Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Caleg-Caleg PKS Bersaing 'Sengit', Mengapa?

Banner Caleg PKS
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berubah. Setidaknya itu terjadi di sejumlah daerah dengan membandingkan kondisi menjelang pemilu 2009 dan pemilu 2014. Jika pada Pemilu 2009 terlihat banyak foto caleg PKS bersama dalam sebuah banner, kini hal semacam itu tidak tampak lagi. Pun dengan aktifitas di lapangan. Jika pada pemilu 2009 kerap dijumpai baksos bersama yang dihadiri seluruh caleg sedapil, kini lebih mudah dijumpai baksos dan aktifitas kampanye masing-masing caleg.

Apakah hal ini menunjukkan kebersamaan di PKS telah hilang? Ketua DPD PKS Gresik Adi Wisnugraha mengungkapkan bahwa kebersamaan PKS tetap kokoh. Kompetisi antar caleg sengaja didorong untuk mendongkrak kinerja partai Islam ini.

"Fastabiqul khairat. Ini landasannya. Jadi kita mendorong seluruh caleg untuk berkompetisi dalam memenangkan dukungan masyarakat. Jika suara setiap caleg meningkat, maka suara akumulasi partai juga meningkat," kata Adi yang juga menjadi caleg nomor 1 di dapil 7 untuk DPRD Gresik ini, Senin (13/1).

Lebih jauh Adi mengungkapkan bahwa di PKS tidak masalah siapapun yang jadi aleg, yang penting setiap caleg dan kader telah berjuang optimal.

"Kami memandang politik ini adalah alat untuk mensejahterakan rakyat, untuk mengegolkan kepentingan rakyat. Sehingga jika caleg ikhlas berjuang, insya Allah ini menjadi amal shalih. Dan pada amal shalih ada kaidah itu tadi, fastabiqul khairat," tambahnya.

Penggagas Gerakan Rumahku Surgaku ini juga menuturkan bahwa di balik masifnya aksi-aksi caleg yang tampak "bersaing sengit," mereka tetap berkoordinasi secara rutin bersama struktur terkait.

"Diantaranya, struktur memfasilitasinya melalui LT3Besar," pungkasnya.

Hal senada disampaikan oleh caleg DPR RI Dapil X (Gresik – Lamongan) Fahmi Alaydrus. Dalam launching Gerakan Amal Shalih Politik, 15 Desember lalu, ulama yang sering diundang ceramah di luar negeri ini mengatakan bahwa dirinya senang jika ada kader lain yang mau menggantikan dirinya menjadi aleg jika terpilih pada Pemilu 9 April nanti.

Caleg nomor 1 DPRD Gresik dari dapil 4 Kusno Hadi juga mengamini hal itu. Ia mengatakan, tidak masalah bagi PKS siapapun yang jadi. [Jj/Bersamadakwah]

Pernikahan Islami Oki Setiana Dewi - Ory Vitrio Bikin Artis Terharu

Oki Setiana Dewi dan Rio - Pernikahan Islami (foto Okezone)
Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio resmi menjadi pasangan suami istri, Ahad (12/1). Sejumlah artis yang hadir mengaku terharu dengan pernikahan bernuansa islami yang berlangsung di Menara 165, Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan itu.

“Sakralnya terasa, saya terharu, nuansa Islamnya dapat banget. Ritual dari awal sampai selesai, baca Asmaul Husna-nya juga. Mempelai pria dan wanita juga dipisah, tata caranya bagus, menginspirasi juga,” ungkap Soraya Larasati yang hadir bersama sang suami Doni Almadi, seperti dikutip Okezone.

Proses ijab qabul berjalan lancar dan khidmat. Sebagai mahar, Rio memberikan emas seberat 12 gram, uang tunai satu juta rupiah, dan 10 dinar.

“Saya terima nikah dan kawinnya Oki Setiana Dewi binti Sunarto dengan mas kawin tersebut secara tunai,” ucap Rio saat ijab qabul.

Setelah prosesi akad nikah, barulah Oki dan Rio berfoto bersama. Seperti diketahui, kedua pasangan ini tidak mau melakukan foto pre wedding, karena mereka meyakini belum boleh bersentuhan sebelum sah menjadi suami istri. [IK/bersamadakwah]

Ramalan Rabi Yahudi 'Datangnya Nabi Isa Setelah Matinya Ariel Sharon' Jadi Guyonan

Ariel Sharon Dead - karikatur Latuff
Selama dua pekan ini, ramalan seorang Rabi Yahudi tentang datangnya Nabi Isa tersebar luas di berbagai situs berita. Di negara-negara Islam, ramalan Yitzchak Kaduri yang menyebutkan bahwa Nabi Isa baru akan datang setelah Sharon meninggal itu justru menjadi bahan 'guyonan'.

Hal ini tampak dalam sejumlah komentar di media-media Islam. Pembaca media Islam yang cerdas dengan pemahaman Islam umumnya menyikapi berita yang mendatangkan banyak traffic itu dalam dua hal.

Pertama, mereka menyatakan tidak akan pernah mempercayai ramalan, terlebih ramalan yang datangnya dari pemuka agama Yahudi.

"Agamanya rusak saja dia tidak tahu, apalagi meramal kapan datangnya Nabi Isa," kata salah seorang pembaca.

