ada keempat belasnya?

Pertanyaan keempat belas: Siapakah makhluk yang diciptakan Allah, tetapi Allah mencelanya?

Pertanyaan kelima belas: Siapakah makhluk yang diciptakan Allah, tetapi Allah menganggapnya besar?

Pertanyaan keenam belas: Apa sesuatu yang bisa bernafas padahal tidak memiliki ruh?

Pertanyaan ketujuh belas: Siapakah orang yang dapat berjalan di dalam kuburnya?

Pertanyaan kedelapan belas: Pohon apakah yang terdiri dari 12 dahan, setiap dahannya terdiri dari 30 daun, dan setiap daunnya terdiri dari lima buah?

Pertanyaan kesembilan belas: Apa kunci surga?”

Pemuda yang di malam harinya bermimpi didatangi seseorang yang menyuruhnya pergi ke gereja untuk membela Nabi itu kemudian menjawab pertanyaan sang pendeta.

“Jawaban pertanyaan pertama: Dzat yang satu dan tidak ada duanya adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jwaban pertanyaan kedua: sesuatu yang dua dan tidak ada ketiganya adalah siang dan malam, sebagaimana firman Allah ‘Kami menjadikan siang dan malam sebagai dua tanda’ (QS. Al Isra’ : 12)

Jawaban pertanyaan ketiga: sesuatu yang tiga dan tidak ada keempatnya adalah pertanyaan Nabi Musa kepada tukang sayur.

Jawaban pertanyaan keempat: sesuatu yang empat dan tidak ada kelimanya adalah kitab samawi. Yakni Zabur, Taurat, Injil dan Al Qur’an.

Jawaban pertanyaan kelima: sesuatu yang lima dan tidak ada keenamnya adalah shalat lima waktu.

Jawaban pertanyaan keenam: sesuatu yang enam dan tidak ada ketujuhnya adalah masa Allah menciptakan langit dan bumi. Sebagaimana firmanNya: ‘Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam enam masa, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan’ (QS. Qaf : 38)”

Tiba-tiba sang pendeta menyela, “Mengapa Tuhanmu berkata ‘dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan’?”

“Karena orang Yahudi berkeyanikan bahwa Allah menciptakan langit, bumi dan isinya selama enam hari. Kemudian Allah kelelahan dan beristirahat di hari yang ketujuh. Oleh karena itu Allah berfirman ‘dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan’

Jawaban pertanyaan ketujuh: sesuatu yang tujuh dan tidak ada kedelapannya adalah langit. ‘Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah menciptakan tujuh langit yang bertingkat-tingkat? (QS. Nuh : 15)

Jawaban pertanyaan kedelapan: sesuatu yang delapan dan tidak ada kesembilannya adalah mereka yang memikul arsy. Sebagaimana firman Allah, ‘Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit, dan pada hari itu delapan malaikat menjunjung Arsy Tuhanmu di atas kepala mereka’ (QS. Al Haqqah : 17)

Jawaban pertanyaan kesembilan: sesuatu yang sembilan dan tidak ada kesepuluhnya adalah mukjizat Nabi Musa. Sebagaimana firman Allah ’Dan sesungguhnya Kami telah memberikan sembilan mukjizat yang nyata kepada Musa’ (QS. Al Isra’ : 101)

Jawaban pertanyaan kesepuluh: sesuatu yang sepuluh dan tidak ada kesebelasnya adalah pahala orang yang melakukan kebaikan. Dia akan mendapatkan sepuluh kebaikan.

Jawaban kesebelas: sesuatu yang sebelas dan tidak ada kedua belasnya adalah saudara-saudara Nabi Musa.

Jawaban pertanyaan kedua belas: sesuatu yang dua belas dan tidak ada ketiga belasnya adalah terpecahnya batu.

Jawaban pertanyaan ketiga belas: sesuatu yang tiga belas dan tidak ada keempat belasnya adalah saudara-saudara Nabi Yusuf dan kedua orang tuanya.