Meskipun ada kemungkinan ramalan tertentu bertepatan dengan fakta yang akhirnya terjadi, mereka meyakini bahwa itu hanya kebetulan. Bukan terjadi karena ramalan.

Kedua, berangkat dari isi ramalan bahwa Nabi Isa akan datang setelah matinya Ariel Sharon sang penjagal rakyat Palestina, mereka menjadikan ramalan itu sebagai 'guyonan'.

"'Messiah datang setelah kematian Ariel Sharon' ya nggak salah kok ramalan tersebut, 'setelah' bukan berarti dalam waktu dekat, bisa saja 1000 tahun setelah kematian si kufur Sharon itu..." kata Indra di situs EraMuslim.

Pekan lalu, sejumlah situs di Indonesia juga memberitakan ramalan Rabbi Yitzchak Kaduri yang meninggal dunia pada Februari 2006 lalu. Sebelum meninggal, Kaduri dilaporkan menulis nama Messiah pada catatan kecil. Dia pun meminta catatan itu tetap tertutup selama satu tahun setelah kematiannya. Catatan itu mengungkapkan nama Messiah sebagai ”Yehoshua” atau “Yeshua” dalam bahasa Ibrani yang dikenal sebagai Yesus atau Nabi Isa bagi Umat Islam. Ia juga menyebutkan bahwa Sang Messiah atau al Masih baru akan datang setelah Ariel Sharon meninggal.

Namun, catatan tersebut disebut palsu oleh anaknya, Rabbi David Kaduri. ”Ini bukan tulisan ayah saya,” katanya kepada Israel Today.

Ariel Sharon sendiri akhirnya menemui ajal, Sabtu (11/1), setelah delapan tahun koma dan mengalami pendarahan otak. Sejumlah penyakit diderita oleh tokoh zionis yang gemar membunuh warga Palestina itu, mulai dari stroket, jantung, hingga gagal ginjal. [IK/bersamadakwah]

Akhirnya Ariel Sharon Mati Setelah 8 Tahun Koma dan Pendarahan Otak

Ariel Sharon - ilustrasi
Mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon akhirnya menghembuskan nafas terakhir, Sabtu (11/1), setelah delapan tahun hidup dalam penderitaan. Sharon, yang semasa berkuasa hobi membantai warga Palestina, mengalami koma sejak 2006. Berbagai penyakit bersarang di tubuh tokoh zionis itu mulai stroke, sakit jantung, hingga pendarahan otak. Terakhir, gagal ginjal disebut sebagai penyebab kematiannya.

Banyak pihak menilai, penderitaan panjang Sharon di akhir hayatnya adalah azab dunia karena ia telah menjagal rakyat Palestina, terutama di Shabra dan Shatilla.

Dokter di rumah sakit yang merawat Sharon mengatakan bahwa tidak ada orang yang mengalami sekarat lebih lama dari Sharon. Sejak 1 Januari, keluarga Sharon telah menungguinya di rumah sakit menyusul kondisi kritis yang dialaminya. Dokter mengatakan sewaktu-waktu Sharon bisa meninggal, tetapi rupanya ia baru menghembuskan nafas terakhirnya setelah 11 hari mengalami sakaratul maut.

Sementara itu, rakyat Palestina menyambut gembira berita kematian Sharon. Di Gaza, warga membagikan permen sebagai ungkapan syukur atas kematian sang penjagal rakyat Palestina itu. [IK/Bersamadakwah]

Sejak 2006 Ariel Sharon Masih Koma, Azab Terpanjang di Dunia?

Ariel Sharon - ilustrasi
Mantan perdana menteri Zionis Ariel Sharon dalam kondisi sangat kritis, Jumat pagi (10/1), setelah sehari sebelumnya pihak rumah sakit mengumumkan kondisi medisnya turun drastis. Sejak 2006 lalu, Sharon terus mengalami koma hingga organ-organ penting dalam tubuhnya sudah mengalami gagal fungsi, termasuk ginjal dan paru-parunya.

Seperti dilansir Hidayatullah, Jum’at (10/1), pihak rumah sakit menurunkan status pria berusia 85 tahun itu menjadi sangat kritis pada hari Kamis kemarin. Para pejabat rumah sakit mengatakan Sharon sewaktu-waktu bisa mati.

Para dokter yang melihat begitu lamanya ‘penderitaan’ penjagal rakyat Palestina di Shabra dan Shatilla itu sampai mengatakan bahwa tidak ada orang yang sekarat lebih lama darinya.

Anggota keluarga Sharon sudah berkumpul di rumah sakit agar bisa berada di sampingnya ketika ajal menjemput. Putra Sharon, Gilad dan Omri, sudah berada di sana sejak kondisi ayahnya memburuk pada 1 Januari lalu. [AM/Bersamadakwah]

Taliban Tembak Jatuh Helikopter Blackhawk, 6 Tentara AS Tewas

Berita tentara AS tewas pada 17 Desember 2013
Otoritas Amerika Serikat (AS) mengakui helikopternya jatuh karena ditembak pejuang Taliban. Enam tentara AS yang berada di dalam Blackhawk itu pun tewas.