Jawaban pertanyaan keempat belas: makhluk yang diciptakan Allah, tetapi Allah mencelanya adalah suara keledai. ’Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai’ (QS. Luqman : 19)

Jawaban pertanyaan kelima belas: makhluk yang diciptakan Allah, tetapi Allah menyebutnya besar adalah tipu daya wanita. ‘Sesungguhnya tipu daya kamu adalah besar’ (QS. Yusuf : 28)

Jawaban pertanyaan keenam belas: sesuatu yang bisa bernafas padahal tidak memiliki ruh adalah waktu Subuh. ’Dan demi Subuh apabila fajarnya mulai bernafas’ (QS. At Takwir : 18)

Jawaban pertanyaan ketujuh belas: orang yang dapat berjalan di dalam kuburnya adalah Nabi Yunus ketika berada di dalam perut ikan.

Jawaban pertanyaan kedelapan belas: Pohon yang terdiri dari 12 dahan, setiap dahannya terdiri dari 30 daun, dan setiap daunnya terdiri dari lima buah adalah tahun. Setahun ada 12 bulan. Sebulan ada 30 hari. Sehari ada lima waktu shalat.

Jawaban pertanyaan kesembilan belas: kunci surga adalah Laa ilaaha illallah, Muhammad rasulullah.

Mendengar jawaban ini, sang pendeta kemudian masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat. Kemudian para jemaatnya juga masuk Islam di hari itu juga, di gereja yang sama. Dan nama pemuda yang menjadi perantara keislaman mereka adalah Abu Yazid Bastami. [Sumber: Qashashush Shaalihiin, karya Guru Besar Universitas Al Azhar Dr Mustafa Murad]

Dr Mustafa Murad -Guru besar universitas Al Azhar- menyatakan bahwa kisah-kisah dalam bukunya Qashashush Shaalihiin adalah kisah nyata. Kisah pendeta masuk Islam ini terjadi pada abad ketiga hijriyah.

Abu Yazid Al Bastami yang dimaksud dalam kisah ini lahir pada 188 H dan wafat pada 261 H. Abu Yazid lahir di Bustam, bagian timur laut Persia, sehingga disebut Al Bustami atau Al Bastami. Beliaulah tokoh sufi yang terkenal dengan nasehatnya: "Jika kalian melihat seseorang sanggup melakukan pekerjaan-pekerjaan ajaib, walaupun ia sanggup terbang ke udara, maka janganlah kalian tertipu sebelum melihat bagaimana ia mengikuti Nabi dan menjaga batas-batas syari`at".

“Kisah Hidayah” Dubes Paraguay Hingga Masuk Islam

Dubes Paraguay masuk Islam (foto Rol)
"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (QS. Al Qashash: 56)

Begitulah, ketika Allah memberikan hidayah kepada seseorang, tak ada yang bisa menghalang-halanginya. Dan datangnya hidayah Allah dapat melalui berbagai cara. Seperti yang dialami duta besar Paraguay, Cecar Estebon Grillion, misalnya.

Cecar tak pernah menyangka, ketertarikannya terhadap Islam muncul begitu saja. Pada awalnya ia hanya berpikir, kalau memang Tuhan itu ada, mengapa nama Tuhan berbeda-beda?

Berangkat dari pertanyaan itu Cecar mulai belajar. Ia mendapati bahwa sesunggunya ada kesamaan nama-nama Tuhan dari agama yang diturunkan dari keluarga Ibrahim.

"Di Yahudi Tuhan disebut Elohim, di Kristen disebut Alah dan di Islam disebut Allah," kata Cecar.

Cecar percaya bahwa Tuhan itu maha esa dan kuasa. Dan belakangan, Cecar benar-benar memahami hanya Islam yang secara tegas mendeklarasikan bahwa Allah itu satu dan tidak ada tandingan atau keturunan yang dapat menandinginya. Di sinilah awal ketertarikan Cecar terhadap Islam.