Sebuah Helikopter Blackhawk jatuh di provinsi Zabul, Afghanistan Selatan, 17 Desember lalu. Beberapa jam setelah jatuhnya helikopter militer itu, para pejabat AS mengatakan bahwa penyebabnya adalah kegagalan mesin. Namun, kini pihak militer AS mengakui bahwa penyebab sebenarnya adalah serangan Taliban.

"Keluarga para tentara yang tewas dalam insiden 17 Desember telah diberitahu bahwa aksi Taliban menyebabkan jatuhnya helikopter mereka," kata ISAF/NATO dalam penyatannya seperti dikutip AFP, Jum'at (10/1).

"Penyelidikan masih berlangsung dan rincian lainnya akan disampaikan setelah penyelidikan tuntas," tambahnya. [AM/Bersamadakwah]

Klub Bola Ini Tampilkan Peta Palestina, Yahudi Marah-Marah

Peta Palestina di Jersey Klub Bola Cile (foto ROL)
Sebuah klub sepak bola di Cile memicu kemarahan banyak orang Yahudi di negara itu. Pasalnya, klub sepak bola yang kini bermain di Liga Divisi Primera Cile itu terang-terangan memampang peta Palestina di jersey mereka.

Peta Palestina yang tercetak besar di punggung kaos bola klub ini adalah peta Palestina keseluruhan sebelum dijajah oleh Zionis. Seluruh wilayah termasuk Gaza, Tepi Barat dan wilayah yang kini dianggap sebagai negara Israel ditampilkan sesuai aslinya sebagai satu kesatuan wilayah Palestina pada 1946.

Orang-orang Yahudi pun menyerukan Deportivo Palestino, nama lembaga pendiri klub, untuk menghapus peta tersebut. Komunitas Yahudi juga menekan asosiasi sepakbola nasional untuk menghukum mereka.

Di sisi lain, seperti dilansir RoL, Jum'at (10/1), Federacion Palestina de Chile (sebuah organisasi yang mewakili 400 ribu orang Palestina yang menetap di Cile—Red) menepis kritik yang disampaikan komunitas Yahudi tersebut.

“Kami menolak kemunafikan mereka (orang-orang Yahudi) yang menyalahkan peta ini, tanpa membicarakan bagaimana bangsa mereka menduduki wilayah yang menjadi sumber sengketa,” demikian pernyataan organisasi itu, seperti dilansir dari World Bulletin, Jumat (10/1). [AM/ROL/Bersamadakwah]
Perkembangan wilayah Palestina setelah dijajah Zionis Israel

IMM Bentuk Tim Khusus untuk Gagalkan Rencana Gila Ahok

IMM
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menyebut usulan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengenai pembangunan lokalisasi prostitusi sebagai "rencana gila." IMM juga telah membentuk Tim Khusus untuk menggagalkan rencana gila tersebut. Hal itu ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal DPP IMM Fahman Habibi.

"Ikatan mahasiswa Muhammadiyah Juga sudah membentuk Tim khusus untuk menggagalkan rencana gila Ahok yang akan membangun lokalisasi di DKI Jakarta dengan alasan apapun dan kami akan menggalang kekuatan dari berbagai kalangan untuk melakukan Aksi besar besaran sebagai perlawanan terhadap penyakit masyarakat tersebut," kata Fahman dalam pernyatannya yang dirilis Dakwatuna, Kamis (9/1).

Fahman merasa perlu menyikapi informasi yang beredar bahwa Polda Metro Jaya menolak tiga orang perwakilan IMM yang hendak melaporkan Ahok. Menurutnya, ketiga perwakilan IMM tersebut datang ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya pada hari Senin kemarin untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan untuk sekedar diskusi dengan pihak Polda.

"Ketiga kader kami itu sudah menyampaikan hasilnya kepada kami," ujarnya.

Namun untuk menjaga keamanan ketiga kader IMM itu, sengaja namanya tidak dimunculkan ke Publik.

Fahman menambahkan, jika tidak ada i’tikad baik dari Ahok selaku pejabat publik untuk mencabut ucapannya terkait rencana pembangunan kokalisasi di DKI Jakarta atau melakukan klarifikasi dan minta maaf di media massa atas ucapannya yang menyinggung warga Muhammadiyah, secara resmi IMM akan melaporkan Ahok ke Polda Metro Jaya setelah data pendukungnya lengkap. [AM/Bersamadakwah]

Perwira Ini Membunuh Jenderal As Sisi?

Ahmad Khouli (foto elshaab)
Gerakan “Mahasiswa Al-Azhar Anti-Kudeta” mempublikasikan sebuah foto yang disebutkan sebagai perwira yang berhasil membunuh pemimpin kudeta militer Mesir, Jenderal Abdel Fatah As-Sisi.

Ahmad Khouli, nama perwira ini, berasal dari daerah Helwan. Seperti dikutip situs Islam Dakwatuna.com, Rabu (8/1), Khouli melesatkan dua peluru di kepala As-Sisi yang langsung membuatnya tewas di tempat.

Akun facebook Gerakan “Mahasiswa Al-Azhar Anti-Kudeta” menyatakan bahwa saat ini Khouli masih hidup. Sedangkan kematian As-Sisi sengaja tidak diumumkan karena sedang dirancang sebuah skenario yang menjadikan Ikhwanul Muslimin sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kematiannya.

Menurutnya, ketika Ikhwanul Muslimin bisa dituduh sebagai pembunuh As Sisi, saat itulah Shidqi Shubhi mengumumkan penerapan hukum darurat militer untuk menjatuhkan hukuman mati kepada semua pimpinan Ikhwanul Muslimin. [AM/Dakwatuna/Bersamadakwah]

DPR RI: Mendikbud Harus Tindak Tegas Sekolah yang Larang Jilbab

Gedung SMAN 2 Denpasar (foto sman2-denpasar.sch.id)
Mencuatnya kasus larangan jilbab di SMAN 2 Denpasar dan sejumlah sekolah lain di Provinsi Bali menuai protes dari banyak pihak, termasuk anggota DPR RI.

Surahman Hidayat anggota Komisi X DPR RI yang membidangi Pendidikan, Olah raga dan Pariwisata, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (8/1) menyesalkan kejadian tersebut.

“Sangat disesali peristiwa pelarangan jilbab di Sekolah tersebut, padahal sudah sangat jelas aturan tentang bolehnya pemakaian jilbab bagi siswi muslimah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Surahman menjelaskan, bentuk pelarangan ini jelas melanggar hak asasi manusia, melanggar UUD 1945, tentang kebebasan menjalankan agama, di samping itu peraturan sekolah tidak bisa lebih tinggi dari peraturan di atasnya, yaitu Peraturan Dikdasmen Nomor 100/C/Kep/1991, yang sangat jelas mengatur pedoman Pakaian Seragam Sekolah yang menyebutkan, siswi putri mengenakan blus biasa berlengan panjang, rok panjang sebagai bawahan dan jilbab.

“Alasan pihak Sekolah melarang pemakaian jilbab, karena tidak sesuai peraturan di sekolah tidak bisa diterima, ini bentuk pelecehan terhadap peraturan Kemdikbud," tegasnya.

Karena itu Surahman meminta kepada Mendikbud M.Nuh untuk segera menindak tegas setiap Sekolah Negeri yang melarang pemakaian jilbab bagi siswinya. "Agar jangan lagi ada pelarangan jilbab di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia," tegas aleg dari Fraksi PKS ini.

Hal senada disampaikan Ahmad Zainuddin, Anggota Komisi X DPR RI yang juga berasal dari fraksi PKS.

"Kalau pun sekolah boleh membuat aturan sendiri, aturan tersebut tidak boleh bertentangan dengan undang-undang dasar atau peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi," kata Zainuddin. [IK/Bersamadakwah]

Ada Larangan Jilbab di 4 Kabupaten/Kota di Bali

SMPN 1 SIngaraja (ilustrasi)
Kasus pelarangan jilbab di sekolah di Provinsi Bali rupanya tidak hanya terjadi di Denpasar. Ketua Tim Advokasi Jilbab Hilmi mengatakan kasus lain juga ditemukan di Kabupaten Buleleng, Badung dan Singaraja.

“Tim Advokasi bukan hanya menangani kasus Anita, tapi beberapa kasus juga yang terjadi di luar Denpasar seperti Buleleng, Badung dan Singaraja. Kasus di daerah-daerah tersebut sama yang terjadi pada Anita,” kata Hilmi kepada hidayatullah.com, Senin (6/1).

Anita Wardhani adalah seorang siswi kelas XII SMA Negeri 2 Denpasar yang sudah tiga tahun berjuang memperoleh hak asasinya berjilbab di sekolah. Seperti diberitakan sebelumnya, Anita mengaku dipersulit pihak sekolah ketika mengajukan permohonan memakai jilbab sebagai bagian dari seragam sekolahnya sehari-hari. Bukannya dikabulkan, sang Kepala Sekolah malah menyuruhnya pindah ke sekolah lain jika dia bersikeras untuk mengenakan jilbab. Tak puas dengan tanggapan sang Kepala Sekolah, Anita lantas mengadukan kasus tersebut ke sejumlah lembaga advokasi dan bantuan hukum.

Menurut Hilmi, fokus Tim Advokasi saat ini adalah menguatkan mental siswi-siswi yang sedang berjuang mendapatkan haknya memakai jilbab di sekolah. Termasuk setiap anak akan didampingi kakak-kakak relawan yang ada di setiap daerah.

“Sekarang kami lakukan adalah mendampingi menguatkan mental adik-adik siswa yang sedang berjuang mendapatkan haknya untuk memakai jilbab,” tambahnya.

Kasus Anita telah mendapatkan tanggapan dari Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim.

Dengan tegas, Musliar menyampaikan himbauannya terkait kasus tersebut. "Tidak boleh ada larangan berjilbab di sekolah manapun!" Ungkapnya ketika dihubungi Republika, Senin (6/1).

Musliar melanjutkan, jika sekolah yang bersangkutan tidak segera menyelesaikan problem tersebut, Kemendikbud akan segera mengambil tindakan. "Kalau tidak mau mengikuti arahan Kemendikbud, sekolah tersebut akan kami beri sanksi," tandasnya. [IK/Hidayatullah/RoL/Bersamadakwah]

Soal Larangan Jilbab, Wamendikbud Ancam Beri Sanksi SMAN 2 Denpasar

Gedung SMA Negeri 2 Denpasar
Mencuatnya kasus Anita, siswa SMAN 2 Denpasar yang mengaku disuruh pindah sekolah gara-gara niatnya mengenakan jilbab, semakin luas mengundang tanggapan, termasuk dari Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim.