Cecar pun kemudian mempelajari Islam lebih dalam. Dan semakin jauh ia mempelajari Islam, semakin mantaplah hatinya dengan kebenaran agama ini. Hingga tibalah hari ini, Jum’at, 21 Dzulqa’dah 1434 H bertepatan 27 September 2013 M. Cecar mengikrarkan syahadat di Masjid Istiqlal disaksikan ribuan jama’ah.

Cecar yakin, apa yang ia alami sudah diatur oleh Allah. Ia pun berjanji ikrar syahadatnya bukan hanya sekedar perayaan. Tapi benar-benar akan menjadi seorang Muslim yang baik dan menjalankan syari’ah dengan benar.

“Tidak dapat saya gambarkan betapa dasyatnya proses yang saya alami sebelum mengambil keputusan penting dalam hidup saya untuk menjadi mu’allaf” ujarnya seperti dikutip situs resmi Kemenag. [IK/Kmng/Rol/bsb]

Dapat Hidayah, Model Terkenal Carley Watts Masuk Islam dan Berhijab

Carley Watts
Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya, tanpa seorangpun bisa mencegahnya. Itulah yang dialami oleh seorang model terkenal, Carley Watts.

Bukan model biasa, Carley merupakan model seksi pakaian dalam wanita yang cukup terkenal di Inggris. Setelah mengetahui betapa Islam memuliakan perempuan, ia pun tersadar dan kembali kepada fitrahnya. Carley akhirnya masuk Islam dan menutup tubuh indahnya dengan hijab.

"Di dalam Islam, perempuan diperlakukan dengan hormat. Muslimah juga menghargai diri dan tubuh mereka," ujar Carley mantap.

Di Tunisia Kisah Hidayah Dimulai
Kisah hidayah Carley dimulai dari Tunisa. Suatu hari ia berlibur ke negeri yang kini dipimpin oleh Partai an Nahdlah itu. Saat jalan-jalan di pantai, tak sengaja Carley bertemu dengan seorang penjaga pantai bernama Muhammad Shalah.

"Aku memberanikan diri menanyakan namanya. Bahasa Inggrisnya tidak baik, kami pun berbicara dalam bahasa Prancis. Namun hanya sedikit bahasa Prancis yang saya ingat saat sekolah," ujar model berusia 24 tahun itu, seperti dikutip The Sun.

Carley pun kemudian mengenal agama Islam yang dianut oleh Shalah. Rupanya Shalih menjadi perantara Carley menemukan hidayah.

Wanita itu pun kemudian tertarik pada risalah yang dibawa Rasulullah. "Muhammad telah membuatku benar-benar melihat hidupku. Aku merasa tenang dan bahagia," terang Carley.

Dengan bantuan Shalah, Carley mempelajari agama Islam. Ia kemudian menemukan betapa Islam memuliakan wanita. Carley yang selama ini mengumbar keindahan tubuhnya pun merasakan penyesalan yang sangat. Makin mempelajari syariat Islam kepada para wanita, Carley makin membulatkan tekad untuk mengakhiri pekerjaannya.

Carley merasa selama ini hidupnya begitu liar. Apalagi gaya hidup pemuda-pemudi Inggris seperti minum alkohol dan pergi ke klub malam juga sangat dekat dengan kehidupannya.

"Aku tak ingin lagi hidup liar, tak mau lagi mempertontonkan auratku juga tak akan pergi lagi ke klub malam lagi," tuturnya.

Merengkuh hidayah, Carley pun sepenuh keyakinan mengucapkan syahadat. Ia masuk Islam dan menutup lembaran hitam sejarah hidupnya.

Ditentang Keluarga dan Fas
Keputusan Carley masuk Islam ternyata tidak mudah. Ia ditentang oleh keluarga dan fans-nya.