Dengan tegas, Musliar menyampaikan himbauannya terkait kasus tersebut. "Tidak boleh ada larangan berjilbab di sekolah manapun!" Ungkapnya ketika dihubungi Republika, Senin (6/1).

Musliar melanjutkan, jika sekolah yang bersangkutan tidak segera menyelesaikan problem tersebut, Kemendikbud akan segera mengambil tindakan. "Kalau tidak mau mengikuti arahan Kemendikbud, sekolah tersebut akan kami beri sanksi," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Anita Wardhana, siswi SMAN 2 Denpasar, mengaku dipersulit pihak sekolah ketika mengajukan permohonan memakai jilbab sebagai bagian dari seragam sekolahnya sehari-hari. Bukannya dikabulkan, sang Kepala Sekolah malah menyuruhnya pindah ke sekolah lain jika dia bersikeras untuk mengenakan jilbab.

Tak puas dengan tanggapan sang Kepala Sekolah, Anita lantas mengadukan kasus tersebut ke sejumlah lembaga advokasi dan bantuan hukum.

Ketika bersamadakwah menghubungi SMAN 2 Denpasar, Senin (6/1), pihak sekolah memberikan nomor HP kepala sekolah, Ketut Sunarta. Sayangnya, panggilan ke nomor tersebut tidak pernah diangkat. Nomor telepon sekolah juga menjadi tidak aktif ketika bersamadakwah mencoba menghubungi kembali. [IK/RoL/Bersamadakwah]

Lecehkan Muhammadiyah, Ahok Dilaporkan ke Polisi

Ahok (foto kabarsore.com)
Ahok (foto kabarsore.com)
Pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyebut “jangan munafik” berbuntut panjang. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melaporkan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, Senin (6/1), karena dianggap telah melecehkan Muhammadiyah.

Pelaporan tersebut dibuat oleh tiga orang perwakilan IMM yang datang sekitar pukul 10.30 WIB. Ketiganya mengenakan almamater IMM warna merah. Seperti diberitakan ROL, pelaporan ini terkait dengan dugaan tindak pidana Pasal 156 dan 156A KUHP, yaitu tentang penghinaan institusi agama Muhammadiyah yang dilakukan Ahok.

Pekan lalu, PP Muhammadiyah menolak keras wacana pembangunan lokalisasi prostitusi yang dilontarkan oleh Ahok.

“Sikap Muhammadiyah, tentu itu kemungkaran, kita semangatnya, pandangannya tidak setuju hal tersebut," kata Koordinator Divisi Dakwah Khusus Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Agus Tri Sundari dikutip dari detikcom, Senin (30/12).

Sehari setelah itu, Ahok menyebut “jangan munafik” dalam komentarnya.

"Saya juga nggak setuju ada legalisasi prostitusi. Persoalannya, jangan munafik, emang nggak ada prostitusi di DKI?? ngapain munafik? itu aku nyindir aja," ujar Ahok di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (31/12). [AM/Bersamadakwah]

Muhammadiyah Larang Komersialisasi Doa

Muhammadiyah
Logo Muhammadiyah
Sekretaris PP Muhammmadiyah Dr Abdul Muti M.Ed menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan ini melarang komersialisasi doa atau doa berbayar yang akhir-akhir ini marak.

“Doa itu tidak boleh dikomersialkan, tapi hal itu merupakan fenomena modern dan tidak hanya ada dalam Islam,” kata Abdul Muti di depan ratusan peserta Pengajian Ahad Pagi di Masjid Baitul Mukminin Surabaya, Ahad (5/1) dikutip Hidayatullah.

Dosen UIN Jakarta ini menambahkan bahwa hal serupa juga terjadi pada ibadah haji dan pemakaman.

“Misalnya, bisnis pemakaman di Jakarta dengan tiga bentuk layanan, yakni rias jenazah, cari lokasi makam, pengerahan pentakziah, dan pendoa, semuanya ada bayaran atau tarif masing-masing,” katanya.

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini melanjutkan, bisnis ibadah juga ada dalam ibadah haji, yakni haji badal (haji perwakilan bagi orang yang sudah meninggal dunia) dengan tarif yang berbeda-beda.

“Semua bentuk ibadah yang dibisniskan itu tidak boleh, karena itu doa, haji badal, dan ibadah lainnya tidak boleh dikomersialkan,” terangnya.

Dalam pengajian itu, ia menjelaskan Islam bukanlah agama yang anti-dunia, karena dunia dan akhirat merupakan dua hal yang sama-sama penting, sehingga Al Quran menyebut keduanya dalam bilangan yang sama yakni 115 kali.

“Tapi, tingkat kepentingannya berbeda, karena akhirat bersifat jangka panjang tanpa dibatasi kematian. Harta itu penting, bahkan orang bisa membeli jabatan dengan harta, tapi orang tidak bisa membeli kehormatan. Orang juga bisa membeli dokter paling mahal, tapi orang tidak bisa membeli kehidupan,” katanya.

Ketua Badan Akreditasi Nasional (BAN) Sekolah/Madrasah ini juga menjelaskan bahwa bahagia dalam Islam itu disebut “hasanah”.

“Arti hasanah itu ada empat yakni cukup, sesuai cita-cita, mendapat pahala, dan mendapatkan surga. Cukup itu membahagiakan, karena orang yang kaya tapi merasa tidak cukup itu berarti miskin,” katanya.

Oleh karena itu, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam mengajarkan umat Islam untuk menguasai dunia dan akhirat, namun dunia yang dicari pun harus berdimensi akhirat.

“Misalnya, mencari uang bukan semata harta, tapi untuk mencari ridha Allah, sehingga tidak menghalalkan segala cara. Jadi, orang Islam harus kaya, tapi kekayaan itu untuk beribadah,” simpulnya. [Hidayatullah/Bersamadakwah]

Jika Kendala Dana, Muslimat NU Siap Sumbang Jilbab Polwan Se-Indonesia

Khofifah Indarparawansa - Ketua Muslimat NU
Khofifah Indar Parawansa - Ketua Muslimat NU
Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan siap menyumbang dan memenuhi kebutuhan jilbab bagi Polwan Muslimah di seluruh Indonesia jika masalah dana menjadi kendala penerapan kebijakan Kapolri tersebut.

"Kalau Polri tidak memiliki alokasi anggaran pengadaan bagi Polwan yang ingin berjilbab, saya siap membantu berapapun kebutuhan yang diperlukan," ujarnya saat meresmikan Yayasan Radiant Indonesia (YRI) di Jalan Jambangan Kebon Agung Surabaya, Ahad (5/1), dikutip dari Antara.

Ia mengapresiasi kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Sutarman yang mempersilahkan Polwan berjilbab. Menurut dia, di samping untuk melaksanakan tugas, jilbab sekaligus mengamalkan Syariat Islam.

Khofifah yang pernah menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden KH Abdurrahman Wahid itu mengaku awal Desember 2013 sudah mengirim pesan singkat melalui pesan singkat kepada Kapolri Jenderal Sutarman.

Hanya saja, hingga saat ini belum mendapat respon dari Kapolri yang juga pernah menjabat sebagai ajudan pribadi (Alm) Presiden Abdurrahman Wahid tersebut.

"Kalau nanti dijawab, saya mau pastikan berapa kebutahannya, warna, dan bahannya seperti apa. Saya bersama teman-teman siap mengkoordinir membantu berapapun jilbab yang dibutuhkan, bahkan bisa lebih," lanjutnya.

Sejumlah kerabat Khofifah yang sudah menyatakan kesediaan dan kesanggupannya membantu pengadaan jilbab Polwan, antara lain Arzeti Bilbina, Neno Warisman, dan lainnya.

Menurut dia, jika negara tak sanggup mengalokasikan anggaran untuk kepentingan kaum muslimah melaksanakan Syariat Islam merupakan sebuah ironi. Pasalnya, subsidi BBM yang nilainya mencapai triliunan bisa teratasi.

"Pencerahan suatu kaum itu bisa terjadi antara ulama atau kiai dan umara atau pemerintah bisa bersatu. Ini yang diinginkan bersama dan semoga segera terealisasi," kata Khofifah. [Antara/Bersamadakwah]

Ingin Berjilbab, Siswi SMAN 2 Denpasar Disuruh Pindah Sekolah

Gedung SMAN 2 Denpasar (foto sman2-denpasar.sch.id)
Isu larangan jilbab kembali memanas. Republika Online (RoL), Senin (6/1), menurunkan berita tentang adanya pelarangan jilbab di SMA Negeri 2 Denpasar, Bali. Menurut berita tersebut, Anita yang saat ini duduk di kelas XII disuruh untuk pindah sekolah jika ingin berkeras mengenakan jilbab.

Untuk mengkonfirmasi kejelasan berita tersebut dan apakah larangan jilbab masih berlaku sampai sekarang, bersamadakwah menghubungi SMA Negeri 2 Denpasar.

“Bapak sedang ada rapat,” kata Ayu ketika bersamadakwah ingin mewawancarai Kepala SMAN 2 Denpasar Ketut Sunarta. Mengetahui maksud bersamadakwah hendak mengkonfirmasi berita larangan jilbab, Ayu memberikan nomor HP Kepala Sekolah.

“Ini nomor HP beliau, 08214632XXXX” kata Ayu setelah sempat beberapa menit terdengar dialog dengan suara perempuan lain di balik telepon.

Sayangnya nomor HP tersebut tidak diangkat ketika dihubungi bersamadakwah. Nomor sekolah juga tidak dapat dihubungi lagi.

Seperti dilansir RoL, Temuan Tim Advokasi Pembelaan Hak Pelajar Bali mengungkap tentang praktik pelarangan berjilbab tersebut. Anita yang sejak kelas 1 SMP ingin berjilbab nekad bersekolah dengan berhijab pada Rabu, 21 November 2012.