"Mereka tak dapat menerima aku masuk Islam dan mengenakan jilbab. Mereka menganggap aku telah mengakhiri hidupku dengan keputusan itu," ujarnya.

Kendati demikian, Carley tak goyah. Ia tetap memutuskan untuk menjadi muslimah. Ia pun bersyukur Shalah yang telah melamarnya selalu mendukungnya.

"Dia mencintaiku dan memintaku untuk menjadi istrinya. Kami sudah membulatkan itu (rencana pernikahan). Ia menerimaku apa adanya, ia tak pernah mencoba mengubahku," ujarnya.

Bertekad untuk Berhijab
Tidak hanya meninggalkan profesinya sebagai model, Carley juga meninggalkan Inggris. Ia memilih pindah ke Tunisia dan membangun keluarga bersama Shalah.

'Hijrah'nya ke Tunisia, di samping sebagai usaha seriusnya meninggalkan profesinya sebagai model, juga untuk mewujudkan tekadnya menutup aurat. Ia ingin berhijab dengan lebih baik setelah keislamannya, sembari bertaubat atas masa lalunya yang mengumbar keindahan tubuh di depan banyak mata. [AM/TS/Rol]

Asalnya Benci Islam, Kini Suhail Kapoor Jadi Ulama’

Nama kecilnya Manu. Manu Kapoor. Ia dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan Hindu. Semula, ia membenci Islam dan Muslim. Namun, ketidakpuasannya terhadap agama yang ia peluk membuatnya mencari kebenaran.

Sungguh ajaib hidayah Allah. Dalam pencariannya, Manu mendapati bahwa agama yang benar adalah agama yang dulunya ia benci. Agama itu tidak lain adalah Islam. Diantara ajaran Islam yang paling berkesan bagi Manu adalah keadilan dan kasih sayang.

"Seorang Muslim yang benar ia akan berlaku adil terhadap siapapun dan tidak pernah menyakiti siapapun," kata Manu yang kemudian berganti nama menjadi Suhail, ketika berkunjung ke Jeddah, seperti dikutip arabnews, Jumat (30/8).

Sekian tahun memeluk Islam, juga berarti sekian tahun Suhail Kapoor berdakwah. Kesungguhan Suhail dalam memperdalam Islam, mengantarkannya menjadi seorang ulama yang disegani di Kanada. Ia pun berpesan agar umat Islam bersungguh-sungguh mengemban tanggung jawabnya. Jika umat Islam menunaikan kewajibannya, maka Allah akan memberikan pertolongan kepada umat terbaik ini. Sebaliknya, jika saat ini umat Islam mengalami kesulitan, itu karena diri mereka sendiri. Ada yang dilupakan umat Islam. Ini yang menyebabkan kurang sempurnanya iman seorang Muslim.

"Ada masanya ketika Muslim Cina menjadi contoh. Negara dengan 80 juta Muslim," ujar Suhail.

Muslim Cina, seperti negara lainnya mengalami kemajuan pesat ketika kemakmuran mulai merata. Namun, kemakmuran duniawi bukanlah tujuan akhirnya.

Tak terasa sudah 13 tahun Suhail berdakwah. Jika dulu ia pernah menjadi non-Muslim yang membenci Islam, kini ia aktif berdakwah di kalangan non-Muslim. Selain berdialog dengan mereka, Suhail juga dengan senang hati memberikan mushaf Al Qur’an kepada mereka. Dengan harapan, mereka bisa mempelajari Islam lebih jauh dan kemudian mendapatkan hidayah seperti dirinya. [IK/Rpb]

Takjub pada Al-Qur'an, Wanita Jerman Ini Masuk Islam

Setelah masuk Islam, ia memiliki nama Aminah Amatullah. Aminah, berasal dari keluarga Protestan. Sebenarnya gadis yang tinggal di Hannover, Jerman, ini tidak merasa terlalu religius. Tetapi ia seperti menyadari ada yang salah dengan keyakinan yang dianut keluarga dan masyarakat umumnya. Dalam berdoa misalnya, Aminah tak mau berdoa kepada Yesus. Dan ia juga meyakini, berdoa bisa dilakukan di mana saja. Karenanya ia tidak merasa perlu datang ke gereja.