Hari itu, mata pelajaran jam pertama adalah pelajaran Bahasa Bali. Ternyata, guru Bahasa Bali hari ini tidak hadir sehingga menyebabkan proses belajar mengajar tidak efektif alias jam kosong. Tiba-tiba Kepala Sekolah masuk ke kelas Anita untuk memberi nasihat kepada seluruh murid dan bertanya kepada Anita

“Kok bajunya seperti itu?”, Anita diam saja tidak menjawab, lalu Kepala Sekolah Drs Ketut Sunarta menyuruh Anita datang ke ruangan Kepala Sekolah, seperti tertera pada hasil investigasi tim advokasi yang diterima RoL.

Pada pertemuan kedua ini Kepala Sekolah menegaskan “Kalau pakai jilbab kelihatan atau tidak logo OSIS SMA-nya? Kelihatan atau tidak emblem SMAN 2 nya?”

Kepala sekolah pun menyarankan untuk pindah sekolah saja kalau Anita tetap ingin berjilbab. Anita diminta untuk bertahan saja (tidak memakai jilbab) kalau tetap ingin bersekolah di SMAN 2. Anita menjawab “Kan bisa dinaikin sedikit Pak, kerudungnya jadi masih bisa kelihatan logonya”. Kepala Sekolah tetap tidak mengizinkan.

Lalu tiba-tiba Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan Drs. Ida Bagus Sueta Manuaba, M.Pd., masuk ruangan, beliau menanyakan keperluan Anita di ruang Kepsek. Bincang-bincang kecil terjadi antara Kepsek dan Wakasek.

Berkali-kali Anita disarankan untuk pindah sekolah saja kalau memang tetap ingin memakai jilbab dan diminta untuk segera memutuskan pilihan.

Tepat 08.30 waktu Denpasar, Anita minta undur diri dari perbincangan itu karena ada pelajaran selanjutnya. Ketika Anita masuk kelas lagi, Anita mendapatkan respon yang biasa-biasa saja dari para guru yang mengajar di kelasnya hingga pelajaran usai.

Selain itu, pada tanggal 8 Desember 2012, sekolah menyelenggarakan kegiatan lomba-lomba. Dalam kesempatan itu, Anita mengenakan jilbabnya ke sekolah. Seorang guru yang bernama Ni Putu SukaPutrini, S. Pd., pun menegur Anita. Beliau mengatakan “Pindah sekolah saja kalau mau memakai jilbab! Kasihan peraturan sekolah gak ditaati”.

Selama Anita mengikuti ekstra kurikuler, Anita selalu memakai jilbab. Teman-temannya tidak ada yang mempermasalahkan hal itu. Anita pernah mendapat informasi dari temannya bahwa ada pihak sekolah (guru) yang bertanya ke salah satu temannya terkait siapakah yang memakai jilbab di PMR. [IK/RoL/bersamadakwah]


FPI Ancam Trans TV Segera Hentikan YKS “Goyang Oplosan”

YKS
Front Pembela Islam (FPI) memprotes keras acara Yuk Keep Smile (YKS) di Trans TV. Menurut Ormas pimpinan Habib Rizieq ini, selain tidak mendidik, goyangan yang dipertontonkan dalam acara YKS menjurus erotis dan sensual.

"Acara itu gak ada manfaat dan gak mendidik juga. Hanya mengajarkan umat Islam untuk cenderung berhura-hura, banyak mudhorotnya ketimbang baiknya," terang Sekretaris Dewan Perwakilan Daerah (DPD) FPI DKI jakarta, Ustaz Novel Bamu'min, seperti dikutip JPNN, Sabtu (5/1).

"Kalau sudah menjurus ke porno aksi, berarti itu musuh," tambahnya.

Sebagai langkap awal FPI akan melayangkan protes ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). FPI meminta agar KPI berani menghentikan tayangan itu.

"Kita meminta menghentikan, atau mengubah acara YKS. Bila tidak, kami akan demo. Mungkin dalam minggu depan kita akan melaporkan ke KPI," tegasnya.

YKS, terutama setelah menampilkan goyang oplosan, semakin meresahkan masyarakat. Tidak kurang dari 30 ribu orang telah menandatangani petisi agar acara yang yang mengudara pada pukul 19.30 WIB itu segera dihentikan. [AM/bersamadakwah]

Al Khaththath : 17 Januari Jakarta Akan Banjir Besar Akibat Kemaksiatan Tahun Baru

Jakarta Night Festival
KH Muhamad Al-Khaththath memperingatkan warga DKI Jakarta agar bersiap-siap menghadapi banjir besar yang akan melanda pada 17 Januari mendatang. Menurut Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) ini, banjir besar tersebut datang 16 hari setelah Jokowi-Ahok menggelar pertunjukan kemaksiatan di 16 titik pada malam tahun baru 2014.

“Dengan ini kami memberikan tazkirah kepada saudara sekalian bahwa banjir besar terjadi 16 hari setelah Anda membuat pertunjukan kemaksiatan besar-besaran di malam tahun baru di 16 titik di jalan Thamrin,” tegas Al Khaththath seperti dikutip situs intelijen.co.id, Kamis (2/1).

Banjir Jakarta kali ini, menurut Al Khathtah, akan masuk ke Istana Presiden dan Kantor Gubernur DKI Jakarta.