"Aku ketika berdoa ditujukan kepada Allah bukan Yesus. Aku juga tidak pernah ke gereja, karena itu tidak perlu," kenang Aminah seperti dikutip onislam.net, Selasa (18/6) lalu.

Memasuki usia 22 tahun, Aminah menikah dengan seorang Katholik. Dari pernikahannya, Aminah memiliki tiga anak. Ia mengajarkan kepada anak-anaknya tentang apa yang diyakininya, bahwa Allah dekat dengan mereka, Allah melindungi keluarganya.

Aminah begitu bahagia dengan keluarga kecilnya. Sayang, kebahagiaan itu perlahan sirna. Sekitar tahun 1998, Aminah memutuskan pindah ke Wernigerode, kota kecil di Timur Jerman. Di sana, ia berharap bisa menyelamatkan pernikahannya. Ia juga mulai kembali bekerja. Di tempatnya bekerja, Aminah bertemu seorang Muslim. Saat itu, Aminah tidak tahu banyak soal Islam dan Muslim. Hari demi hari berjalan, dan setelah berlalu setahun, Aminah mulai menerima perilaku Muslim dan itu membuatnya merasa lebih kuat. Meskipun, saat itu pernikahannya terancam bubar.

Aminah mulai tersentuh hidayah saat dirinya mengunjungi laman pribadi seorang pria Muslim yang dikenalnya melalui internet. Di sana ada link Al Qur’an dan asmaul husna.

Mulai membaca Al Qur’an, Aminah langsung takjub. Kekagumannya terhadap Al Qur’an menjadikan Aminah terus berusaha mendalami ajaran Islam. Saat berpindah ke Macedonia, beberapa pekan berikutnya, niat mendalami Islam itu terlaksana.

Hingga suatu hari... dorongan untuk menjadi Muslim tak terbendung.

"Satu malam, saya bermimpi menemukan kucing kesayangan anak-anak mati. Mimpi itu seolah mengingatkanku untuk segera mengambil keputusan, sebelum Allah Subhanahu wa Ta’ala kembali memanggilku," kenangnya.

Aminah sudah mantap untuk masuk Islam. Tetapi, ia merasa bingung karena sulit menemukan komunitas Muslim di Macedonia. Ia pun kembali ke Jerman. Di sana ia menyambangi Braunschweig, kota kecil di Barat Jerman. Setibanya, ia menyambangi masjid, untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Momen itu mendapat simpati umat Islam di daerah itu.

Selesai bersyahadat, Aminah berencana memberitahu keluarga dan kerabatnya. Ketika diberitahu, keluarganya sangat terkejut. Tidak ada lagi yang ingin berbicara padanya. Aminah merasa sedih dengan hal tersebut.

"Tapi aku tidak mungkin meninggalkan iman hanya karena keluarga dan teman-teman saya," kata dia.

Tak lama, Aminah mulai mengenakan jilbab. Gaya berbusana yang serba terbuka perlahan diganti dengan gaya santun dan sopan. Ketika memakai jilbab, Aminah merasakan kenikmatan yang tak bisa diungkap.

"Memang masyarakat Jerman belum sepenuhnya menerima jilbab. Tapi aku tidak menyesali putusan ini," kenangnya seperti dikutip Republika dari on Islam.

"Tidak menjadi Muslim yang sempurna, tapi aku bersyukur pada Allah atas anugerahnya ini. Semoga Allah memberikan balasan kepada mereka yang membantu saya kembali pada Islam," ucapnya. [IK/Rpb]
 

suara islam Powered by Blogger