Mantan pengurus DPP Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ini menambahkan, banjir bandang Jakarta merupakan teguran dan hukuman Allah agar manusia kembali kepadaNya dan meninggalkan kemaksiatan.

Sementara itu, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menyatakan, fenomena penyambutan “Tahun Baru” dengan hura-hura di berbagai daerah, khususnya Jakarta, merupakan suatu penyesatan dan pembodohan massal.

“Sungguh suatu penyesatan dan pembodohan massal. Kasihan masyarakat, mereka diracuni para penguasa dengan gaya hidup hedonis, yang tujuannya untuk menutupi pola hidup korup para penguasa tersebut. Padahal, masyarakat kita miskin dan melarat, sedang butuh bantuan bukan hiburan,” tegasnya. [AM/Intelijen/Bersamadakwah]

Iklan Pepsi Ini Bikin Heboh di Mesir

Iklan Pepsi yang bikin heboh (zamalkwyana/dakwatuna)
Iklan produk minuman ringan Pepsi yang terpampang di billboard-billboard Mesir membuat heboh warga Mesir, terutama pengguna media sosial. Pasalnya, mereka menemukan pesan "revolusioner" dalam iklan yang bertema masa depan sepak bola Mesir itu.

Secara kasat mata, iklan berjudul “Saat Ini Waktunya… Ayo Kembali Dukung” itu berusaha mengembalikan semangat dan dukungan kepada tim nasional Mesir yang gagal lolos ke Piala Dunia di Brazil. Namun, banyak warga yang melihat angka-angka yang diperlihatkan dalam kaos timnas membentuk "kode tertentu".

Walid Sulaiman yang berada di ujung kanan memakai kaos bernomor 4. Seperti di ketahui, nomor 4 sangat sensitif di Mesir karena menunjukkan kode R4bia, simbol perlawanan terhadap kudeta militer.

Di sebelah kiri Walid, secara berurutan ada Muhammad Ibrahim, Syarif Ikrami, Umar Jabir, dan Husam Ghali. Namun yang terlihat nomor kaosnya hanya 25, 1, dan 14. Yang membentuk tanggal rencana demonstrasi besar-besaran pada 25 Januari 2014 mendatang, menentang kudeta militer.

Di pihak lain, seperti dilansir Dakwatuna, Jum'at (3/12), para pendukung kudeta menuduh iklan ini mengandung kampanye terselubung untuk mengikuti demonstrasi besar-besaran pada tanggal 25 Januari yang akan datang.

Namun beberapa pengamat mengatakan bahwa iklan itu tidak membawa agenda politik. Munculnya nomor-nomor tersebut dinilai kebetulan saja. Tujuan iklan hanya membangkitkan timnas Mesir agar bisa lolos dalam penyisihan Piala Dunia berikutnya. [AM/Dakwatuna/Bersamadakwah]

Muhammadiyah Tolak Lokalisasi Prostitusi, Ahok: Jangan Munafik

Ahok (foto pksdarmaga)
Di saat pemerintah Surabaya merencanakan akan menutup lokalisasi prostitusi terbesar Dolly pada tahun 2014 ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok justru mewacanakan pembangunan lokalisasi prostitusi di Jakarta. Ia berdalih, lokalisasi dapat menjadi solusi untuk menekan penyebaran virus HIV/AIDS. Ide ini pun ditentang keras oleh Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah.

Seperti dilansir RMOL, Selasa (31/12), Ahok tidak mengerti mengapa PP Muhammadiyah menolak usulan pembangunan lokalisasi prostitusi di DKI. Ahok pun mengaku tidak setuju dengan legalisasi prostitusi. Namun, menurutnya masyarakat DKI tidak perlu munafik menutupi keberadaan prostitusi yang kian menjamur di Ibukota.

"Saya juga nggak setuju ada legalisasi prostitusi. Persoalannya, jangan munafik, emang nggak ada prostitusi di DKI?? ngapain munafik? itu aku nyindir aja," ujar Ahok di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (31/12).

Sebelumnya, PP Muhammadiyah menolak keras wacana pembangunan lokalisasi prostitusi yang dilontarkan oleh Ahok.

“Sikap Muhammadiyah, tentu itu kemungkaran, kita semangatnya, pandangannya tidak setuju hal tersebut," kata Koordinator Divisi Dakwah Khusus Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Agus Tri Sundari dikutip dari detikcom, Senin (30/12).

Agus menuturkan pendirian lokalisasi pelacuran tidak menyelesaikan masalah. Mestinya, justru meningkatkan operasi pemberantasan. "(lokalisasi) itu melegalkan zina, kita menolak lah, pengalaman yang lalu, di Surabaya kan justru menambah masalah,” lanjutnya.

Agus menilai, membangun lokalisasi adalah kemunduran bagi Jakarta setelah berhasil mengganti lokalisasi Kramat Tunggak menjadi Islamic Center. Agus juga mengusulkan solusi pemberantasan prostitusi dengan melakukan kegiatan sosial dan pembinaan terhadap para pekerja seks komersial agar mereka bisa keluar dari dunia prostitusi.

“Itu lah tanggung jawab pemerintah," tandasnya. [AM/Rmol/Dtk/Dkw]

 

suara islam Powered by Blogger